MERAHPUTIH I KEDIRI - Laskar Santri AMIN Indonesia terus mengukir jejak perjuangan mereka dengan melanjutkan safarinya ke beberapa daerah di Jawa Timur. Dipelopori oleh Abdussalam Shohib, kelompok ini telah menjamah banyak kabupaten dan kota, memperluas pengaruhnya dengan ribuan anggota yang terdiri dari kiai, mayaikh di berbagai Pondok Pesantren, dan tokoh masyarakat.
Dalam rangka memenangkan Paslon nomor 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), Laskar Santri menggelar pertemuan serta konsolidasi di Kediri, Jawa Timur. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Gus Salam, yang memberikan arahan dan pemahaman tentang strategi untuk meraih kemenangan.
Baca juga: PKS Mantapkan Dukungan untuk Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2024
Gus Salam menekankan pentingnya konsolidasi dan menyatukan langkah untuk mendukung Paslon AMIN. Salah satu strategi yang diusung adalah gerakan masif dengan menempelkan gambar AMIN di setiap rumah.
"Kita harus bersama-sama berjuang untuk kemenangan Anies-Muhaimin, ajak semua orang, keluarga kita, dan tetangga kita. Insyaallah perjuangan ini akan mendapatkan barokah," ungkapnya, Minggu (7/1).
Meskipun Paslon AMIN dihadapkan pada keterbatasan akomodasi, semangat Laskar Santri tetap membara. Gus Salam menyebutnya sebagai fenomena gunung es, di mana masyarakat di akar rumput begitu getol memperjuangkan AMIN, menganggapnya sebagai perubahan yang diinginkan.
Baca juga: KPU Jatim Tertibkan APK Pilgub 2024: Tanda Dimulainya Masa Tenang
Gus Salam juga mencatat tren positif AMIN dari berbagai lembaga survei, yang memberikan tambahan motivasi bagi Laskar Santri. Meskipun terdapat keterbatasan dukungan dari pihak-pihak tertentu, mereka yakin bahwa semangat rakyat yang tulus akan menciptakan perubahan yang diinginkan.
"Kita tahu semua pasangan Amin ini tidak memiliki apa-apa, bahkan perusahaan tidak berani terang-terangan dan takut kalau membantu Amin, karena jika ketahuan, akan mendapatkan intimidasi dari penguasa," ujar Gus Salam.
Menurutnya, saat-saat momentum ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan, khususnya dalam pesta demokrasi lima tahunan. Gus Salam menekankan pentingnya mengembalikan kekuasaan tertinggi di tangan rakyat, karena menurutnya, pengaruh kekuasaan sudah melebihi batas yang ditentukan perundang-undangan.
"Kita harus mengembalikan kekuasaan tertinggi di republik ini ke tangan rakyat, karena kita tahu semua, kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat Indonesia," tegasnya. (red)
Editor : prass prasetyo