Penjabat Gubernur Jabar Tegaskan Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban

harianmerahputih.id
Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin saat melepas Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban Jabar di Balai Kota Bogor pada Senin, 3 Juni 2024.

MERAHPUTIH BOGOR - Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengimbau tim pemeriksa hewan kurban Pemda Provinsi Jawa Barat untuk memastikan kesehatan hewan yang sesuai dengan syariat Islam. Imbauan ini disampaikan Bey saat melepas Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban Jabar di Balai Kota Bogor pada Senin, 3 Juni 2024.

"Sejauh ini hewan kurban di Jabar sehat, tapi penting dipastikan bagi pembeli bahwa hewan kurban harus memenuhi syariat Islam. Jadi pastikan pembeli jangan sampai tidak bertanya umurnya berapa sebab ada syarat minimal," ujar Bey Machmudin.

Baca juga: Pesta Kuliner Jawa Barat 2025: Nostalgia Rasa dalam Satu Tempat

Bey menekankan pentingnya informasi yang jelas dan detail mengenai hewan kurban kepada pedagang dan pembeli. Ia menegaskan bahwa baik pedagang maupun pembeli harus mengetahui detail hewan yang layak untuk dikurbankan sesuai syariat.

"Hari ini saya melepas tim pemeriksa kesehatan hewan kurban, harus ada dua sisi baik dari sisi masyarakat sebagai pembeli dan juga pedagang untuk diinformasikan dengan jelas dan detail," kata Bey.

Bey menambahkan bahwa pedagang harus diberi pengertian tentang pentingnya kesehatan hewan dan cara mendapatkan sertifikat kesehatan hewan secara gratis. Ia meminta tim pemeriksa kesehatan hewan kurban agar memberikan pelayanan maksimal kepada pedagang untuk mendapatkan sertifikat tersebut.

"Jadi mohon diperhatikan, untuk mengeluarkan sertifikat itu tidak ada biaya. Jadi bagi pedagang tidak ada alasan tak memiliki tanda itu. Kalau jaraknya jauh, mohon koordinasi dengan pemerintah kecamatan setempat. Usahakan mendapatkan sertifikat tersebut," ungkapnya.

Baca juga: Transformasi Energi Indonesia: Presiden Prabowo Resmikan PLTA Jatigede dan 25 Proyek Listrik Serentak

Bey menyebut pemeriksaan kesehatan hewan kurban ini dilakukan untuk meminimalisir penyebaran penyakit hewan. Pemda Provinsi Jabar berkomitmen untuk memastikan semua hewan kurban mendapatkan sertifikat sehat, dan mendorong pedagang lebih aktif dalam hal ini.

"Ini sebagai upaya untuk menghindarkan dari penyakit dan sampai sekarang tidak ada penyebaran di Jabar. Jadi mohon pedagang juga proaktif untuk mendapatkan sertifikat tersebut," tandas Bey.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jabar, Arifin Soedjayana, dalam laporannya menjelaskan bahwa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, pemerintah menjamin agar hewan dan ketersediaan daging kurban memenuhi persyaratan Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Baca juga: Kertajati Jadi Pusat Keberangkatan Haji dan Umroh 2025, Bey Machmudin Optimistis Pelayanan Makin Prima

Untuk itu, sebanyak 1.300 petugas dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota serta sekitar 4.000 dokter hewan akademisi dan mahasiswa akan membantu memeriksa kesehatan hewan kurban. Pelepasan tim pemeriksa hewan kurban yang dilangsungkan di Balai Kota Bogor ini diperuntukkan untuk kawasan Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi).

"Pelepasan untuk tim pemeriksa hewan kurban di kawasan Bodebek. Menjamin daging hewan kurban yang ASUH. Pada tahun ini diperkirakan akan mengalami kenaikan 15 persen untuk semua hewan kurban potong berdasarkan data lapangan permintaan hewan kurban yang masih terus berjalan," pungkas Arifin. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru