Kenaikan Harga Cabai di Mojokerto: Pj Wali Kota Luncurkan Dua Upaya Pengendalian

harianmerahputih.id
Operasi pasar murah dan gerakan menanam cabai atau cabenisasi menjadi strategi utama.

MERAHPUTIH I KOTA MOJOKERTO - Kenaikan harga cabai menjadi perhatian serius Pj Wali Kota Mojokerto, M. Ali Kuncoro. Mengingat dampak inflasi daerah dan stabilitas ekonomi yang dapat terganggu, dua upaya pengendalian harga cabai digalakkan secara khusus.

Usai meninjau operasi pasar yang diadakan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) di halaman Kantor Kelurahan Jagalan pada Rabu (31/7), Ali menegaskan pentingnya langkah-langkah yang diambil.

Baca juga: Jatim Gelar 828 Titik Gerakan Pangan Murah, Khofifah Pastikan Harga Stabil

“Harga cabai rawit berdasarkan Siskaperbapo masih tinggi, mencapai Rp75.000 per kilogram. Penetrasi pasar sangat dibutuhkan agar harga dapat turun dan terkendali,” ungkapnya.

Operasi pasar murah dan gerakan menanam cabai atau cabenisasi menjadi strategi utama. Dalam operasi pasar, Diskopukmperindag menyediakan cabai rawit dengan harga Rp13.000 per 250 gram. Selain itu, telur ayam dijual seharga Rp22.000 per kilogram dan minyak goreng Rp14.000 per botol. Ali menjelaskan, kenaikan harga cabai dipengaruhi oleh keterbatasan stok cabai rawit yang belum memasuki masa panen baru.

Baca juga: Surabaya Jadi Contoh Nasional, Menteri Pertanian Apresiasi GPM Serentak di Jatim

Untuk mengatasi kenaikan harga bahan pokok, masyarakat dapat berbelanja melalui Pracangan TPID. “Operasi pasar dan Pracangan TPID adalah upaya konkret untuk menjaga kestabilan harga. Belanjalah secukupnya, jangan khawatir kekurangan, stok bahan pokok di Kota Mojokerto aman,” pesan Ali.

Pemerintah Kota Mojokerto juga bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dalam kegiatan cabenisasi. Program ini merupakan bagian dari Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (Aku Hatinya) PKK, yang bertujuan agar masyarakat tidak bergantung pada stok cabai di pasar dan bisa menanam sendiri di rumah.

Baca juga: Pemprov Jateng Genjot Produksi Cabai, Kredit Murah Petani Jadi Senjata Tekan Inflasi

“Kegiatan cabenisasi melibatkan bantuan tanaman cabai rawit dari DKPP untuk ditanam oleh anggota TP PKK pada masing-masing kelurahan sejak bulan Mei lalu. Diharapkan tanaman cabai bisa mencukupi kebutuhan keluarga,” harapnya. Ali juga mendorong ibu-ibu untuk menanam cabai di rumah guna mencukupi kebutuhan sehari-hari dan mengurangi ketergantungan pada pasar.

Sementara itu, Kepala Diskopukmperindag Ani Wijaya menyampaikan bahwa operasi pasar akan terus dilaksanakan sesuai kebutuhan. “Operasi pasar bisa dilakukan setiap minggu, dengan lokasi yang bergantian. Komoditas yang dijual bisa berubah sesuai kebutuhan pasar,” pungkasnya. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru