Pelatihan Pemanfaatan Data Regsosek untuk Satu Data Kemiskinan Kota Probolinggo Resmi Digelar

harianmerahputih.id
Penjabat Wali Kota Nurkholis saat membuka Pelatihan Pemanfaatan Data Regsosek untuk Mendukung Satu Data Kemiskinan Kota Probolinggo Melalui Aplikasi Sepakat

MERAHPUTIH I KOTA PROBOLINGGO - Berdasarkan amanat undang-undang bahwa perencanaan pembangunan haruslah menggunakan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Probolinggo menyelenggarakan Pelatihan Pemanfaatan Data Regsosek untuk Mendukung Satu Data Kemiskinan Kota Probolinggo Melalui Aplikasi Sepakat di Puri Manggala Bhakti.

Agenda yang dibuka oleh Penjabat Wali Kota Nurkholis ini merupakan hasil kerja sama antara Bappeda Litbang selaku Koordinator Satu Data Kota Probolinggo dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) selaku pengelola aplikasi Sepakat (Sistem Perencanaan Pembangunan Berbasis Data Regsosek Terpadu).

Baca juga: Gubernur Khofifah: Bersama, Kita Bisa Wujudkan Indonesia Bebas Sampah di 2029

Sepakat adalah aplikasi berbasis web yang menyediakan analisis berbasis data makro dan mikro untuk mendukung perencanaan dan penganggaran berbasis bukti. Aplikasi ini mencakup lima modul data yakni modul analisis, perencanaan, penganggaran, monitoring, dan evaluasi.

Dalam sambutannya di depan peserta pelatihan yang terdiri dari kepala perangkat daerah serta operator aplikasi Sepakat, Nurkholis menyambut baik penerapan data Regsosek untuk penyusunan satu data kemiskinan di Kota Probolinggo.

“Saya dorong untuk menggunakan data Regsosek sebagai sumber data dalam perencanaan penganggaran dan penyelenggaraan program, khususnya pemanfaatan data Regosek pada aplikasi sepakat. Ini penting sekali, buat kita semua agar ke depan data itu bisa sinkron, terpadu, dan mudah diakses,” katanya.

Nurkholis juga menekankan pentingnya perlindungan data pribadi milik masyarakat. Dia mengingatkan para operator aplikasi Sepakat untuk bijak dalam memanfaatkan hak akses data.

“Yang perlu saya tekankan agar bapak dan ibu semuanya untuk tetap bijak menjaga data pengelolaan hak akses dan pemanfaatan data Regsosek. Pengelolaan sistem ini dilakukan secara terpusat melalui sistem aplikasi Sepakat yang dikelola oleh sekretariat bersama,” pesan Nurkholis.

Baca juga: Pendopo Agung Ngadisari Diresmikan, Gubernur Jatim Dorong Penguatan Budaya dan Pariwisata Tengger

Melalui sambungan daring, Direktur Kependudukan & Jaminan Sosial Kementerian PPN/Bappenas Muhammad Cholifihani memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Kota Probolinggo yang telah memanfaatkan data Regsosek melalui aplikasi Sepakat.

“Dan kalau kemudian Kota Probolinggo juga mengajukan hak akses, ini luar biasa dimanfaatkan dan mudah-mudahan bisa seluruhnya, dioptimalkan untuk pemanfaatan data Regsosek ini,” terangnya.

Pada kesempatan itu, juga dilaksanakan penandatanganan Komitmen Bersama Mewujudkan Satu Data Kemiskinan antara Penjabat Wali Kota Nurkholis, Sekda drg. Ninik Ira Wibawati, kepala perangkat daerah, serta perwakilan dari kecamatan dan kelurahan di lingkungan Pemkot Probolinggo. Komitmen tersebut berisi janji untuk menyusun data yang akurat, transparan, rahasia, dan kolaboratif. Selanjutnya, menerapkan penggunaan teknologi, meningkatkan kapasitas, serta melaksanakan pelaporan dan evaluasi secara rutin.

Baca juga: Nurkholis Akhiri Masa Jabatan sebagai Pj Bupati Pasuruan, Sampaikan Terima Kasih dan Permohonan Maaf

Kepala Diskominfo Aman Suryaman mengatakan bahwa pelatihan bagi operator akan digelar selama dua hari ke depan. Pelatihan ini juga menjadi syarat dalam mengajukan hak akses data pada aplikasi Sepakat.

“Setelah pelatihan ini tentunya kan nanti kita akan mengajukan bersama-sama dengan Bappeda, mengajukan hak akses sesuai dengan persyaratan tadi yang disampaikan, ini salah satu bagian dari syarat untuk hak akses pemanfaatan,” jelas Aman.

Dengan pelatihan ini, diharapkan data kemiskinan di Kota Probolinggo dapat lebih akurat, sinkron, dan mudah diakses, sehingga mendukung perencanaan pembangunan yang lebih efektif dan efisien. (red)

 
4o
 
 
 
 
 

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru