MERAHPUTIH I SURABAYA - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, secara tegas menyatakan dukungannya terhadap percepatan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang diinisiasi oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Deklarasi Kabupaten/Kota Lengkap, Implementasi dan Penyerahan Sertipikat Elektronik 2024 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (8/10).
Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri ATR/BPN RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang memberikan pandangan strategis terkait transformasi digital dalam sektor pertanahan.
Baca juga: Tarif Murah, Fasilitas Nyaman: Trans Jatim Gajayana Jadi Idola Baru Malang Raya
Adhy Karyono menggarisbawahi pentingnya percepatan urusan pertanahan di Jawa Timur. Ia menilai bahwa transformasi digital yang diterapkan oleh Kementerian ATR/BPN merupakan langkah tepat dalam menghadirkan pelayanan yang lebih akuntabel dan efisien.
"Digitalisasi ini memudahkan masyarakat untuk memiliki kepastian atas kepemilikan tanah mereka. Kami di Jawa Timur sangat mendukung karena ini berdampak positif terhadap ekonomi daerah, khususnya dalam menarik investasi," ujar Adhy.
Capaian program PTSL di Jawa Timur juga mengesankan. Berdasarkan data dari Kanwil BPN Jatim, realisasi PBT (Pendaftaran Bidang Tanah) telah mencapai 112,9ri target 457.935 bidang, sementara capaian luas PBT mencapai 110,6ri target 387.071 hektar.
Baca juga: Jatim Kirim Bantuan Rp5 Miliar untuk Sumatera, Khofifah: Ini Amanah dari Warga Kami
Selain itu, Kantor Pertanahan di seluruh wilayah Jawa Timur berhasil memenuhi target sertifikat tanah PTSL, mencapai 100ri target 781.923 bidang per 1 Oktober 2024.
Dalam kesempatan yang sama, AHY menekankan pentingnya deklarasi kabupaten/kota lengkap untuk menghindari konflik pertanahan dan meningkatkan kepastian hukum bagi masyarakat. "Jawa Timur adalah contoh yang baik dalam implementasi program ini. Provinsi ini berhasil menunjukkan bahwa digitalisasi sertifikasi tanah bisa berjalan dengan lancar meski tantangannya besar," katanya.
Baca juga: Kendal Kian Berlari: Gelaran Fun Run Picu Ekonomi, Gairahkan Wisata, dan Tanamkan Budaya Sehat
Momen penting dalam acara ini adalah penyerahan sertifikat tanah elektronik kepada penerima dari berbagai daerah di Jawa Timur, termasuk Gresik, Nganjuk, dan Sidoarjo, serta redistribusi tanah dan penyerahan sertifikat wakaf dan Barang Milik Negara (BMN) dan Barang Milik Daerah (BMD) untuk beberapa institusi dan masyarakat.
Keberhasilan program PTSL dan sertifikasi elektronik ini diharapkan menjadi pondasi yang kuat untuk menciptakan stabilitas pertanahan, mendorong investasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur. (red)