MERAHPUTIH I SURABAYA – Dalam upaya memperkuat ketahanan energi di Jawa Timur, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur menggelar Forum Group Discussion (FGD) sinergitas ketahanan energi, Minggu (24/11/2024). Acara yang berlangsung di Surabaya ini menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka, seperti Kepala BPH Migas dan Executive General Manager Region Jatimbalinus PT Pertamina (Persero), serta mengundang OPD provinsi dan kabupaten/kota.
Kepala Dinas ESDM Jatim, Dr. Ir. Aris Mukiyo, menegaskan bahwa forum ini bertujuan membangun sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pemangku kepentingan dalam menjamin pasokan BBM dan LPG yang tepat sasaran. Menurutnya, optimalisasi distribusi subsidi energi menjadi elemen kunci untuk memperkuat ketahanan energi di wilayah tersebut.
Baca juga: Tarif Murah, Fasilitas Nyaman: Trans Jatim Gajayana Jadi Idola Baru Malang Raya
“Subsidi BBM dan LPG harus benar-benar dinikmati oleh kelompok masyarakat yang berhak, seperti masyarakat berpenghasilan rendah dan sektor produktif tertentu. Langkah ini dapat mengurangi pemborosan energi, mengoptimalkan anggaran, dan mendorong konsumsi energi yang lebih bijak,” ujar Aris.
Dalam paparannya, Aris mengungkapkan data kuota dan realisasi distribusi energi di Jawa Timur:
Solar (JBT): Kuota 2,5 juta kiloliter, realisasi hingga Oktober 2024 sebesar 2,2 juta kiloliter.
Pertalite (JBKP): Kuota 4,3 juta kiloliter, realisasi hingga Oktober 2024 sebesar 3,5 juta kiloliter.
LPG 3 kg: Kuota 1,4 juta metrik ton, realisasi hingga Juni 2024 mencapai 685 ribu metrik ton.
Aris menekankan pentingnya pengawasan distribusi oleh pemerintah daerah agar volume distribusi tidak melebihi kuota yang telah ditetapkan.
Baca juga: Jatim Kirim Bantuan Rp5 Miliar untuk Sumatera, Khofifah: Ini Amanah dari Warga Kami
“Dukungan dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk memastikan distribusi tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Setelah FGD, tim Dinas ESDM bersama BPH Migas dan PT Pertamina (Persero) melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi di Malang guna memastikan kesiapan pasokan BBM dan LPG menjelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Tim mengunjungi agen LPG PT Seulawah Inong, PT Sari Bumi Mulia, serta SPBU di rest area KM 84B dan KM 66A tol Surabaya-Malang.
Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) ESDM Jatim, Rendy Herdijanto, menyatakan bahwa hasil kunjungan menunjukkan kondisi pasokan energi di area Malang aman menjelang Nataru.
Baca juga: Kendal Kian Berlari: Gelaran Fun Run Picu Ekonomi, Gairahkan Wisata, dan Tanamkan Budaya Sehat
“Pasokan BBM dan LPG di Jawa Timur, khususnya di Malang dan sekitarnya, dalam kondisi aman untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru,” ujar Rendy.
Melalui langkah strategis ini, ESDM Jatim optimis mampu mendukung stabilitas pasokan energi, sekaligus mendorong pembangunan sektor industri, pembangkitan, dan rumah tangga di Jawa Timur. (red)
Editor : prass prasetyo