MERAHPUTIH I SURABAYA - Kediaman Khofifah Indar Parawansa di kawasan Jemursari, Wonocolo, Surabaya, pada Senin malam (27/1), menjadi pusat kegiatan religi yang khusyuk dan penuh berkah. Acara pengajian memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1446H sekaligus haul Dr. Ir. H. Indar Parawansa, M.Si., H. Muhammad Ra’i, dan Hj. Rohmah dihadiri ribuan jamaah, termasuk anggota Muslimat NU dan tokoh masyarakat.
Baca juga: Khofifah dan Bunga Desember: Sepotong Kisah Cinta dari Tanah Bondowoso
Yang membuat acara ini istimewa adalah kehadiran empat ulama besar dari Mesir, yaitu Syeikh Abdul Aziz Asy-Syahawi, Prof. Dr. Syeikh Muhammad Mehanna, Prof. Dr. Syeikh Yusri Rusydi, dan Syeikh Muhammad Ahmad Mabruk Al Khusain. Para ulama tersebut memberikan tausiyah yang penuh hikmah, menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang mendalam.
Dalam sambutannya, Khofifah mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran acara ini.
“Alhamdulillah, malam ini begitu penuh keberkahan. Jamaah yang hadir berasal dari berbagai daerah, termasuk Muslimat NU, warga masyarakat, dan tamu undangan. Semoga doa-doa yang dipanjatkan malam ini diterima Allah SWT,” ujarnya.
Acara dimulai dengan salat Maghrib berjamaah, dilanjutkan dengan pembacaan Yasin, tahlil, dan doa untuk mendiang suami, ayah, dan ibunda Khofifah. Suasana khidmat semakin terasa
Khofifah berharap acara ini menjadi momentum refleksi dan doa bersama.
“Semoga keberkahan Isra’ Mi’raj dan doa yang kita panjatkan malam ini membawa kebaikan bagi kita semua, terutama dalam mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadan,” tutup Khofifah.
Dalam tausiyahnya, Syeikh Abdul Aziz Asy-Syahawi menekankan pentingnya umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Al-Quran.
"Dzikir terbaik adalah membaca Al-Quran. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang disibukkan dengan Al-Quran, maka Allah akan mempermudah segala urusannya," ujar Syeikh Asy-Syahawi.
Baca juga: Khofifah Ajak Santri Jaga Kemerdekaan dan Peradaban Bangsa di Hari Santri 2025
Ia juga menjelaskan sejarah turunnya Al-Quran secara bertahap, yang menjadi simbol kesabaran dan rahmat Allah SWT.
“Al-Quran adalah kalamullah yang diturunkan selama 23 tahun. Membacanya tidak hanya memberikan pahala, tetapi juga meninggikan derajat kita di dunia dan akhirat,” tambahnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Syeikh Muhammad Mehana menyampaikan apresiasi kepada Khofifah atas dedikasinya terhadap pemberdayaan perempuan. Ia menyebut perempuan sebagai pilar utama peradaban.
"Perempuan adalah pendidik pertama bagi generasi mendatang. Maka, peran perempuan, terutama para dai dan mubalighah, sangat penting dalam menyebarkan ajaran Islam," tuturnya.
Prof. Dr. Syeikh Yusri Rusydi menambahkan, dakwah harus dilakukan dengan hikmah dan akhlak mulia, meneladani Rasulullah SAW.
"Seorang pendakwah harus belajar dan mencontoh sifat Nabi Muhammad. Dakwah bukan hanya tentang menyampaikan, tetapi juga memberikan keteladanan," tegasnya.
Pada akhir acara, Prof. Dr. Syeikh Yusri memberikan ijazah wirid Hizib Bahr, karya Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili. Wirid ini dikenal memiliki keutamaan dalam memberikan perlindungan, keberkahan, dan pertolongan.
“Hizib Bahr adalah permohonan yang dipenuhi rahmat Allah. Bacalah dengan penuh keyakinan, niscaya Allah akan melindungi dan memudahkan setiap langkah,” jelasnya.
Pengajian akbar ini menjadi bukti nyata komitmen Khofifah dalam memadukan nilai-nilai spiritual dan sosial dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di Jawa Timur. (red)
Editor : prass prasetyo