MERAHPUTIH I MALANG - Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) kini mewajibkan seluruh sekolah yang ingin mengadakan kegiatan outing class untuk mendapatkan rekomendasi resmi dari pihak dinas. Kebijakan ini diambil menyusul serangkaian kecelakaan yang melibatkan rombongan siswa dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa aturan ini telah dikomunikasikan kepada para kepala sekolah, khususnya jenjang SMA/SMK. “Sejak insiden yang menimpa siswa SMA 7 Mojokerto, saya sudah instruksikan agar sekolah mengevaluasi kembali kegiatan semacam ini, mempertimbangkan faktor keselamatan dan momen yang tepat,” ungkapnya, Minggu (2/2/2025).
Baca juga: 134 Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB Dilantik di Grahadi, Khofifah: “Integritas Itu Ruh Pendidikan!”
Untuk memastikan keamanan siswa, Dindik Jatim telah menetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus dipenuhi sebelum mengadakan outing class. “Pertama, sekolah harus melaporkan rencana kegiatan ke kepala sekolah. Kemudian, kepala sekolah melaporkan ke cabang dinas, dan selanjutnya cabang dinas mengajukan permohonan rekomendasi kepada saya. Jika seluruh persyaratan terpenuhi, baru rekomendasi dikeluarkan,” jelas Aries.
Baca juga: Jatim Rajai O2SN 2025, Koleksi 12 Medali dan Mantapkan Dominasi
Salah satu syarat utama dalam SOP ini adalah memastikan kendaraan yang digunakan laik jalan dan telah mendapat izin dari Dinas Perhubungan setempat. Jika ada syarat yang tidak terpenuhi, izin tidak akan diberikan.
Selain itu, Aries menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi tegas bagi sekolah yang mengabaikan prosedur ini. “Jika ada yang melanggar, kita tidak segan menjatuhkan sanksi, termasuk pembebasan tugas sementara atau mutasi bagi pihak yang bertanggung jawab,” tambahnya.
Baca juga: Jatim Pertahankan Tahta Juara Umum OPSI Nasional 2025
Menanggapi kecelakaan maut yang menimpa rombongan siswa SMAN 1 Porong di exit Tol Purwodadi Pasuruan, Aries menyatakan bahwa pihak sekolah sebenarnya tidak memberikan izin. Namun, karena adanya kesepakatan antara siswa dan orang tua, kegiatan tetap berlangsung. “Saya sudah konfirmasi ke kepala sekolah, mereka sebenarnya tidak mengizinkan. Tetapi, karena dorongan besar dari siswa dan orang tua untuk mengadakan kegiatan perpisahan, outing class tetap dilakukan. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua,” tutupnya. (red)
Editor : prass prasetyo