MERAHPUTIH I SURABAYA - Kumandang takbir menggema di Halaman Balai Kota Surabaya saat ribuan warga berbondong-bondong datang untuk melaksanakan Salat Idulfitri pada Senin (31/3/2025). Sejak pagi buta, masyarakat dari berbagai penjuru Kota Pahlawan telah memadati lokasi, membawa sajadah dan penuh semangat merayakan hari kemenangan.
Tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggelar Salat Idulfitri di Balai Kota dengan menghadirkan KH. Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag, Guru Besar UIN Sunan Ampel, sebagai khatib. Sementara itu, Ustadz Qomaruddin Ahmad, S.H.I., seorang Qari' Nasional, didapuk sebagai imam salat.
Baca juga: Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Usai Jalan Panjang Jiwo Dijadikan Arena Balap Liar
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan pesan yang penuh makna kepada warganya. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Idulfitri sebagai momentum memperkuat nilai kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.
“Momen Idulfitri ini adalah saat kita kembali fitrah. Mari kita tegaskan perbedaan antara kebenaran dan kebatilan, serta selalu menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap langkah kita,” ujar Eri usai melaksanakan salat.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan nilai-nilai positif yang telah ditanamkan selama bulan Ramadan. Menurutnya, masyarakat harus terus membangun solidaritas dan kebersamaan demi menciptakan lingkungan yang harmonis dan penuh kepedulian.
Baca juga: KONI Surabaya Resmi Dilantik, Wali Kota Eri Pasang Target Tinggi untuk Porprov 2027
"Saya mengajak seluruh warga Surabaya untuk terus menjalankan nilai-nilai kebaikan yang telah kita jalani selama Ramadan. Mari kita saling membantu, menguatkan, dan menjaga keharmonisan bersama,” imbuhnya.
Salah satu inovasi yang dilakukan Pemkot Surabaya tahun ini adalah penyediaan fasilitas bagi jemaah disabilitas. Sebuah layar besar menampilkan penerjemah bahasa isyarat, memungkinkan warga dengan keterbatasan pendengaran untuk memahami isi khotbah dengan lebih mudah.
Baca juga: Panen Perdana Nila dan Sayur Hidroponik Jadi Simbol Kolaborasi Surabaya–Australia
“Masukan dari teman-teman disabilitas sangat berarti bagi kami. Oleh karena itu, tahun ini kami menyediakan penerjemah bahasa isyarat agar semua warga, tanpa terkecuali, bisa mendapatkan hak yang sama dalam beribadah,” tambah Eri.
Pelaksanaan Salat Idulfitri di Balai Kota Surabaya berlangsung khidmat dan lancar. Setelah salat, banyak warga yang saling berpelukan dan bermaafan, menandai semangat kebersamaan yang semakin kuat di tengah masyarakat Kota Pahlawan. (red)
Editor : prass prasetyo