Waspadai Kenaikan Kolesterol Saat Lebaran, Begini Tips Menjaga Kesehatan dari Ahli

harianmerahputih.id
di balik kelezatan makanan khas Lebaran, terdapat risiko kesehatan yang mengintai, salah satunya adalah kenaikan kadar kolesterol. Jika tidak dikendalikan, kondisi ini dapat berujung pada penyakit serius seperti jantung koroner dan stroke.

MERAHPUTIH I SURABAYA - Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti-nanti. Selain menjadi ajang berkumpul bersama keluarga, hari raya juga identik dengan hidangan lezat yang menggugah selera. Namun, di balik kelezatan makanan khas Lebaran, terdapat risiko kesehatan yang mengintai, salah satunya adalah kenaikan kadar kolesterol. Jika tidak dikendalikan, kondisi ini dapat berujung pada penyakit serius seperti jantung koroner dan stroke.

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya, Ira Purnamasari, mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan konsumsi makanan saat Lebaran. Ia menjelaskan bahwa kolesterol adalah lemak berwarna kekuningan yang dalam jumlah tertentu dibutuhkan oleh tubuh. Namun, jika kadarnya berlebihan dalam darah, kolesterol dapat menumpuk di dinding pembuluh darah arteri dan menghambat aliran darah ke organ vital.

Baca juga: Menkes Dorong Deteksi Dini TBC, Targetkan Penurunan Kematian Secara Signifikan

“Maka dari itu, kita perlu memahami cara mencegah kenaikan kadar kolesterol saat merayakan Lebaran,” ungkap Ira pada Selasa (1/4/25).

Cara Mencegah Kolesterol Naik Saat Lebaran:

  1. Batasi Konsumsi Makanan Tinggi Lemak
    Setelah menjalani puasa selama satu bulan, seseorang cenderung mengalami peningkatan nafsu makan saat Lebaran. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah memilih makanan rendah lemak. Misalnya, saat mengonsumsi rendang, pilihlah potongan daging tanpa lemak. Hindari jeroan dan daging olahan seperti sosis atau bakso berkuah tinggi lemak.

  2. Kurangi Konsumsi Kue Kering
    Kue kering menjadi sajian yang hampir selalu ada saat Lebaran. Namun, kandungan mentega dan keju dalam kue kering menjadikannya makanan tinggi lemak jenuh. Berdasarkan data dari P2PTM Kemenkes RI, dalam 100 gram keju terdapat 20,3 gram lemak total dan 100 mg kolesterol, sedangkan dalam 100 gram mentega terkandung 81,6 gram lemak total dan 250 mg kolesterol. Oleh karena itu, konsumsi kue kering sebaiknya dibatasi.

    Baca juga: Pemkot Surabaya Siaga Hadapi Lonjakan ISPA, Balita Jadi Fokus Utama

  3. Hindari Gorengan Berlebihan
    Makan gorengan sambil bercengkrama dengan keluarga memang nikmat, tetapi konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar lemak jahat dalam tubuh. Makanan yang digoreng mengandung lemak trans yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung jika tidak dikontrol.

  4. Perbanyak Konsumsi Sayur dan Buah
    Menyeimbangkan pola makan dengan sayuran tinggi serat dapat membantu mengurangi penyerapan kolesterol dalam tubuh. Sayuran seperti wortel, buncis, dan brokoli mengandung serat yang berfungsi menurunkan kadar kolesterol. Selain itu, buah seperti apel dan pir juga dapat membantu mengurangi penyerapan kolesterol dalam darah.

    Baca juga: Paramesti Tak Takut Jarum Suntik: Cerita Anak-anak SLB N Semarang Jalani Cek Kesehatan Gratis

  5. Tetap Aktif Bergerak dan Berolahraga
    Selain menjaga pola makan, aktivitas fisik juga sangat berperan dalam mengontrol kadar kolesterol. Berolahraga secara rutin dapat meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kolesterol jahat (LDL). Selain itu, olahraga membantu mencegah obesitas yang menjadi faktor risiko berbagai penyakit kardiovaskular.

Lebaran memang menjadi momen yang menggembirakan, tetapi penting untuk tetap menjaga kesehatan. Dengan menerapkan pola makan yang seimbang dan tetap aktif bergerak, kita dapat menikmati kebersamaan dengan keluarga tanpa khawatir terhadap risiko kesehatan. Seperti yang diungkapkan oleh Ira Purnamasari, menjaga pola makan bukan berarti mengurangi kebahagiaan saat Lebaran, tetapi justru menjadi langkah bijak untuk menikmati momen spesial ini dengan tubuh yang lebih sehat. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru