Australia Dukung INOVASI untuk Peningkatan Mutu Pendidikan di Jatim

harianmerahputih.id
Rapat daring Tim Pembina yang membahas keberlanjutan program INOVASI di Jawa Timur.

MERAHPUTIH | Surabaya – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sangat mengapresiasi pencapaian program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) di Jawa Timur. Dalam Rapat Tim Pembina (Steering Committee Meeting) program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), Senin (18/05) melalui moda daring (dalam jaringan) tersebut mengusung tema “Hasil Implementasi dan Praktik Baik INOVASI di Fase 1, serta Keberlanjutan Program Di Fase 2” program Inovasi ini sangat bagus sebab menyasar ke sekolah-sekolah yang belum terjangkau.

“Saya berterima kasih karena INOVASI telah membantu meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, inklusi dan pembelajaran kelas rangkap di Jawa Timur, khususnya di lima kabupaten kota atau mitra,” kata Wahid dalan rapat.

Baca juga: Prabowo Minta Pendidikan Lingkungan Masuk Silabus, Pemerintah Gerak Cepat Tangani Bencana

Wahid yang mewakili Gubernur Jawa Timur menyampaikan dalam sambutan pembuka apresiasinya pada pencapaian program INOVASI dan mendukung penyebarluasan program ke sekolah-sekolah yang belum dijangkau.

Dalam rapat daring tersebut, Michelle Lowe selaku Counsellor - Human Development dari Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia pun hadir. Dalam sambutannya, Michelle mengatakan bahwa Pemerintah Australia senantiasa mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia termasuk dalam situasi sulit seperti pandemi Covid-19 saat ini.

“Melalui program INOVASI, kami sangat bangga dapat memberikan dukungan berkelanjutan untuk memperkuat kualitas pendidikan di Indonesia, terutama di jenjang pendidikan dasar,” kata Michelle,

Michelle mengatakan pandemi Covid-19 mempengaruhi kehidupan sehari-hari, termasuk aktivitas pembelajaran sekolah yang saat ini dilakukan secara jarak jauh.  “Transisi ini tidak mudah. Maka dari itu, INOVASI sedang mencari cara untuk mendukung mereka yang terdampak oleh perubahan ini, dan bersama mitra pembangunan lainnya, mendukung pemerintah pusat untuk mengembangkan kebijakan serta cara-cara terbaik untuk mengatasi kondisi saat ini,” imbuhnya.

Turut hadir, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud, Totok Suprayitno yang mengatakan Program INOVASI yang dilaksanakan di empat provinsi di Indonesia termasuk Jawa Timur, sejalan dengan program yang sedang dikembangkan oleh Kemendikbud yakni guru merdeka belajar. “Guru merdeka belajar adalah guru yang mampu melakukan inovasi minimal di kelasnya dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Ini sudah dilaksanakan oleh INOVASI dengan mendorong para guru untuk melakukan inovasi dengan caranya sendiri namun menghasilkan pembelajaran yang luar biasa,” ungkapnya.

Hadir pula perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Moch. Abduh, Ph.D. selaku Plt. Kepala Pusat Asesmen dan Pembelajaran, Balitbang dan Perbukuan yang menyampaikan beberapa capaian program INOVASI Fase I telah diimplementasikan sejak 2018 hingga 2020.

Baca juga: Prabowo Dorong Lompatan Pendidikan Lewat Digitalisasi, Targetkan Satu Juta Panel Terpasang Tahun Depan

“Kita telah mencapai banyak kemajuan terutama pada pembelajaran siswa di kelas,” kata Moch. Abduh. Yang paling menonjol di Jawa Timur adalah adanya implementasi kelas rangkap sebagai solusi untuk daerah terpencil yang kekurangan guru yang diterapkan di Lereng Gunung Bromo Kabupaten Bromo mampu menjadi solusi bagi sekolah yang kekurangan guru namun harus tetap menjaga kualitas dalam mengajar.

 

Sementara itu, Direktur INOVASI, Mark Heyward menyampaikan rencana keberlanjutan kemitraan untuk Fase II. Ia mengatakan Fase II akan berfokus mendukung perubahan pada kebijakan, sistem, dan praktek pendidikan yang sudah terbukti untuk mendukung hasil pembelajaran.

Kendati masih menunggu persetujuan dari Pemerintah Australia, Mark menekankan bahwa INOVASI akan bekerja dengan kabupaten yang memiliki komitmen tinggi. “INOVASI Fase II akan bekerja dengan kabupaten yang berkomitmen untuk bersama merancang dan mendanai program rintisan serta kegiatan,” katanya.

Baca juga: Prabowo Tegaskan Distribusi IFP Prioritas untuk Sekolah 3T

Rapat Tim koordinasi Program INOVASI Jawa Timur ini dihadiri oleh 63 peserta yang terdiri dari kepala daerah dan kepala atau perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dari tingkat provinsi dan lima kabupaten mitra, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Untuk diketahui, di Provinsi Jawa Timur, implementasi program INOVASI dilakukan di lima kabupaten kota yaitu Kabupaten Sumenep, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Sidoarjo dan Kota Batu. Selain bermitra langsung dengan kabupaten kota, INOVASI di Jawa timur juga menggandeng LPTK Universitas Negeri Surabaya, Universitas Islam negeri Sunan Ampel Surabaya, Unversitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Universitas Bina Nusantara, LSM Kolaborasi Literasi Bermakna, dan 2 organisasi besar Islam di Indonesia yakni LP Maarif NU dan Muhamamdiyah. (sis/ayn)

 

Editor : Ayun Rahmawati

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru