Winger Persebaya Malik Risaldi Dipanggil Perkuat ASEAN All Star Hadapi Manchester United

harianmerahputih.id
Aksi Malik Risaldi saat membela Persebaya menghadapi PSBS Biak di Stadion Gelora Bung Tomo pada (15/2) lalu. (Persebaya)

MERAHPUTIH I SURABAYA – Sebuah kebanggaan menyelimuti skuad Persebaya Surabaya setelah winger andalan mereka, Malik Risaldi, dipastikan menjadi bagian dari tim ASEAN All Star yang akan menghadapi raksasa Inggris, Manchester United, dalam laga ekshibisi bertajuk “ASEAN All Stars vs Manchester United” di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 28 Mei 2025.

Kepastian pemanggilan Malik dikonfirmasi langsung oleh Media Officer Persebaya, Jonathan Yohvinno Thamrin. Menurut Jonathan, pihak klub telah menerima surat resmi dari Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) terkait undangan kepada pemain berusia 29 tahun tersebut untuk memperkuat tim gabungan Asia Tenggara.

Baca juga: Persebaya Gaspol ke Lampung, Uston Pastikan Skuad Tetap Bugar Meski Jadwal Melelahkan

“Ya, kami sudah menerima surat pemanggilan dari AFF. Malik akan berangkat ke Malaysia untuk bergabung dengan ASEAN All Star menghadapi Manchester United,” ujar Jonathan saat dihubungi Kompas, Senin (26/5/2025).

Pemanggilan ini bukan hanya menjadi catatan personal yang membanggakan bagi Malik, tetapi juga menjadi bukti bahwa kompetisi domestik Indonesia, khususnya Liga 1, telah menghasilkan talenta yang layak tampil di panggung internasional. Malik akan bergabung dengan dua pemain Indonesia lainnya yang turut dipanggil, yakni Asnawi Mangkualam (Port FC, Thailand) dan Muhammad Ferrari (Persija Jakarta).

Musim 2024/2025 menjadi salah satu musim terbaik Malik Risaldi sejak memperkuat Persebaya. Bermain di sisi sayap, Malik menunjukkan performa yang konsisten, tidak hanya dalam aspek teknis tetapi juga kontribusi nyata di atas lapangan. Hingga pekan ke-30 Liga 1, ia mencatatkan 24 penampilan dengan torehan 4 gol dan 4 assist—catatan yang menunjukkan kontribusi seimbang antara ofensif dan kolektivitas tim.

Namun, lebih dari sekadar angka statistik, kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta kecerdikan membuka ruang menjadi atribut yang membuat Malik begitu menonjol. Pelatih-pelatih lawan kerap kali memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan lincah pemain asal Rembang tersebut.

“Penampilan Malik musim ini sangat konsisten. Dia menjadi salah satu motor serangan kami, dan kami tentu bangga dia mendapat kepercayaan tampil di level Asia Tenggara,” kata pelatih Persebaya, Paul Munster, dalam kesempatan terpisah.

Baca juga: Persebaya Pecat Eduardo Perez, Gejolak di GBT Berbuah Keputusan Besar

Laga melawan Manchester United bukan pertandingan biasa. Klub asal Old Trafford itu akan melakoni tur pramusim ke Asia Tenggara sebagai bagian dari rangkaian persiapan menghadapi musim baru Liga Inggris. Laga kontra ASEAN All Star menjadi salah satu agenda utama mereka di kawasan ini, sekaligus menjadi ajang promosi global klub yang memiliki jutaan penggemar di Asia.

Bagi para pemain Asia Tenggara, laga ini menjadi panggung langka untuk tampil menghadapi tim bertabur bintang dan bersejarah panjang. Sebuah kesempatan untuk mengukur kemampuan, memperluas pengalaman, serta menunjukkan bahwa sepak bola ASEAN tak bisa lagi dipandang sebelah mata.

“Ini bukan sekadar laga persahabatan. Ini kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa pemain-pemain Asia Tenggara juga punya kualitas. Kami bangga Malik bisa jadi bagian dari momen besar ini,” ujar Jonathan.

Baca juga: Persebaya Gagal Maksimalkan Keunggulan Pemain, Arema Pulang dengan Satu Poin dari GBT

Selain sebagai ajang hiburan, pertandingan ini juga memiliki nilai simbolik. Dengan dipilihnya pemain dari berbagai negara ASEAN, termasuk Indonesia, laga ini menjadi refleksi dari meningkatnya daya saing sepak bola Asia Tenggara di tingkat regional dan global.

Bagi Malik, laga ini menjadi titik penting dalam karier profesionalnya. Dipanggil membela tim gabungan terbaik di kawasan, menghadapi salah satu klub tersukses dunia, merupakan validasi dari kerja keras, dedikasi, dan semangat yang ia tunjukkan selama ini.

Ia bukan hanya membawa nama diri dan klub, tetapi juga harapan dari ribuan pendukung Persebaya dan jutaan penikmat sepak bola Tanah Air. Ketika peluit kick-off berbunyi di Bukit Jalil nanti, Malik akan mewakili mimpi banyak anak muda Indonesia: untuk menunjukkan bahwa bakat dari Rembang pun bisa bersaing di pentas sepak bola internasional.(RED)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru