MERAHPUTIH I BANDUNG — Kejutan datang dari Bandung. Meski dipastikan tetap menjadi tuan rumah Piala Presiden 2025, klub kebanggaan Jawa Barat, PERSIB Bandung, harus rela memindahkan venue pertandingan dari Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) ke Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung.
Kepastian ini diumumkan langsung oleh Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, Rabu (4/6/2025), usai menerima kunjungan Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2025, Maruarar Sirait. Hadir dalam pertemuan itu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wakil Gubernur Erwan Setiawan, serta Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Manajemen PERSIB pun turut mendampingi, termasuk CEO Glenn T. Sugita dan Komisaris Umuh Muchtar.
Baca juga: PERSIB Langsung Terbang ke Surabaya, Siapkan Diri Hadapi Madura United di Tengah Padatnya Jadwal
Menurut Adhitia, keputusan ini tak lepas dari proses renovasi yang belum tuntas di Stadion GBLA. Rumput yang belum laik pakai dan keterbatasan fasilitas pendukung membuat stadion berkapasitas 38.000 penonton itu dinyatakan belum layak untuk menggelar turnamen pramusim akbar tersebut.
“Melihat kondisi rumput saat ini, GBLA belum siap. Selain itu, hanya tersedia dua ruang ganti, sementara format turnamen membutuhkan empat karena laga dimainkan sore dan malam,” ujar Adhitia.
Stadion Si Jalak Harupat akhirnya ditunjuk sebagai alternatif utama. Keputusan ini didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Stadion yang berlokasi di Soreang tersebut dinilai lebih siap dari sisi infrastruktur dan fasilitas pendukung.
Baca juga: Lion City Sailors Kalahkan Persib 3-2, Perebutan Tiket 16 Besar Grup G Memanas
“PERSIB tetap menjadi tuan rumah. Kami optimistis SJH bisa memberikan atmosfer terbaik untuk seluruh tim dan para pendukung,” tambah Adhitia.
Langkah cepat ini menjadi sinyal kuat bahwa PERSIB serius memanfaatkan momentum Piala Presiden 2025 untuk membangkitkan semangat sepak bola di Jawa Barat. Turnamen ini juga disebut-sebut sebagai ajang pemanasan sebelum bergulirnya Liga 1 musim 2025/2026.
Dengan dipindahkannya venue ke SJH, perhatian kini tertuju pada respons suporter setia PERSIB, Bobotoh. Antusiasme mereka diyakini tetap tinggi, mengingat peran strategis Piala Presiden sebagai penggerak semangat dan kebanggaan daerah.
Baca juga: PERSIB Tahan Gempuran Lion City Sailors, Babak Pertama Berakhir 1-1
Piala Presiden 2025 bukan sekadar turnamen pramusim. Ia adalah panggung yang menguji kesiapan klub-klub elite nasional, sekaligus ladang pembuktian bagi tuan rumah bahwa sepak bola adalah bagian tak terpisahkan dari jati diri warga Jawa Barat. (red)
Editor : Redaksi