Piala Presiden 2025: Format Baru, Gairah Baru, dan Harapan Besar untuk Sepak Bola Indonesia

harianmerahputih.id
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir seusai menggelar press conference Piala Presiden 2025 di Menara Danareksa, Jakarta, pada Jumat (13/6)

MERAHPUTIH I JAKARTA — Turnamen Piala Presiden 2025 akan kembali hadir memeriahkan jagat sepak bola nasional dengan wajah baru yang lebih segar dan lebih internasional. Turnamen pramusim yang telah menjadi tradisi sejak 2015 ini akan digelar pada 3–12 Juli 2025, dan menghadirkan kejutan dalam format dan peserta. Tak hanya diikuti klub-klub top dalam negeri, tahun ini dua tim dari luar negeri turut ambil bagian: Oxford United dari Inggris dan Port FC dari Thailand.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan langsung kabar ini dalam konferensi pers di Menara Danareksa, Jakarta, Jumat (13/6/2025), didampingi oleh Ketua Steering Committee Piala Presiden 2025 Maruarar Sirait dan Ketua Organizing Committee Harsiwi Achmad.

Baca juga: Kapten Persija Rizky Ridho Masuk Nominasi Puskas Award 2025, Gol Spektakulernya Guncang Dunia

“Turnamen ini sudah menjadi agenda yang sangat dinanti. Namun kali ini kita mencoba menyuntikkan energi baru dengan mengundang klub luar negeri, bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pembangunan Timnas,” kata Erick. “Kita ingin para pemain kita lebih sering mendapat lawan dengan standar permainan yang lebih tinggi,” ujarnya menambahkan.

Selain tiga tim domestik, Arema FC sebagai juara bertahan, Persib Bandung yang menjuarai Liga 1 2024/2025, dan Dewa United sebagai runner-up, dua klub luar negeri akan ikut ambil bagian. Port FC, klub asal Thailand tempat Asnawi Mangkualam kini merumput, serta Oxford United, klub Liga One Inggris yang dibela dua talenta muda Indonesia: Marselino Ferdinan dan Justin Hubner (sebelumnya Ole Ravelobé).

Satu peserta lainnya adalah Liga Indonesia All-Stars, tim pilihan yang terdiri dari pemain-pemain terbaik Liga 1, baik yang sudah mapan maupun bintang muda yang tengah bersinar.

Kehadiran tim All-Stars ini, menurut Erick, merupakan bagian dari kerja sama erat antara PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menumbuhkan regenerasi pemain nasional. “Kami ingin terus melahirkan bintang baru dan memberi ruang tampil bagi para pemain muda,” katanya.

Turnamen ini juga akan dibuka dengan seremoni megah di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 6 Juli 2025.

Piala Presiden kali ini menegaskan posisinya sebagai turnamen mandiri tanpa mengandalkan dana pemerintah. Ketua SC Maruarar Sirait menyebut bahwa sejak edisi pertama, seluruh pendanaan bersumber dari sponsor swasta.

Baca juga: Garuda Gagal Curi Poin di Jeddah, Tumbang Tipis 2-3 dari Arab Saudi

“Kami tidak pernah menerima dana APBN, APBD, atau BUMN. Ini penting untuk menjaga independensi dan profesionalitas turnamen,” tegas Maruarar. Ia menambahkan bahwa saat ini sudah ada lima sponsor yang berkomitmen, dengan nilai total dukungan mencapai Rp50 miliar.

Turnamen ini juga tetap membawa semangat ekonomi kerakyatan dengan menggandeng pelaku UMKM lokal untuk terlibat dalam ekosistem pertandingan. “Baik dari sisi kuliner, suvenir, maupun kegiatan ekonomi lainnya, kami dorong UMKM tampil,” jelas Maruarar.

Tak kalah penting, Maruarar juga menyinggung pentingnya sportivitas dan integritas pertandingan. Ia bahkan mengusulkan penggunaan wasit asing untuk menjamin keadilan dalam pertandingan. “Kalau perlu, rekrut wasit dari luar yang kredibel agar kita tak lagi bicara isu pengaturan skor,” ucapnya lantang.

Untuk menjaga atmosfer kompetitif tetap bergelora, panitia juga meningkatkan total hadiah turnamen. Juara Piala Presiden 2025 akan diganjar Rp5,5 miliar — naik Rp250 juta dari tahun sebelumnya. Sementara runner-up berhak atas Rp3 miliar.

Baca juga: Erick Thohir Apresiasi Surabaya: Kota Pahlawan Jadi Laboratorium Talenta Muda Sepak Bola Indonesia

“Hadiah ini bukan sekadar angka. Ini simbol apresiasi terhadap perjuangan klub dan pemain,” kata Maruarar.

Di akhir konferensi, Erick Thohir menegaskan bahwa turnamen ini bukan semata perayaan sepak bola, tapi juga panggung untuk memperlihatkan masa depan. “Kita tidak bisa membangun timnas sendirian. Dukungan dari klub, pemain, hingga masyarakat luas sangat krusial,” ujarnya.

Dengan format baru, partisipasi klub internasional, dan semangat perubahan, Piala Presiden 2025 diharapkan bukan hanya menjadi tontonan menarik, tetapi juga langkah konkret menuju ekosistem sepak bola Indonesia yang lebih profesional dan berdaya saing global. (RED)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru