MERAHPUTIH I SEMARANG — Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hijau kembali mendapat dukungan dari mitra internasional. Kali ini, sinyal positif datang dari Singapura. Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng, bertandang ke Kantor Gubernur Jawa Tengah di Semarang, Selasa (1/7/2025), dan membuka peluang baru kerja sama investasi ramah lingkungan.
Dalam pertemuan hangat tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi atas kontribusi Singapura sebagai salah satu negara dengan nilai investasi terbesar di provinsinya. Pada triwulan pertama tahun 2025 saja, investasi dari Negeri Singa itu telah menembus angka Rp2,081 triliun.
Baca juga: Pemprov Jateng–BMKG Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrem Saat Nataru
“Investasi dari Singapura ini konsisten tumbuh. Dari Rp1,9 triliun di 2021, naik hingga Rp8,6 triliun pada tahun lalu. Ini tren yang sangat baik dan harus terus kita dorong, terutama pada sektor ekonomi hijau,” tutur Luthfi usai pertemuan.
Ekonomi hijau, menurut Luthfi, menjadi salah satu prioritas pembangunan Jawa Tengah. Pemerintah provinsi kini menaruh perhatian besar pada pengembangan energi baru terbarukan seperti biomigas, panas bumi, hingga pembangkit listrik tenaga surya.
“Potensi energi baru terbarukan kita luar biasa. Tapi butuh dukungan investasi untuk mengoptimalkannya. Ini yang sedang kami jajaki bersama Pemerintah Singapura,” ujar Luthfi.
Tak hanya sektor energi, kerja sama juga akan diarahkan ke bidang lain seperti pengembangan UMKM, pariwisata, hingga komoditas unggulan pertanian dan peternakan. Salah satu strategi yang disiapkan adalah menjalin sinergi dengan provinsi-provinsi di Kepulauan Riau yang telah memiliki akses kuat ke pasar Singapura.
Baca juga: Jateng Peringati Hakordia, Gubernur Luthfi Tekankan Integritas Pejabat Publik
“Kami ingin produk-produk dari wirausahawan Jateng seperti kopi, ayam, dan bawang merah bisa menembus pasar Singapura. Kami akan gandeng mitra lokal di sana yang sudah punya jaringan,” imbuhnya.
Untuk memperkuat tindak lanjut, Luthfi menyiapkan tim khusus yang akan berkunjung ke Singapura dalam waktu dekat, atau mengirimkan delegasi untuk mempresentasikan berbagai peluang investasi di daerahnya.
Di sisi lain, Dubes Kwok menyampaikan kekagumannya atas kemajuan industri di Jawa Tengah. Menurutnya, pertumbuhan kawasan industri seperti Kendal dan Batang menjadi magnet baru bagi investor Singapura. Lebih dari itu, penguatan sektor logistik dan konektivitas dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar produk-produk Jawa Tengah bisa menjangkau pasar global.
Baca juga: Delegasi Connect Souq Sambangi Jateng, Bidik Kopi hingga Kelapa untuk Pasar Global
“Industri hijau bukan sekadar tren, tetapi arah masa depan. Kami melihat banyak peluang untuk kemitraan yang saling menguntungkan,” ujar Kwok.
Ia juga menegaskan pentingnya penyediaan energi terbarukan dalam menarik investasi jangka panjang. “Investor kini sangat peduli dengan sumber energi yang berkelanjutan. Jawa Tengah memiliki potensi itu, dan kami ingin berperan dalam pengembangannya,” pungkas Kwok.
Dengan sinergi kuat antara pemerintah daerah dan mitra asing, Jawa Tengah tampak siap mengambil peran strategis dalam transformasi industri nasional menuju arah yang lebih ramah lingkungan. (red)
Editor : Redaksi