Berguinho, PERSIB, dan Asa Menyatukan Irama Menuju Musim Panjang

harianmerahputih.id
Gelandang PERSIB, Rosembergne da Silva "Berguinho" berlatih di Lapangan Pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat, 4 Juli 2025. (PERSIB.co.id/Barly Isham)

MERAHPUTIH I BANDUNG — Satu demi satu, potongan puzzle mulai dirangkai. Di atas lapangan latihan PERSIB yang perlahan diguyur matahari Bandung, seorang gelandang asal Brasil tampak larut dalam sesi latihan. Rosembergne da Silva, atau yang lebih akrab disapa Berguinho, berlari, mengoper, dan berkomunikasi dalam bahasa universal: sepak bola.

Turnamen Piala Presiden 2025 memang belum bergulir. Tapi bagi PERSIB, ajang pramusim ini jauh lebih dari sekadar pemanasan. Ini adalah titik tolak. Penanda awal perjalanan panjang menuju Liga 1 dan AFC Champions League Two musim 2025/2026, dua kompetisi yang menuntut konsistensi, kedalaman skuad, dan yang terpenting: kekompakan tim.

Baca juga: PERSIB Langsung Terbang ke Surabaya, Siapkan Diri Hadapi Madura United di Tengah Padatnya Jadwal

“Ya, kami akan menjalani turnamen pramusim bersama tim-tim yang bagus. Ini akan sangat bagus untuk persiapan PERSIB dalam menghadapi kompetisi yang sesungguhnya,” ujar Berguinho seusai latihan. Suaranya tenang, tetapi tekadnya mengeras di balik setiap kalimat.

Sudah sepekan gelandang berusia 28 tahun ini bergabung dalam sesi latihan bersama tim. Adaptasinya terbilang cepat. “Saya merasa diterima dengan sangat baik oleh semuanya di sini. Mereka banyak membantu dalam proses adaptasi saya,” kata Berguinho. Ia menyebutkan bagaimana pelatih, staf, dan pemain senior banyak memberikan arahan dan kepercayaan.

PERSIB memang bukan sekadar klub sepak bola. Ia adalah institusi yang dibangun dari semangat kolektif warga Bandung dan Jawa Barat. Masuk ke dalam ruang itu, seorang pemain asing seperti Berguinho tak hanya dituntut bisa bermain, tetapi juga menyatu.

“Di PERSIB, banyak pemain hebat yang punya ambisi dan mental juara,” ujarnya. Sebuah pengakuan yang mencerminkan harapan besar, sekaligus kesadaran bahwa tak ada waktu untuk berjalan lambat.

Baca juga: Lion City Sailors Kalahkan Persib 3-2, Perebutan Tiket 16 Besar Grup G Memanas

Di Piala Presiden 2025, PERSIB akan bersaing dalam grup yang tak bisa dianggap enteng. Port FC dari Thailand dan Dewa United akan menjadi batu uji. Hanya juara grup yang berhak lolos ke final, menghadapi pemuncak dari grup lain yang dihuni Oxford United (Inggris), Arema FC, dan tim seleksi Liga 1 Indonesia.

Dalam konteks ini, turnamen pramusim tak sekadar simulasi. Ia menjadi medan untuk menemukan keseimbangan. Bagi Berguinho, yang punya pengalaman di liga Brasil dan Asia, Piala Presiden adalah ruang untuk memahami pola, membangun koneksi dengan rekan setim, serta mengenal ritme sepak bola Indonesia yang khas dan penuh intensitas.

“Saya ingin membantu tim mencapai target. Piala Presiden ini penting untuk membentuk chemistry dan memahami karakter permainan PERSIB,” ucapnya.

Baca juga: PERSIB Tahan Gempuran Lion City Sailors, Babak Pertama Berakhir 1-1

Musim ini akan menjadi musim penentu. Dengan target tinggi di dua ajang besar, PERSIB tak bisa hanya mengandalkan nama besar atau euforia suporter. Mereka perlu pendekatan taktis, rotasi cerdas, dan pemain-pemain yang siap bekerja keras tanpa pamrih. Dalam peta itu, Berguinho bukan sekadar rekrutan baru, tetapi salah satu poros permainan yang akan menentukan arah tim.

Pelatih kepala PERSIB, yang memilih meracik formasi dan strategi secara bertahap, menyambut baik antusiasme Berguinho. Ia menyebut sang gelandang sebagai pemain dengan visi tajam dan etos kerja tinggi.

Kini, tinggal menunggu waktu. Ketika peluit pertama Piala Presiden 2025 ditiup, Berguinho dan rekan-rekannya akan menguji hasil kerja keras mereka. Dan bagi para pendukung PERSIB, setiap umpan, setiap tekanan, dan setiap gol bukan hanya simbol kemenanganm melainkan tanda bahwa klub kebanggaan mereka sedang melangkah menuju mimpi yang lebih besar. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru