Satu Jasad Korban KMP Tunu Pratama Jaya Ditemukan di Selat Bali

harianmerahputih.id
FOTO ILUSTRASI :

MERAHPUTIH I BANYUWANGI — Setelah empat hari pencarian intensif pascainsiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, Tim SAR gabungan kembali menemukan satu jasad korban pada Minggu (6/7/2025) siang. Penemuan itu memperkuat harapan sekaligus keprihatinan mendalam atas tragedi laut yang menewaskan sedikitnya tujuh orang dan masih menyisakan puluhan korban yang belum ditemukan.

Korban ditemukan sekitar pukul 10.41 WIB oleh Search and Rescue Unit (SRU) Laut di Selat Bali, tepatnya sejauh sekitar 6 mil laut dari titik terakhir kapal dinyatakan hilang (last known position/LKP). Lokasi tersebut berada di sisi selatan perairan, yang dalam beberapa hari terakhir menjadi fokus pencarian karena arah arus laut dan kondisi angin.

Baca juga: Evakuasi Rampung, Operasi SAR di Ponpes Al-Khoziny Resmi Ditutup

“Jaraknya sekitar 5,7 hingga 6 mil laut ke arah selatan dari LKP. Titik ini sesuai dengan pola penyebaran arus yang kami perhitungkan sebelumnya,” ujar Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada II Laksamana TNI Endra Hartono.

Jasad korban pertama kali terdeteksi oleh KRI Fanildo yang sedang melakukan pemindaian dasar laut menggunakan perangkat sonar. Saat melakukan pengamatan visual di permukaan laut, tim menemukan sesosok tubuh mengambang dalam posisi tengkurap.

“Tim melihat obyek menyerupai manusia, dan saat dikonfirmasi melalui teropong, kami pastikan itu jasad korban. Tidak menunggu lama, kami mengerahkan KRI Tongkol untuk melakukan evakuasi,” tutur Endra.

Evakuasi berjalan lancar, meski dilakukan di tengah kondisi laut yang berombak sedang. Jasad korban kemudian dipindahkan ke KRI Tongkol dan dibawa menuju Dermaga Pusri di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Korban yang ditemukan mengenakan kaos berwarna biru navy dan celana pendek. Namun, tidak ditemukan tanda pengenal atau dokumen identitas apa pun yang melekat di tubuhnya. Hal ini menyulitkan proses identifikasi awal.

Baca juga: Evakuasi Diperpanjang, Tim SAR Tak Ingin Ada Satu Pun Santri Tertinggal di Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny

“Kami belum bisa memastikan identitasnya. Karena itu, jenazah langsung dibawa ke RSUD Blambangan untuk dilakukan proses identifikasi lebih lanjut melalui pencocokan data ante-mortem dan post-mortem, termasuk sidik jari dan kemungkinan data DNA,” kata Endra.

Sekitar pukul 13.40 WIB, KRI Tongkol merapat di dermaga dan jenazah segera dibawa dengan ambulans menuju rumah sakit. Sejumlah petugas medis dan tim DVI (Disaster Victim Identification) dari Polri sudah bersiaga di lokasi.

Dengan ditemukannya jasad tersebut, total korban dari peristiwa tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya yang berhasil teridentifikasi kini mencapai 37 orang. Dari jumlah tersebut, tujuh dinyatakan meninggal dunia, 30 lainnya selamat. Sementara 28 orang masih dinyatakan hilang.

Baca juga: Polisi Beber Fakta Baru, Bus RSBS Jember Tabrak Tebing Tanpa Jejak Pengereman

“Operasi SAR terus dilanjutkan, baik melalui udara, permukaan laut, maupun penyisiran dasar laut. Kami juga berkoordinasi dengan nelayan setempat jika ada temuan atau laporan yang berkaitan,” ujar Kepala Kantor SAR Surabaya, Djuanadi.

Tim SAR yang terlibat dalam operasi gabungan ini terdiri dari unsur TNI AL, Basarnas, Polairud, BPBD, dan relawan sipil. Mereka menggunakan sejumlah kapal, drone maritim, dan alat sonar untuk memindai perairan yang cukup luas, mulai dari sekitar LKP hingga ke pesisir selatan Banyuwangi dan utara Bali. (red)

 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru