MERAHPUTIH U SURABAYA — Perkenalan mahasiswa baru Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya pada tahun ini tampil dalam wajah yang lebih segar dan adaptif terhadap zaman. Dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025, panitia menghadirkan Owly Quest Treasure Hunt, sebuah permainan interaktif berbasis teknologi yang dirancang tidak sekadar sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi yang memperkuat identitas kebangsaan.
Permainan ini menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian PKKMB Untag Surabaya yang digelar pada 2, 3, 4, dan 6 September 2025, sebelum berakhir dalam gelaran Campus Expo pada 4 Oktober. Di balik suasana riang permainan yang memanfaatkan teknologi digital, tersimpan pesan-pesan penting tentang cinta tanah air, kepedulian sosial, serta pentingnya adaptasi teknologi di lingkungan pendidikan tinggi.
Baca juga: Dishub Surabaya Tertibkan Jukir Liar dan Parkir Sembarangan di Pusat Kota
Owly Quest bukanlah aplikasi hasil adaptasi dari luar. Aplikasi ini sepenuhnya dikembangkan secara internal oleh tim Untag Surabaya, di bawah kepemimpinan Supangat, Ph.D., ITIL., COBIT., CLA., CISA, yang juga menjabat sebagai Ketua PKKMB 2025 dan dosen Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi.
Permainan ini memanfaatkan integrasi teknologi QR code dan sistem mobile kampus, yang memungkinkan mahasiswa baru berpindah dari satu pos ke pos lainnya dengan cara memindai kode. Proses ini secara otomatis mencatat waktu, menyimpan data eksplorasi, serta menampilkan hasil pencarian secara langsung.
“Owly Quest dirancang bukan sekadar permainan, tetapi sebagai media pembelajaran yang menyenangkan. Kami ingin mahasiswa mengenal kampus tidak hanya lewat presentasi satu arah, tetapi melalui pengalaman langsung yang penuh semangat, kebersamaan, dan kecintaan pada nilai-nilai Merah Putih,” ujar Supangat saat ditemui di sela persiapan acara.
Dalam permainan ini, mahasiswa baru ditantang menyelesaikan sejumlah misi edukatif di titik-titik strategis lingkungan kampus. Setiap tantangan dirancang untuk memperkenalkan unit-unit di dalam kampus, sistem akademik, serta organisasi kemahasiswaan. Nilai-nilai patriotisme juga disisipkan, menjadikan permainan ini sebagai medium pembelajaran karakter yang tidak membosankan.
Maskot burung hantu “Owly” dipilih sebagai simbol kebijaksanaan, kepedulian, dan persahabatan.
“Kami percaya bahwa nilai-nilai tersebut sangat penting ditanamkan sejak awal mahasiswa mulai menapaki dunia perkuliahan,” tutur Supangat.
Lebih dari itu, ia juga mengapresiasi sinergi dan koordinasi antarseksi dalam kepanitiaan PKKMB 2025. “Panitia telah bekerja dengan semangat kolektif yang luar biasa. Dari teknis, konsumsi, hingga dokumentasi—semuanya dijalankan dengan dedikasi. Ini bukan hanya soal suksesnya acara, tapi cerminan bagaimana nilai-nilai Merah Putih dihidupkan lewat kerja bersama,” tambahnya.
Baca juga: Surabaya Tunda Tanggul Laut, Pemkot Fokus Pompa dan Bozem Tekan Rob
Rangkaian kegiatan PKKMB 2025 dirancang oleh tim panitia yang melibatkan berbagai unsur dosen dan staf. Dinda Lisna Amalia, S.Sos., M.A. dipercaya sebagai Koordinator Sie Acara dan Produksi, merancang alur kegiatan agar tetap dinamis. Sementara itu, kebutuhan logistik dan konsumsi ditangani oleh Juli Fatkhun Nikmah, S.Psi., M.Psi., dengan penekanan pada gizi seimbang.
Untuk memastikan keselamatan, dr. Icha Safitri bertanggung jawab di bidang kesehatan, didukung Irawan, S.T. sebagai Koordinator Sie Perlengkapan dan Transportasi. Informasi dan dokumentasi dikoordinasi oleh Rahmania Zilfi, S.Sos., M.Med.Kom. Sedangkan keamanan selama acara menjadi tanggung jawab Peltu (Purn) Hartoyo.
Di sisi administratif, Moh. Taufik, S.Psi., M.Psi., Psikolog memegang peran sebagai Koordinator Sie Kesekretariatan, dengan dukungan Aditya Rizkiardi, S.T., M.T. di bagian penataan ruang dan estetika. Untuk urusan sponsor dan perizinan, Aisyah Maharani, S.Pd., M.I.Kom. menjadi garda depan dalam menjalin kemitraan dengan pihak eksternal.
PKKMB akan ditutup dengan Campus Expo 2025, yang menghadirkan grup musik Juicy Luicy sebagai bintang tamu. Kehadiran mereka menjadi simbol penyatu suasana kekeluargaan dan semangat kebersamaan di kalangan mahasiswa baru.
Baca juga: Pelajar Surabaya Jadi “Prajurit Mangrove”, Tanam 18 Ribu Bibit untuk Bentengi Pesisir
“Dipilih melalui polling terbuka di lingkungan kampus, Juicy Luicy kami harapkan mampu mengisi ruang emosional mahasiswa baru dengan semangat positif dan rasa kebersamaan. Ini bukan sekadar hiburan, tapi bagian dari proses adaptasi mereka ke dalam kehidupan kampus,” ungkap Supangat.
Untag Surabaya menempatkan PKKMB tidak hanya sebagai agenda tahunan, tetapi juga sebagai momentum strategis dalam membentuk fondasi karakter mahasiswa. Owly Quest, dalam hal ini, bukan sekadar permainan. Ia adalah jembatan awal menuju kehidupan akademik yang kolaboratif, berjiwa kebangsaan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dengan penguatan teknologi yang dibalut nilai-nilai nasionalisme, kampus Merah Putih kembali menegaskan komitmennya untuk membentuk mahasiswa yang unggul, berpikir kritis, dan mencintai bangsanya dalam tindakan nyata. (red)
Editor : Redaksi