MERAHPUTIH I MAGELANG - Transformasi Posyandu menuju layanan publik yang terpadu dan berstandar nasional mulai digerakkan dari Kota Magelang, Jawa Tengah. Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah, menargetkan hadirnya tiga Posyandu percontohan yang menerapkan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Inisiatif ini diharapkan dapat mempercepat integrasi layanan dasar berbasis masyarakat di seluruh kabupaten/kota di provinsi tersebut.
"Kita mulai dari tiga dulu. Kalau berhasil dan punya inovasi yang kuat, posyandu lain akan lebih mudah meniru. Jadi semacam lokomotif untuk posyandu lain," ujar Nawal usai menghadiri pelantikan Tim Pembina Posyandu Kota Magelang dan kecamatan/kelurahan di Aula Gedung Wanita, Kamis (31/7/2025).
Baca juga: DPN Soroti Kerentanan Jateng, Pertahanan Nonmiliter Jadi Fokus Utama
Enam bidang SPM yang dimaksud meliputi sektor kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum dan perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat. Bidang-bidang ini merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal.
Menurut Nawal, perubahan paradigma layanan Posyandu dari sekadar pemberian layanan kesehatan ibu dan anak menuju integrasi layanan dasar memerlukan adaptasi yang tidak ringan. Ia mencontohkan Posyandu Tulip di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, yang telah sukses menerapkan enam SPM dan menjadi juara tingkat provinsi.
"Kita harus sosialisasikan pendekatan dan teknik integrasinya. Ada konsep-konsep baru yang harus diterapkan, dan ini butuh kerja sama lintas sektor," tuturnya.
Baca juga: Peresmian Lima Infrastruktur Baru: Prabowo Tegaskan Konektivitas Jadi Tulang Punggung Pemerataan
Dalam kesempatan yang sama, Nawal mengapresiasi Kota Magelang yang kini memiliki 199 Posyandu aktif. Ia menyebut semangat kader menjadi kunci keberlanjutan pelayanan di tengah tantangan kapasitas dan dukungan kebijakan.
“Kita tidak bisa jalan sendiri. Harus ada rakor lintas perangkat daerah, terutama untuk mengantisipasi kebutuhan tambahan kader dan insentif mereka,” ujar istri Wakil Gubernur Jawa Tengah ini.
Ketua TP Posyandu Kota Magelang, Nanik Yunianti, menyambut baik langkah pilot project ini. Pihaknya tengah mengidentifikasi tiga Posyandu potensial untuk dijadikan percontohan.
Baca juga: Posyandu Enam SPM Dikebut, Jateng Siapkan Lompatan Layanan Publik
“Kami akan pilih Posyandu yang secara SDM dan lokasi mendukung untuk mengawali proyek ini. Sebelum itu, akan ada bimbingan teknis agar para kader benar-benar memahami tugas dan peran mereka sesuai enam SPM,” kata Nanik.
Transformasi Posyandu menuju pusat layanan dasar terpadu memang menjadi arah kebijakan nasional dalam reformasi sistem kesehatan berbasis masyarakat. Dalam konteks itu, Jawa Tengah mengambil langkah awal dengan pendekatan pragmatis: mulai dari yang kecil, tapi nyata. Kota Magelang kini berada di barisan terdepan. (red)
Editor : Redaksi