MERAHPUTIH I SURABAYA - Dinas Pendidikan Jawa Timur mendorong siswa di wilayahnya untuk memiliki kepercayaan diri dan karakter kuat agar mampu bersaing di tingkat internasional. Pesan tersebut disampaikan melalui kegiatan Dialog Inspirasi bertajuk “From Classroom to Global Stage” yang digelar di Surabaya, Selasa (12/8).
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa pendidikan di Jawa Timur tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian akademik, melainkan juga pembentukan karakter. Menurutnya, kombinasi antara kecerdasan intelektual dan integritas pribadi menjadi modal penting menghadapi tantangan global.
Baca juga: Tarif Murah, Fasilitas Nyaman: Trans Jatim Gajayana Jadi Idola Baru Malang Raya
“Kita ingin mencetak siswa yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga berkarakter dan percaya diri. Mereka harus siap memimpin, dimulai dari memimpin diri sendiri, lalu lingkungan sekitar, hingga suatu saat di tingkat nasional,” ujar Aries.
Acara tersebut menghadirkan pembicara inspiratif, Ari Sufiati, pendiri Yayasan Indonesia Light House sekaligus profesional di perusahaan teknologi global Apple Inc. Ari membagikan pengalaman pribadinya bekerja di lingkungan multinasional dan tantangan beradaptasi di panggung internasional.
Ia menekankan bahwa rasa percaya diri menjadi kunci ketika berinteraksi dengan orang dari berbagai negara, meski kemampuan bahasa Inggris belum sempurna atau memiliki logat khas.
Baca juga: Jatim Kirim Bantuan Rp5 Miliar untuk Sumatera, Khofifah: Ini Amanah dari Warga Kami
“Orang Rusia, Prancis, atau Jawa pun punya logat. Yang penting adalah percaya diri. Logat tidak menghalangi komunikasi, justru menjadi bagian dari identitas,” kata Ari.
Dindik Jatim mengundang para pengurus OSIS dari berbagai SMA/SMK untuk mengikuti kegiatan ini, dengan harapan para siswa mampu merancang cita-cita sejak dini. Aries menginginkan kegiatan serupa menjadi agenda rutin guna memotivasi siswa mengembangkan diri dan memiliki pandangan luas terhadap dunia.
Anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur, Suko Widodo, melihat bahwa pendidikan karakter tidak hanya menjadi tugas sekolah. Peran berbagai pihak, mulai dari media massa, tokoh agama, pelaku usaha, CEO, hingga seniman, turut dibutuhkan.
Baca juga: Kendal Kian Berlari: Gelaran Fun Run Picu Ekonomi, Gairahkan Wisata, dan Tanamkan Budaya Sehat
“Kita perlu menghadirkan cara-cara kreatif dan menyenangkan. Seminar yang dikombinasikan dengan musik atau bernyanyi, misalnya, akan membuat anak lebih mudah menyerap nilai dan semangat untuk peka terhadap lingkungannya,” ujarnya.
Melalui Dialog Inspirasi ini, Dindik Jatim berharap siswa-siswa di Jawa Timur semakin berani menatap dunia, membawa identitas budaya sendiri, sekaligus siap berkompetisi di panggung global.(DPR)
Editor : Redaksi