Kapolri Perintahkan Usut Tuntas Pembakaran Mobil Polisi Saat Demo Pati

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas insiden pembakaran mobil dinas Polri yang terjadi saat aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pati, Jawa Tengah, pada Rabu (13/8). Peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh massa pengunjuk rasa yang terlibat kericuhan dengan aparat.

Dalam keterangan pers di Jakarta Utara, Kamis (14/8), Kapolri menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak boleh dibiarkan dan harus mendapatkan penanganan serius.

Baca juga: DPR RI Tekan Rem Fasilitas Mewah, Publik Tunggu Konsistensi

“Mungkin karena kemarin juga ada kegiatan-kegiatan pembakaran dan sebagainya, saya minta jajaran mendalami terkait hal-hal yang tentunya tidak kita inginkan itu terjadi di lapangan,” ujarnya.

Kapolri menekankan bahwa kepolisian tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, namun prosesnya harus dilakukan sesuai aturan.

“Polri tidak akan menghalangi, bahkan kami memfasilitasi dan membantu melakukan mediasi. Oleh karena itu, manfaatkan saluran dan aturan undang-undang yang ada dengan baik,” tambahnya.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, membenarkan bahwa satu unit mobil Polri menjadi korban amuk massa. Kendaraan tersebut lebih dulu digulingkan sebelum akhirnya dibakar.

Baca juga: 33 Tersangka Kerusuhan Surabaya Terungkap, Polisi Pastikan Bukan Aksi Demonstrasi

“Iya benar, dari aksi unjuk rasa anarkis tadi ada satu kendaraan Polri yang digulingkan oleh massa dan dibakar,” jelas Artanto.
Ia memastikan, pihak kepolisian akan menelusuri pelaku dan memproses kasus ini secara hukum. Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas aksi perusakan dan pembakaran tersebut.

Kericuhan itu bermula saat ribuan warga Pati menggelar unjuk rasa menuntut Bupati Sudewo mundur dari jabatannya. Massa menuding sang bupati bersikap arogan, terutama terkait kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang dinilai membebani warga.

Aksi yang awalnya berlangsung di Alun-alun Kota Pati, tepat di depan pintu masuk Pendopo Kabupaten, berubah menjadi bentrokan setelah sebagian massa mulai melakukan tindakan anarkis. Polisi yang mengamankan lokasi sempat melepaskan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.

Baca juga: Pemerintah Pusat Tanggung Penuh Pemulihan Infrastruktur Usai Kerusuhan, AHY Pastikan Layanan Publik Segera Normal

Selain pembakaran mobil Polri, sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan. Situasi baru dapat dikendalikan menjelang sore setelah aparat melakukan pengamanan ketat di sekitar lokasi pendopo.

Kejadian ini menambah daftar panjang insiden kekerasan dalam aksi unjuk rasa di daerah. Kapolri menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir tindakan anarkis yang mengancam keselamatan publik. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru