MERAHPUTIH I PROBOLINGGO – Suasana duka menyelimuti jalur wisata Bromo setelah sebuah kecelakaan tunggal merenggut enam nyawa pada Minggu (14/9) siang. Sebuah bus pariwisata yang mengangkut rombongan asal Kabupaten Jember mengalami rem blong saat melintas di Jalan Raya Sukapura, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Bus dengan jumlah penumpang 55 orang itu melaju dari arah Bromo menuju Kota Probolinggo. Namun nahas, ketika memasuki jalur turunan tajam, kendaraan tersebut kehilangan kendali. Sopir diduga panik setelah rem tidak berfungsi. Ia mencoba mengarahkan bus ke sisi kanan jalan, tetapi justru menghantam pembatas jalan, lalu terus meluncur hingga berhenti keras setelah menabrak jembatan selokan di depan rumah warga.
Baca juga: Khofifah Hadiri Maulid Nabi di Probolinggo, Santri Dipesankan Jadi Pemimpin Umat
Supriyadi, warga sekitar yang berada tak jauh dari lokasi kejadian, menuturkan bahwa ia sempat mendengar suara benturan keras.
“Tadi seperti ada dua kali suara benturan itu saya lihat, bus sudah oleng, terus berhenti dengan asap mengepul. Kami langsung lari ke lokasi untuk membantu mengevakuasi penumpang,” ujarnya.
Asap tebal sempat membuat panik warga dan penumpang yang selamat. Dalam kondisi kacau, warga bersama aparat setempat bahu-membahu mengeluarkan korban dari dalam bus.
Baca juga: Polisi Beber Fakta Baru, Bus RSBS Jember Tabrak Tebing Tanpa Jejak Pengereman
Data sementara menyebutkan, enam penumpang meninggal dunia di tempat akibat benturan keras. Sementara belasan lainnya mengalami luka-luka, mulai dari ringan hingga serius. Para korban luka segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat, sementara korban meninggal dibawa ke kamar jenazah RSUD dr. Moch. Saleh, Probolinggo.
“Jumlah korban bisa saja bertambah karena beberapa masih dalam kondisi kritis,” kata seorang petugas medis di lokasi.
Baca juga: Gubernur Khofifah Besuk Korban Kecelakaan di Jember, Serahkan Santunan
Kecelakaan tragis ini memicu kemacetan di jalur utama Bromo–Probolinggo selama beberapa jam. Kendaraan wisatawan dari arah Bromo terpaksa menunggu evakuasi selesai, sementara petugas kepolisian melakukan pengaturan lalu lintas dan olah tempat kejadian perkara (TKP). (red)
Editor : Redaksi