MERAHPUTIH I MATARAM – Tim Muaythai Jawa Timur kembali mengukuhkan dominasinya di pentas nasional. Pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Muaythai 2025 yang digelar di GOR Gelanggang Remaja, Mataram, Kamis malam (18/9), para petarung asal Bumi Majapahit nyaris menyapu bersih semua kemenangan di berbagai nomor/kategori.
Baca juga: Jatim Kirim 1.438 Pegiat ke Fornas VIII/2025, Khofifah Targetkan Juara Umum
Tuan rumah Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menurunkan kontingen terbanyak dengan 80 atlet, serta Jawa Barat yang tampil solid, memang sempat memberi tekanan. Namun, konsistensi atlet Jatim sejak hari pertama pertandingan membuat lawan-lawannya sulit menandingi. Performa luar biasa itu menegaskan reputasi Jatim sebagai lumbung atlet muaythai berprestasi di Indonesia.
“Alhamdulillah tim Muaythai Jawa Timur berhasil menjadi juara umum di Kejurnas NTB dengan perolehan 21 medali emas, 5 perak, dan 3 perunggu. Posisi kedua ditempati tuan rumah NTB, kemudian disusul Jawa Barat,” ujar Ketua Pengprov Muaythai Jatim, Baso Juherman, penuh rasa syukur.
Baso menegaskan bahwa kesuksesan ini bukan semata-mata keberuntungan. Keberhasilan tersebut adalah hasil dari program latihan yang dijalankan secara disiplin pasca-Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025 di Malang, Juli lalu. Sejak saat itu, para atlet langsung masuk pemusatan latihan (TC) intensif selama dua bulan.
“Mereka menjalani program latihan dua kali sehari, dengan libur hanya di akhir pekan. Terbukti, mereka yang tidak disiplin dan tidak rutin berlatih justru kalah dan hanya menyumbang perak. Dari sini terlihat jelas, hasil tidak pernah mengkhianati usaha,” tegas Baso.
Ia juga berterima kasih kepada pengurus cabang yang telah mengirimkan atlet terbaiknya, mulai dari Gresik, Probolinggo, Blitar, Kediri, Malang, hingga Sampang.
“Mereka beradaptasi dengan luar biasa di camp latihan. Pengorbanan itu yang akhirnya terbayar dengan hasil yang kita lihat sekarang: juara umum,” imbuhnya.
Kemenangan besar di Mataram ini diyakini menjadi titik awal untuk prestasi yang lebih tinggi. Baso menyebut keberhasilan di Kejurnas 2025 akan menjadi modal penting menatap ajang multievent seperti SEA Games serta PON 2028 di NTB.
Baca juga: Perkuat Sinergi Antarprovinsi, Gubernur NTB Kunjungi Khofifah di Surabaya
“Kemenangan ini bukan hanya milik atlet, tapi juga tim pelatih, official, dan seluruh keluarga besar Muaythai Jawa Timur. Ini bukti bahwa kebersamaan adalah kunci juara,” tuturnya.
Usai memastikan gelar juara umum, para atlet merayakan kemenangan dengan penuh keakraban. Mereka bahkan mendapat jamuan makan tengah malam dari pengusaha katering setempat, Ibu Yulis, pemilik resto Piring Kosong.
Heru Satriyo, salah satu pendamping tim, mengaku terharu melihat kekompakan skuad Jatim. “Saya salut, hubungan mereka tidak sekadar pelatih dengan atlet atau manajer dengan atlet, tapi sudah seperti keluarga. Itu terlihat ketika mereka bersama-sama merayakan kemenangan, saling memberi selamat dengan penuh haru dan bangga,” ungkapnya.
Dengan koleksi medali terbanyak, Tim Muaythai Jawa Timur menutup Kejurnas 2025 dengan kepala tegak. Keberhasilan ini bukan hanya catatan prestasi, melainkan juga bukti nyata bahwa kerja keras, disiplin, dan solidaritas adalah fondasi utama dalam meraih kemenangan.(dpr)
Editor : Redaksi