MERAHPUTIH I SEMARANG – Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah meluncurkan gerakan “Tulus Hati” (Tuang, Usap, Elus, Hangatkan Buah Hati) untuk mendorong para orang tua melakukan pijat bayi sendiri di rumah. Program ini diluncurkan di Gradhika Bakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Kamis (9/10), dengan menggandeng RSI Sultan Agung Semarang, Predigti, dan PZ Cussons Indonesia.
Ketua TP PKK Jateng Nawal Arafah Yasin menjelaskan, pijat bayi bukan sekadar rutinitas, tetapi sarana mempererat kasih sayang antara ibu dan anak serta mendukung tumbuh kembang optimal.
Baca juga: ASN Diminta Jadi Garda Terdepan Pembangunan, Gubernur Luthfi Ingatkan Korpri Perkuat Layanan Publik
“Sentuhan lembut orang tua bisa merangsang hormon endorfin, meningkatkan daya tahan tubuh, serta membantu perkembangan otak bayi,” ujar Nawal.
Ia menyoroti masih banyak orang tua yang belum memahami teknik pijat aman, serta penggunaan minyak berbahan kimia yang berisiko bagi kesehatan bayi. Karena itu, program “Tulus Hati” akan memberikan pelatihan kepada kader PKK dan Posyandu di seluruh Jateng agar dapat mengedukasi masyarakat tentang pijat bayi yang benar dan alami.
Data BPS 2024 menunjukkan, 35 persen orang tua di Indonesia masih mengandalkan jasa baby spa, sementara 30 persen memilih dukun pijat.
“Kalau orang tua sendiri yang memijat dengan teknik benar dan bahan alami seperti minyak telon, manfaatnya jauh lebih besar,” tegas Nawal.
Baca juga: DPN Soroti Kerentanan Jateng, Pertahanan Nonmiliter Jadi Fokus Utama
Direktur Utama RSI Sultan Agung sekaligus Ketua Predigti, Agus Ujianto, menambahkan bahwa pijat bayi merupakan bagian dari terapi wellness yang dapat meningkatkan kenyamanan serta memperkuat hubungan emosional bayi dan orang tua. Ia menyebut pihaknya siap mendukung program ini dengan pelatihan dokter serta edukasi digital secara hybrid.
Marketing Director PZ Cussons Indonesia, Eva Rudjito, menilai “Tulus Hati” menjadi wujud kepedulian bersama untuk membangun generasi sehat dan bahagia melalui pendekatan alami. “Ini gerakan dari hati, oleh hati, dan untuk buah hati,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra, Iwanuddin Iskandar, mengapresiasi langkah ini sebagai upaya nyata peningkatan layanan publik bidang kesehatan.
Baca juga: Wisuda SOTH 2025 Surabaya: Eri Cahyadi Tekankan Peran Orang Tua sebagai Fondasi Kemajuan Kota
“Dengan dukungan PKK dan Posyandu, gerakan ini diharapkan memperkuat fondasi keluarga sehat di Jawa Tengah,” ujarnya.(red)
Editor : Redaksi