MERAHPUTIH I SEMARANG – Di tengah kian kompleksnya tantangan dunia pendidikan anak usia dini, Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menyalakan obor harapan lewat peluncuran Program PAUD Emas (PAUD Berbasis Masyarakat untuk Generasi Emas). Acara berlangsung di PAUD Tirta Kenanga, Kelurahan Bongsari, Kota Semarang, Kamis (16/10).
Program ini bukan sekadar agenda seremonial. Ia menjadi panggilan moral untuk membangun kesadaran bersama, bahwa pendidikan anak usia dini bukan tanggung jawab pemerintah semata, melainkan juga buah dari gotong royong masyarakat.
Baca juga: DPN Soroti Kerentanan Jateng, Pertahanan Nonmiliter Jadi Fokus Utama
“Fokusnya PAUD Emas adalah pemerataan layanan PAUD di Jawa Tengah, dengan menggiatkan potensi swadaya masyarakat agar menjadi bagian penting dalam mencerdaskan generasi,” tutur Nawal, yang juga istri Wakil Gubernur Jawa Tengah, usai peluncuran.
Langkah ini selaras dengan visi besar “Ngopeni Bocah Nglakoni Wajib Setahun Prasekolah”, inisiatif yang digagas Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin. Melalui PAUD Emas, Nawal menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan anak usia dini, terutama di wilayah-wilayah yang masih tertinggal dari sisi partisipasi pendidikan.
Saat ini, angka partisipasi anak usia dini di Jateng baru mencapai 47,65 persen. “Kami ingin semua anak punya kesempatan yang sama untuk belajar dan tumbuh di lingkungan yang sehat, aman, dan penuh kasih,” tegasnya.
Program PAUD Emas juga menjadi implementasi nyata dari Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2023 tentang pengembangan PAUD holistik integratif. Pendekatan ini menggabungkan unsur pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, hingga kesejahteraan anak, secara terpadu.
Bagi Nawal, kolaborasi menjadi ruh utama dari gerakan ini. Ia menilai, keberhasilan PAUD tidak akan tercapai tanpa keterlibatan aktif berbagai pihak—mulai dari kader PKK, Posyandu, perangkat desa, hingga kelompok masyarakat dan sektor swasta.
“PAUD Emas harus inklusif, bebas dari kekerasan dan diskriminasi. Ia juga harus berperan dalam pencegahan stunting, karena pendidikan usia dini tidak bisa dilepaskan dari aspek kesehatan dan gizi,” ujarnya menegaskan.
Dalam kesempatan itu, Nawal juga memberikan apresiasi khusus kepada PAUD Tirta Kenanga, yang dijadikan pilot project PAUD Emas di Jawa Tengah. Lembaga ini dinilai berhasil mengintegrasikan peran masyarakat dalam membangun sarana belajar yang mandiri, kreatif, dan ramah anak.
Baca juga: Peresmian Lima Infrastruktur Baru: Prabowo Tegaskan Konektivitas Jadi Tulang Punggung Pemerataan
“PAUD Tirta Kenanga bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Mereka berhasil menunjukkan bahwa dengan kebersamaan dan komitmen, layanan pendidikan anak yang berkualitas bisa diwujudkan dari bawah,” puji Ketua TP PKK sekaligus TP Posyandu Jateng itu.
Suasana peluncuran berlangsung hangat. Nawal tampak berbaur dengan anak-anak, menonton tarian tradisional, hingga meninjau pameran kerajinan karya siswa. Ia juga menyerahkan bantuan tas dan peralatan sekolah sebagai bentuk dukungan nyata.
Dukungan penuh datang pula dari Wali Kota Semarang sekaligus Bunda PAUD Kota Semarang, Agustina Wilujeng, yang menegaskan kesiapannya berkolaborasi untuk memperluas gerakan PAUD Emas.
“Kalau sendiri-sendiri tidak bisa. Harus ada integrasi. Inilah yang akan menjadi kekuatan kita untuk membangun masa depan anak-anak yang lebih baik,” ujarnya.
Peluncuran PAUD Emas menjadi langkah awal dari perjalanan panjang membangun fondasi pendidikan anak di Jawa Tengah. Melalui semangat gotong royong dan swadaya masyarakat, program ini diharapkan mampu menyalakan cahaya bagi lahirnya generasi emas Indonesia yang cerdas, sehat, dan berkarakter.(red)
Baca juga: Posyandu Enam SPM Dikebut, Jateng Siapkan Lompatan Layanan Publik
Editor : Redaksi