MERAHPUTIH I SEMARANG – Transformasi besar Posyandu di Jawa Tengah resmi masuk tahap percepatan. Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jateng, Nawal Arafah Yasin, menegaskan dukungan penuh dari Gubernur serta seluruh bupati/wali kota akan menjadi motor utama penerapan Posyandu enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Komitmen tersebut dikunci lewat penandatanganan bersama antara Wakil Gubernur Taj Yasin, mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dengan 35 kepala daerah atau perwakilannya, dalam Rakor TP Posyandu dan Rakerda TP PKK 2025 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Selasa (18/11/2025). Seluruhnya sepakat memperkuat kebijakan, regulasi, anggaran, hingga pengawasan Posyandu.
Baca juga: DPN Soroti Kerentanan Jateng, Pertahanan Nonmiliter Jadi Fokus Utama
Nawal menegaskan, dukungan kepala daerah menjadi penentu keberhasilan transformasi. Terlebih Posyandu kini tak hanya menyentuh sektor kesehatan, tetapi juga pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.
“Penandatanganan ini bukan seremonial. Ini bentuk komitmen nyata agar Posyandu benar-benar memberi manfaat luas,” ujarnya.
Jawa Tengah memiliki 49.149 Posyandu. Namun baru 5,7 persen yang mengantongi nomor registrasi Ditjen Bina Pemdes Kemendagri, sementara 25,7 persen tengah mengajukan, dan 68,6 persen belum masuk proses. Nawal menyebut kondisi ini harus dipacu agar seluruh Posyandu teregister 100 persen.
Baca juga: Peresmian Lima Infrastruktur Baru: Prabowo Tegaskan Konektivitas Jadi Tulang Punggung Pemerataan
Ia menilai kebijakan nasional yang memperluas layanan Posyandu menjadi enam bidang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat. Tantangannya kini berada pada pendataan di tingkat kader. “Data menjadi kunci. Bantuan pusat maupun daerah harus sesuai kebutuhan di Posyandu,” tegasnya.
Berpedoman pada Permendagri No 13/2024, Posyandu diharap membuka akses yang lebih luas. “Di bidang pendidikan misalnya, layanan PAUD bisa terhubung melalui Posyandu. Ini akan makin memudahkan masyarakat,” tambahnya.
Baca juga: Pemprov Jateng Kerahkan Bantuan Cepat untuk Korban Longsor Banjarnegara
Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, akrab disapa Gus Yasin menegaskan integrasi enam SPM di Posyandu dapat menjadi instrumen penurunan kemiskinan. Layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan menjadi faktor krusial.
“Enam SPM ini menyentuh akar persoalan masyarakat. Pemerintah kabupaten/kota harus bersinergi dengan TP Posyandu agar pembangunan berjalan tepat sasaran,” katanya. (twr)
Editor : Redaksi