MERAHPUTIH I SURABAYA—Hall tempat Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Jawa Timur 2025 digelar, Kamis siang itu, menjadi saksi bulatnya dukungan para pemilik suara. Tanpa perdebatan panjang, tanpa dinamika alot seperti lazimnya forum pemilihan, nama Muhammad Nabil kembali muncul sebagai satu-satunya kandidat yang disepakati. Aklamasi pun diketuk, menandai ia kembali memimpin KONI Jatim untuk periode 2026–2030.
Musorprov yang berlangsung tertib dan terbuka ini menghadirkan 335 peserta, representasi dari 38 KONI kabupaten/kota serta 75 cabang olahraga (cabor). Masing-masing daerah dan cabor mengutus tiga delegasi, menunjukkan kuatnya partisipasi serta keseriusan dalam menetapkan arah pembinaan olahraga lima tahun ke depan.
Baca juga: Surabaya Genjot Daya Tarik Investasi Lewat IPRO dan Layanan Perizinan Super Cepat
Bagi para voter, keputusan aklamasi bukan perkara politis, melainkan apresiasi terhadap rekam jejak. Di bawah kepemimpinan Nabil, KONI Jatim dinilai mampu menjaga stabilitas organisasi, memperkuat manajemen pembinaan, serta mengantar atlet-atlet Jatim bersaing lebih tajam di tingkat nasional hingga internasional. Berbagai program, mulai dari konsolidasi organisasi hingga pembenahan tata kelola, disebut menjadi faktor yang membuat para pemilik suara kompak mengusungnya kembali.
Usai ditetapkan sebagai ketua, Nabil berdiri di podium dengan nada yang merendah. Ia membuka sambutannya dengan ungkapan terima kasih kepada seluruh keluarga besar olahraga Jatim.
“Aklamasi ini bukan kemenangan pribadi, tetapi kemenangan seluruh insan olahraga Jawa Timur. Kepercayaan ini akan saya jawab dengan kerja nyata dan kolaborasi yang lebih kuat dengan KONI daerah serta cabor,” ucapnya.
Baca juga: Pemkot Surabaya Kirim Bantuan Tahap Pertama untuk Korban Bencana di Sumatera
Nabil menyebut periode 2026–2030 sebagai era konsolidasi lanjutan. Ia menargetkan pembenahan sistem pembinaan menjadi agenda prioritas, mulai dari penguatan fondasi atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih, hingga penerapan sistem manajemen prestasi yang lebih terukur. Menurutnya, Jatim harus menjadi barometer pembinaan olahraga yang modern, adaptif, dan berkelanjutan.
“Kami ingin membangun ekosistem olahraga yang profesional, bukan hanya mengejar piala. Fondasi pembinaan harus kuat dari bawah hingga elite. Sesuai moto kita, ‘Jawa Timur untuk Indonesia’,” ujar Nabil.
Baca juga: Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Usai Jalan Panjang Jiwo Dijadikan Arena Balap Liar
Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, dari Forkopimda, KONI daerah, cabor, hingga komunitas olahraga untuk memastikan pembangunan prestasi tidak berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi ini, katanya, menjadi kunci agar Jatim tetap menjadi kekuatan utama dalam peta olahraga nasional.
Dengan terpilihnya kembali Muhammad Nabil, KONI Jawa Timur memasuki babak baru. Dukungan aklamasi memberi sinyal bahwa roda organisasi masih dikehendaki melaju dengan nahkoda yang sama, namun dengan tuntutan lebih besar: prestasi yang lebih tajam, tata kelola yang lebih profesional, dan pembinaan yang semakin inklusif.(dpr)
Editor : Redaksi