Bencana Banjir–Longsor di Sumatera Kian Memprihatinkan, Korban Meninggal Tembus 916 Jiwa

harianmerahputih.id
Foto udara Pidie Jaya, Aceh, setelah banjir (27/11/2025) by Fachrul Reza

MERAHPUTIH I JAKARTA - Derita panjang warga di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat akibat banjir dan tanah longsor kembali bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu (7/12) merilis data terbaru yang menunjukkan jumlah korban tewas telah menembus 916 jiwa. Angka itu naik dua orang dibandingkan laporan pada Sabtu (6/12) sore, menandakan betapa rentetan bencana ini terus menyisakan luka.

Tak hanya korban meninggal, jumlah warga yang hingga kini masih dinyatakan hilang mencapai 274 jiwa. Tim SAR gabungan dilaporkan masih terus menyisir lokasi-lokasi terdampak, termasuk daerah-daerah yang sulit dijangkau karena akses tertutup lumpur dan reruntuhan.

Baca juga: Presiden Prabowo Hapus Utang KUR Petani Terdampak Bencana di Sumatra

BNPB juga mengungkapkan besarnya jumlah warga yang mengalami luka akibat terpaan bencana ini. Sedikitnya 4.200 orang mengalami luka-luka, sebagian di antaranya membutuhkan perawatan medis intensif. Beban berat itu semakin diperparah dengan laporan kerusakan fasilitas umum yang masif.

Dari data yang dihimpun, sedikitnya 1.300 fasilitas umum rusak, disusul 199 fasilitas kesehatan, serta 697 fasilitas pendidikan yang terdampak. Kerusakan ini membuat penanganan darurat menjadi semakin pelik. Banyak sekolah yang tak dapat digunakan, sementara sejumlah puskesmas dan rumah sakit mengalami gangguan layanan karena peralatan rusak atau akses terputus.

Baca juga: Presiden Prabowo Tinjau Pengungsian di Bireuen: “Sabar ya, Pemerintah Bergerak Cepat”

Tidak berhenti di situ, 420 rumah ibadah dilaporkan mengalami kerusakan, menyusul 234 gedung pemerintahan atau kantor, serta 405 jembatan yang ambruk atau tak lagi dapat dilalui. Kerusakan pada infrastruktur ini membuat distribusi bantuan menjadi terhambat dan memperlambat penanganan darurat di lapangan.

Dalam keterangan tertulisnya, BNPB menegaskan bahwa upaya evakuasi, pendataan, dan penyaluran bantuan terus dikebut di berbagai titik. Namun medan berat serta cuaca yang berubah-ubah menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

Baca juga: Presiden Prabowo Pastikan Pasokan Pangan Aman untuk Aceh, Tunjuk KSAD Pimpin Percepatan Perbaikan Infrastruktur

Sementara itu, ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal kini masih bertahan di posko-posko pengungsian. Mereka mengandalkan bantuan logistik dari pemerintah dan relawan, sembari menunggu perbaikan akses dan pemulihan wilayah terdampak.

Seiring berjalannya waktu, angka korban kemungkinan masih dapat berubah. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus melakukan evaluasi dan koordinasi untuk memastikan penanganan darurat berjalan efektif. Namun yang pasti, tragedi ini kembali mengingatkan betapa rentannya wilayah-wilayah tersebut terhadap bencana hidrometeorologi yang semakin intens dalam beberapa tahun terakhir. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru