MERAHPUTIH I SURABAYA — Jalan Simolawang Baru I sisi utara, Kecamatan Simokerto, mendadak berubah wajah, Jumat (26/12). Sejak siang, arus warga mengalir tanpa putus, memenuhi kawasan padat permukiman itu. Mereka datang dengan satu tujuan: mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau melalui Pasar Murah ke-303 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Di tengah kerumunan, kehadiran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjadi magnet tersendiri. Tak sekadar hadir secara simbolis, Khofifah menyusuri lapak demi lapak, menyapa warga, menanyakan harga, hingga menyerahkan langsung bantuan 52 sak beras berisi 5kg untuk para lansia serta telur bagi anak-anak dan ibu hamil. Suasana cair, hangat, dan jauh dari kesan formal.
Baca juga: Pemkot Surabaya Batasi Penggunaan Gawai Anak, Sekolah Wajib Sediakan Loker HP
Pasar murah ini menjadi oas bagi warga Simolawang di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok, terlebih menjelang momentum-momentum besar seperti Natal dan Tahun Baru, Ramadan, hingga Idulfitri. Menurut Khofifah, kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari strategi konkret menjaga daya beli masyarakat.
“Tujuan pasar murah ini meringankan beban masyarakat untuk bisa memenuhi kebutuhan logistik rumah tangga masing-masing,” ujar Khofifah usai kunjungannya.
Lebih dari itu, ia menegaskan bahwa pasar murah memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya di wilayah perkotaan padat penduduk seperti Surabaya. “Bagi daerah-daerah seperti Surabaya, insyaallah ini akan memberikan signifikansi terhadap stabilisasi harga dan pengendalian inflasi,” katanya.
Baca juga: Kadindik Jatim Ajak Pelajar Isi Libur Nataru dengan Asah Kompetensi Masa Depan
Khofifah menambahkan, Pemprov Jatim tidak berjalan sendiri. Program pasar murah dilakukan secara sinergis dengan pemerintah kabupaten dan kota. “Kita bersinergi melakukan fungsi komplementaritas dengan program yang dilakukan oleh bupati dan wali kota,” tegasnya.
Tak hanya berhenti di Surabaya, pasar murah digelar berkeliling hampir di seluruh Jawa Timur. Titik-titik yang dipilih adalah kawasan permukiman padat, wilayah yang dinilai paling rentan terdampak lonjakan harga ketika kebutuhan konsumsi rumah tangga meningkat.
“Kita keliling Jawa Timur. Insyaallah sudah rata se-Jawa Timur. Kita ambil titik-titik permukiman padat, terutama saat momentum seperti Nataru, Ramadan, dan Idulfitri, di mana kebutuhan konsumsi pasti meningkat,” jelas Khofifah.
Baca juga: Srimulat Kembali Menghibur Surabaya, Pemkot Hadirkan Nostalgia Komedi Legendaris
Melalui langkah ini, Pemprov Jatim berharap dapat menahan laju kenaikan harga sekaligus menjaga inflasi tetap terkendali. “Kami hadir di titik-titik yang kami harapkan bisa melakukan stabilisasi harga sekaligus pengendalian inflasi. Mudah-mudahan ada manfaatnya,” ujarnya.
Menjawab pertanyaan wartawan terkait ketersediaan pangan di Jawa Timur, Khofifah memastikan kondisi aman. “Sangat aman, sangat aman. Iya, stoknya sangat aman,” tandasnya.(dpr)
Editor : Redaksi