Ning Lia Raih DMI Award 2026, Dorong Masjid Inklusif dan Berdaya di Era Digital

harianmerahputih.id
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama menerima DMI Award 2026 dengan kategori Senator Peduli Masjid dalam agenda Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gresik yang digelar di Masjid Agung Gresik, Senin (5/1/2026)

MERAHPUTIH I GRESIK — Kiprah Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, dalam memperjuangkan peran masjid yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman kembali mendapat pengakuan. Politisi perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu menerima DMI Award 2026 dengan kategori Senator Peduli Masjid dalam agenda Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gresik yang digelar di Masjid Agung Gresik, Senin (5/1/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DMI Gresik, Zainal Abidin, sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi Ning Lia dalam mengadvokasi masjid agar tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga ruang sosial yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga: Lia Istifhama Apresiasi Inovasi Homecare Digital RSUD Karsa Husada Batu

Zainal Abidin menilai, peran Lia Istifhama sebagai senator kerap menghadirkan perspektif kemanusiaan dan keadilan sosial dalam isu-isu keumatan, khususnya terkait penguatan peran masjid di tengah dinamika masyarakat modern.

“Beliau tidak hanya berbicara soal regulasi, tetapi juga turun langsung mendorong masjid menjadi ruang yang inklusif, terbuka, dan relevan dengan kebutuhan umat hari ini,” ujar Zainal.

Usai menerima penghargaan, Ning Lia secara khusus menyoroti inovasi Mualaf Center yang digagas DMI Gresik. Menurutnya, kehadiran Mualaf Center menjadi contoh nyata transformasi masjid sebagai pusat pembinaan spiritual sekaligus pendampingan sosial dan psikologis.

“Ini adalah ikhtiar mulia. Mualaf Center menunjukkan bahwa masjid benar-benar menjadi rumah bersama, tempat siapa pun merasa diterima, dibimbing, dan dikuatkan, tidak hanya secara keimanan tetapi juga secara sosial,” tutur Ning Lia.

Baca juga: PPHN Kembali Mengemuka, DPD RI Soroti Pentingnya Haluan Pembangunan BerkelanjutanaPembangunan Berkelanjutan

Ia menegaskan, masjid di era sekarang harus mampu menjawab tantangan sosial yang semakin kompleks. Masjid, kata dia, tidak cukup hanya menjadi tempat ritual, tetapi juga pusat penguatan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan pemberdayaan umat.

Putri mendiang ulama kharismatik KH Maskur Hasyim itu juga menekankan pentingnya modernisasi tata kelola masjid, khususnya dalam aspek kemandirian finansial. Penguatan unit usaha halal, pengelolaan dana umat secara profesional, hingga optimalisasi ekonomi jamaah dinilainya menjadi kunci keberlanjutan fungsi masjid.

“Bersedekah dan memakmurkan masjid harus dipahami sebagai kebutuhan primer umat. Dengan tata kelola keuangan yang sehat dan transparan, masjid akan mampu menjaga keberlangsungan program-programnya tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan eksternal,” tegasnya.

Baca juga: Kantor Perwakilan DPD RI Jatim Jadi Simbol Penguatan Demokrasi Daerah

Lebih jauh, Ning Lia mengingatkan bahwa tantangan besar masjid ke depan adalah bagaimana menjangkau generasi muda. Di tengah derasnya arus digital, takmir masjid didorong untuk lebih kreatif memanfaatkan media sosial dan konten digital sebagai sarana dakwah yang ramah bagi Gen Z dan milenial.

“Masjid harus hadir di ruang-ruang digital. Konten kreatif yang edukatif dan inspiratif akan membuat anak muda merasa dekat dengan masjid, bukan merasa asing,” katanya.

Penghargaan DMI Award 2026 ini menjadi penegasan atas peran strategis Lia Istifhama dalam menjembatani nilai-nilai keislaman dengan semangat inklusivitas, kemandirian, dan inovasi. Bagi Ning Lia, masjid yang kuat bukan hanya yang ramai jamaah, tetapi yang mampu menjadi pusat peradaban, pemberdayaan, dan persatuan umat di tengah perubahan zaman.(dpr)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru