MERAHPUTIH I KEDIRI — Ambisi PERSIB Bandung membawa pulang tiga poin dari Stadion Brawijaya harus sirna di detik-detik akhir laga. Maung Bandung ditahan imbang tuan rumah Persik Kediri dengan skor 1-1 pada pertandingan pekan ke-16, Senin (5/1/2026) malam, setelah gol kemenangan yang sudah di depan mata buyar oleh sundulan Muhammad Firly pada menit 90+5.
Sebelumnya, PERSIB sempat unggul lebih dulu melalui gol pemain pengganti Saddil Ramdani pada menit ke-68. Namun, keunggulan itu tak mampu dipertahankan hingga peluit panjang berbunyi, terlebih setelah PERSIB harus bermain dengan 10 orang akibat kartu merah Saddil di penghujung laga.
Baca juga: Bernardo Tavares Pulang ke Surabaya, Menghidupkan Kembali Asa dan Atmosfer Bajul Ijo
Tambahan satu poin membuat PERSIB naik ke peringkat ketiga klasemen sementara dengan koleksi 35 poin, menyamai Persija Jakarta di posisi kedua. PERSIB kini terpaut dua poin dari pemuncak klasemen, Borneo FC.
Datang ke Kediri tanpa sejumlah pilar utama seperti Marc Klok, Federico Barba, dan Eliano Reijnders, pelatih Bojan Hodak harus meramu komposisi darurat. Ia menurunkan Teja Paku Alam di bawah mistar, dengan lini belakang diisi Julio Cesar, Kakang Rudianto, Alfeandra Dewangga, dan Patricio Matricardi. Di lini tengah, Luciano Guaycochea dan Frans Putros menjadi jangkar, sementara Beckham Putra Nugraha dipercaya sebagai kapten tim.
Babak pertama berjalan ketat dan keras. Kedua tim bermain disiplin dengan tempo sedang, membuat peluang bersih sulit tercipta. Skor kacamata 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, PERSIB tampil lebih agresif. Peluang pertama lahir dari situasi bola mati ketika Thom Haye mengirim tendangan bebas yang disambut voli Julio Cesar, namun masih bisa ditepis kiper Persik. Bek asal Brasil itu kembali mengancam lewat sundulan dari sepak pojok, tetapi bola melebar tipis dari gawang.
Petaka sempat menghampiri PERSIB di menit ke-52 saat Andrew Jung mengalami cedera paha usai dikawal dua pemain Persik. Ia harus ditandu keluar lapangan dan digantikan Berguinho.
Situasi makin sulit ketika Beckham mengalami masalah di kaki kanannya dan tak bisa melanjutkan pertandingan. Bojan Hodak kemudian memasukkan Saddil Ramdani pada menit ke-63. Keputusan itu terbukti jitu.
Hanya lima menit berselang, Saddil mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari umpan silang Berguinho dari sisi kiri, Saddil menyambar bola dengan sontekan keras yang tak mampu dibendung kiper Persik. PERSIB unggul 1-0.
Baca juga: Beckham Putra Tegaskan PERSIB Siap Tantang Persik di Brawijaya
Laga kemudian berjalan panas. Persik sempat mendapat hadiah penalti setelah Matricardi dianggap melanggar Supriadi. Namun setelah wasit meninjau VAR pada menit ke-79, keputusan tersebut dibatalkan.
Masalah besar datang bagi PERSIB pada menit ke-80. Saddil yang sebelumnya sudah mengantongi kartu kuning kembali melakukan tekel dari belakang terhadap Yusuf Meilani. Wasit tanpa ragu mengeluarkan kartu kuning kedua yang berujung kartu merah. PERSIB harus bertahan dengan 10 pemain di sisa waktu pertandingan.
Hodak mencoba mengamankan keunggulan dengan menarik Luciano Guaycochea dan Thom Haye, memasukkan Robi Darwis serta Ramon “Tanque” de Andrade Souza. Strategi bertahan total diterapkan, meski PERSIB sempat hampir menambah gol andai Ramon Tanque tidak terjebak offside.
Memasuki tambahan waktu enam menit, tekanan Persik semakin menggila. Sundulan Pedro Matos sempat ditepis gemilang oleh Teja Paku Alam, disusul sapuan krusial dari situasi sepak pojok.
Baca juga: Ujian Berat Maung Bandung di Brawijaya, Bojan Hodak Ingatkan Ancaman Persik Kediri
Namun, pertahanan PERSIB akhirnya runtuh di menit 90+5. Bola muntah hasil tepisan Teja dari tembakan Supriadi disambar Muhammad Firly dengan sundulan jarak dekat. Skor berubah menjadi 1-1 dan Stadion Brawijaya bergemuruh.
Di menit akhir, emosi kembali memuncak setelah Ezra Walian diganjar kartu kuning akibat menyikut Alfeandra Dewangga. Tak lama berselang, wasit meniup peluit panjang.
Hasil imbang ini terasa pahit bagi PERSIB yang sempat berada di jalur kemenangan. Meski demikian, satu poin tetap menjaga Maung Bandung di papan atas klasemen dan terus menempel ketat dua rival utamanya dalam perburuan gelar.
Persaingan Liga 1 musim ini pun kian panas, dengan kesalahan kecil dan konsentrasi di menit akhir menjadi faktor penentu dalam setiap laga.(dir)
Editor : Redaksi