MERAHPUTIH I SURABAYA – Wajah transportasi publik di Jawa Timur telah mengalami transformasi total. Jika tiga tahun lalu kemacetan di jalur penghubung antar-wilayah aglomerasi dianggap sebagai "makanan sehari-hari" yang tak terelakkan, kini di penghujung tahun 2025, pemandangan tersebut mulai berganti. Bus Trans Jatim, dengan identitas visualnya yang khas, telah berubah dari sekadar proyek percontohan menjadi kebutuhan primer jutaan warga.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono, memaparkan pencapaian yang mencengangkan dalam evaluasi kinerja tahunan. Berdasarkan data yang dihimpun hingga akhir Desember 2025, Trans Jatim bukan hanya sekadar sarana transportasi, melainkan simbol peradaban baru masyarakat Jawa Timur dalam bermobilitas.
Baca juga: Dari Mobilitas Harian hingga Wisata, TransJatim Kian Diminati Warga Jatim
Indikator kesuksesan paling nyata terlihat dari angka keterpakaian (load factor) yang konsisten tinggi. Hingga tutup tahun 2025, total penumpang yang telah diangkut mencapai angka 8.123.597 orang.
"Ini bukan sekadar deretan angka di atas kertas. Delapan juta penumpang berarti ada delapan juta aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial yang terbantu oleh kehadiran Trans Jatim. Masyarakat membuktikan bahwa mereka sangat menanti kehadiran layanan yang manusiawi, tepat waktu, dan aman," tegas Nyono, Rabu (7/1).
Pertumbuhan jumlah penumpang ini dipicu oleh pembukaan koridor-koridor baru yang menyentuh titik-titik krusial, mulai dari pusat industri, kawasan pendidikan, hingga akses menuju destinasi wisata religi dan alam.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak main-main dalam urusan investasi infrastruktur. Untuk mengimbangi lonjakan permintaan, jumlah armada terus ditambah hingga mencapai 158 unit bus yang beroperasi secara penuh di berbagai koridor.
Setiap hari, ratusan bus ini bergerak bagaikan sel darah merah yang mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh Jawa Timur. Secara akumulatif, seluruh armada ini menempuh jarak total 50.000 kilometer setiap harinya. Sebagai gambaran, jarak ini setara dengan mengelilingi garis khatulistiwa bumi lebih dari satu kali dalam waktu hanya 24 jam.
Baca juga: Ngawi Jadi Pilar Kemandirian Pangan, Bukti Daerah Mampu Jawab Tantangan Global
Dibalik kemudi dan layanan di dalam bus, terdapat 613 kru aktif yang menjadi garda terdepan. Mereka bukan hanya sekadar sopir atau kondektur, melainkan duta transportasi yang dilatih dengan standar pelayanan prima. Penyerapan tenaga kerja lokal ini juga menjadi bukti bahwa Trans Jatim turut berkontribusi dalam menekan angka pengangguran di Jawa Timur.
Keberadaan Trans Jatim memberikan dampak domino yang luar biasa bagi kantong masyarakat. Dengan tarif yang dipatok sangat terjangkau—bahkan mendapatkan subsidi penuh bagi pelajar, mahasiswa, dan santri—masyarakat dapat menghemat pengeluaran transportasi hingga 50-70% dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi konvensional lainnya.
"Banyak warga yang kini memilih memarkir motornya di rumah dan beralih ke bus. Selain lebih hemat bensin, mereka tidak lelah di jalan. Di dalam bus, mereka bisa beristirahat atau bekerja karena fasilitas AC dan keamanan yang terjamin," tambah Nyono.
Baca juga: Jawa Timur Kian Kokoh Jadi Magnet Wisata Nasional dan Global di Libur Nataru 2025/2026
Selain itu, fitur integrasi pada aplikasi Trans Jatim Ajaib telah mencapai level kematangan di tahun 2025. Penumpang tidak lagi perlu menunggu tanpa kepastian di halte. Semua jadwal, posisi bus, hingga ketersediaan kursi dapat dipantau dari genggaman tangan.
Meski telah mencatat angka gemilang di akhir 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak lantas berpuas diri. Rencana jangka panjang mencakup integrasi yang lebih luas dengan moda transportasi lain, seperti kereta api komuter dan angkutan pengumpan (feeder) di setiap kabupaten/kota.
Trans Jatim telah membuktikan bahwa dengan kemauan politik yang kuat dan pengelolaan yang profesional, transportasi publik di daerah bisa bersaing dengan standar kota-kota besar dunia. Angka 8,1 juta penumpang di tahun 2025 hanyalah awal dari perjalanan panjang menuju Jawa Timur yang lebih terkoneksi dan ramah lingkungan. (dpr)
Editor : Redaksi