Kemenhaj Uji Cita Rasa Nusantara untuk Konsumsi Haji 2026

harianmerahputih.id
Mohammad Irfan Yusuf Menteri Haji dan Umrah mencicipi masakan yang akan dikirim ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan jamaah calon haji Indonesia di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (8/1/2026)

MERAHPUTIH I JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi (Ditjen PEE) memperkuat ekosistem ekonomi haji nasional dengan menggelar Uji Cita Rasa Nusantara bagi calon penyedia makanan siap saji (Ready to Eat/RTE) dan bumbu pasta konsumsi jemaah haji Indonesia 1447 H/2026 M.

Kegiatan yang berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (8/1/2026), ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan konsumsi jemaah sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha dan UMKM pangan nasional.

Baca juga: Polemik Haji Khusus 2026, Negara Beri Jaminan di Tengah Kejar Waktu Nusuk Saudi

Menteri Haji dan Umrah RI, Irfan Yusuf, menegaskan komitmen pemerintah menghadirkan konsumsi jemaah yang tidak hanya halal dan bergizi, tetapi juga memiliki cita rasa akrab bagi lidah Indonesia. “Makanan jemaah harus halal, thayyib, bergizi, aman, dan membawa identitas Nusantara,” ujarnya.

Baca juga: Presiden Prabowo Tetapkan BPIH 2026, Pemerintah Tegaskan Komitmen Tingkatkan Layanan Haji

Dirjen PEE Kemenhaj, Zainal Effendi, menambahkan bahwa cita rasa yang familiar memiliki peran penting bagi kenyamanan jemaah di tengah cuaca ekstrem dan kelelahan selama ibadah. Menurutnya, hidangan bercita rasa rempah Nusantara dapat menjadi penguat fisik dan psikologis jemaah.

Uji cita rasa ini melibatkan produk RTE dari sembilan perusahaan serta bumbu pasta dari sepuluh perusahaan calon penyedia konsumsi. Penilaian dilakukan oleh tim independen dari unsur akademisi dan pihak terkait penyelenggaraan haji.

Baca juga: Menhaj RI Tekankan Integritas Layanan Jelang Penyelenggaraan Haji 2026

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Kemenhaj menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya berorientasi pada pelayanan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM dan industri pangan dalam negeri.(red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru