Trans Jatim Tembus 8 Juta Penumpang, Dishub Jatim Siapkan Ekspansi Mandiri Lewat Layanan Luxury

harianmerahputih.id
Dishub Jatim menyiapkan strategi pengembangan yang lebih mandiri melalui peluncuran layanan Trans Jatim Luxury.

MERAHPUTIH I SURABAYA - Minat masyarakat Jawa Timur terhadap transportasi publik kian menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, layanan Trans Jawa Timur (Trans Jatim) mencatatkan jumlah penumpang menembus angka 8 juta orang. Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa transportasi massal mulai diterima sebagai pilihan utama mobilitas antardaerah, sekaligus menjadi pijakan bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk melangkah lebih jauh.

Namun, di balik lonjakan pengguna tersebut, tantangan klasik kembali mengemuka: keterbatasan anggaran. Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur menyadari bahwa ekspansi koridor baru tidak bisa sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang relatif stagnan. Karena itu, pada 2026, Dishub Jatim menyiapkan strategi pengembangan yang lebih mandiri melalui peluncuran layanan Trans Jatim Luxury.

Baca juga: Khofifah Dorong Pramuka Jatim Ambil Peran Strategis Pembangunan

Kepala Dishub Jatim, Nyono, menjelaskan bahwa anggaran pengelolaan transportasi massal di Jawa Timur saat ini masih berada di kisaran Rp250 miliar per tahun. Dana tersebut digunakan untuk mengoperasikan delapan koridor Trans Jatim yang telah berjalan.

“Dengan anggaran yang tidak bertambah signifikan, kami harus mencari terobosan. Salah satunya melalui layanan non-subsidi yang bisa menopang pengembangan koridor baru,” ujar Nyono, Kamis (8/1).

Layanan Trans Jatim Luxury dirancang sebagai bus premium yang menyasar segmen pekerja dan masyarakat kelas menengah yang mengutamakan kenyamanan perjalanan. Berbeda dengan bus reguler yang masih memperbolehkan penumpang berdiri pada jam sibuk, layanan luxury menerapkan sistem seluruh penumpang duduk.

“Konsepnya jelas: nyaman, tertib, dan tepat sasaran. Tidak ada penumpang berdiri. Ini kami siapkan bagi mereka yang membutuhkan kualitas layanan lebih,” katanya.

Tarif Trans Jatim Luxury dipatok Rp30.000 untuk seluruh jarak tempuh. Meski jauh lebih tinggi dibandingkan tarif reguler yang hanya Rp5.000, Dishub Jatim menilai harga tersebut masih kompetitif, terutama jika dibandingkan dengan biaya operasional kendaraan pribadi.

Menurut Nyono, koridor-koridor padat seperti Sidoarjo–Gresik memiliki potensi besar untuk layanan premium. Banyak pengguna kendaraan pribadi yang rutin bepergian antardaerah dan membutuhkan transportasi nyaman tanpa harus menghadapi kemacetan atau biaya bahan bakar yang terus meningkat.

Baca juga: Revolusi Transportasi Massal, Trans Jatim Jadi "Urat Nadi" Baru Jawa Timur di Akhir 2025

Saat ini, sebanyak 16 unit bus Trans Jatim Luxury telah beroperasi. Pada 2026 mendatang, Dishub Jatim menargetkan penambahan delapan unit bus lagi melalui kerja sama swasta murni, tanpa subsidi pemerintah. Skema ini diharapkan menciptakan subsidi silang, di mana pendapatan dari layanan premium dapat membantu menopang operasional dan perluasan layanan reguler.

“Bus reguler tetap menjadi tulang punggung. Layanan luxury ini kami dorong agar ekspansi bisa berjalan lebih mandiri dan tidak membebani APBD,” tegas Nyono.

Strategi tersebut juga menjadi fondasi bagi rencana besar Dishub Jatim dalam memperluas jangkauan Trans Jatim. Pada 2026, sejumlah koridor baru telah dipetakan, antara lain tiga koridor tambahan di kawasan Gerbangkertosusila, dua koridor di Malang Raya, serta masing-masing satu koridor di Kediri Raya, Jember, Madiun, Pamekasan, dan Bojonegoro.

“Dengan skema non-subsidi di koridor yang sudah mapan, kami bisa memperluas layanan meski anggaran tetap,” ujarnya.

Baca juga: Dari Mobilitas Harian hingga Wisata, TransJatim Kian Diminati Warga Jatim

Tak hanya fokus pada transportasi darat, Dishub Jatim juga terus memantau kesiapan layanan Trans Laut Jatim. Saat ini, operasional kapal cepat masih dihentikan sementara karena menjalani perawatan rutin.

Nyono memastikan, kapal cepat Trans Laut Jatim dijadwalkan kembali melayani masyarakat pada akhir Januari 2026. Selama Surat Keputusan Gubernur terkait penyesuaian tarif belum diterbitkan, tarif promo masih akan diberlakukan.

“Selama dasar hukumnya belum berubah, tarif promo tetap berlaku,” pungkasnya.

Dengan kombinasi inovasi layanan dan skema pembiayaan alternatif, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap Trans Jatim tidak hanya menjadi moda transportasi massal, tetapi juga tulang punggung mobilitas yang berkelanjutan dan inklusif bagi masyarakat.(dpr)
 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru