MERAHPUTIH I SURABAYA – Penataan kota tidak bisa hanya bergantung pada kebijakan pemerintah. Kesadaran dan keterlibatan warga serta pelaku usaha menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan dan ketertiban lingkungan, khususnya di kawasan tepi sungai. Hal inilah yang kembali ditekankan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Eri mengungkapkan, hingga kini masih ditemukan sejumlah aktivitas warga maupun pemilik usaha yang memanfaatkan bantaran sungai secara tidak semestinya. Area yang seharusnya menjadi ruang aman justru dipakai untuk mendirikan bangunan, memperluas usaha, bahkan dijadikan lahan parkir kendaraan.
Baca juga: Satpol PP Surabaya Jangkau Pelajar Bolos Sekolah, Warkop Jadi Sasaran Patroli
“Kalau ada bangunan dan aktivitas di tepi sungai, saya minta pelaku usaha dan warga tidak menjadikannya sebagai tempat parkir atau perluasan usaha. Ini sangat berbahaya,” kata Eri, Kamis (29/1/2026).
Ia mencontohkan insiden kendaraan yang terperosok ke sungai akibat area tepi sungai digunakan sebagai lokasi parkir. Menurutnya, kejadian semacam ini bukan hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga mencerminkan rendahnya kesadaran terhadap fungsi sungai.
Lebih lanjut, Eri menjelaskan bahwa setiap sungai memiliki sepadan atau jarak aman yang wajib dijaga antara bangunan dan aliran air. Namun di lapangan, masih banyak bangunan usaha yang berdiri terlalu dekat dengan sungai, bahkan menutup akses tersebut demi kepentingan parkir.
Baca juga: Pemkot Surabaya Perkuat Arah Beasiswa, MoU dengan Kampus Jadi Kunci Pendidikan Tinggi yang Adil
“Kalau bangunan menempel terus ke sungai dan area parkir menutup aliran, dampaknya bisa fatal. Aliran air terganggu, dan saat banjir datang, kerusakan bisa jauh lebih parah,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa upaya penataan Surabaya tidak akan berhasil jika hanya dilakukan oleh pemerintah. Pemkot Surabaya, kata Eri, secara rutin melakukan pengawasan dan penertiban kawasan tepi sungai, tetapi hasil maksimal hanya bisa dicapai jika masyarakat ikut menjaga dan mengawasi.
Baca juga: Surabaya Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Imlek dan Ramadan
“Surabaya tidak bisa ditata sendiri oleh pemerintah. Harus ada kesadaran bersama. Sungai bukan tempat bangunan atau parkir, tapi ruang yang harus dijaga demi keselamatan dan kelestarian kota,” ujarnya.
Eri pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan, keamanan, dan fungsi sungai. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan warga, ia optimistis Surabaya dapat menjadi kota yang tertata rapi, aman dari banjir, serta nyaman bagi semua.(sub)
Editor : Redaksi