MERAHPUTIH I JAKARTA – Komitmen negara dalam menjamin masa depan atlet nasional kembali mendapat sorotan. Anggota DPD RI Lia Istifhama menyampaikan apresiasi atas langkah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang mulai merancang kebijakan berkelanjutan bagi atlet, tidak hanya saat aktif bertanding, tetapi juga setelah masa karier mereka berakhir.
Apresiasi tersebut disampaikan Lia dalam kunjungan kerja dan dialog bersama Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Drs. Yohan, M.Si, di Jakarta. Dalam forum itu, Lia menegaskan bahwa negara tidak boleh berhenti hadir hanya pada fase kejayaan prestasi atlet.
“Usia atlet sangat terbatas. Rata-rata hanya sampai 34 tahun. Setelah itu mereka meninggalkan dunia keatletan. Pertanyaannya, apakah negara juga ikut meninggalkan mereka?” ujar Lia dengan nada kritis.
Menurut senator asal Jawa Timur itu, atlet bukan sekadar individu berprestasi, melainkan duta bangsa yang membawa nama dan martabat Indonesia di panggung internasional. Oleh sebab itu, negara memiliki tanggung jawab moral sekaligus konstitusional untuk memastikan masa depan mereka tetap terjamin.
“Yang mengibarkan Merah Putih di luar negeri itu kepala negara dan para atlet. Mereka membawa kehormatan bangsa. Maka wajar jika negara hadir hingga fase pascakarier,” tegasnya.
Dalam dialog tersebut, Kemenpora memaparkan sejumlah langkah penguatan ekosistem atlet nasional. Mulai dari program beasiswa pendidikan, pelatihan lanjutan, hingga wacana jaminan hari tua dan skema pensiun atlet yang saat ini tengah dikomunikasikan lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Keuangan.
Baca juga: Stabilitas Nasional Dipertaruhkan, Ning Lia Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
Lia menilai arah kebijakan tersebut sebagai terobosan penting untuk menjawab kegelisahan banyak atlet yang selama ini menghadapi ketidakpastian ekonomi setelah pensiun. Ia menekankan pentingnya memastikan kebijakan tersebut bersifat sistemik dan berkelanjutan, bukan bergantung pada figur atau rezim tertentu.
“Atlet tidak boleh ditinggalkan setelah mereka selesai berprestasi. Harus ada transisi yang manusiawi dan bermartabat. Itu tugas negara,” katanya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora Yohan menyampaikan bahwa perhatian terhadap atlet dan pemuda merupakan bagian dari strategi besar pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Kemenpora, kata dia, berupaya mengintegrasikan pembinaan prestasi olahraga dengan penguatan pendidikan, keterampilan, serta jaminan kesejahteraan jangka panjang.
Baca juga: Senator Lia Istifhama Apresiasi Pembenahan Penyelenggaraan Haji oleh Kementerian Haji dan Umrah
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum penguatan sinergi antara DPD RI dan Kemenpora dalam merumuskan kebijakan kepemudaan dan olahraga yang inklusif, berkeadilan, serta berorientasi masa depan.
Lia berharap, hasil dialog ini dapat menjadi pijakan bagi lahirnya kebijakan nasional yang memastikan atlet Indonesia tidak hanya berjaya di arena pertandingan, tetapi juga sejahtera ketika menutup babak kariernya sebagai atlet.(dpr)
Editor : Redaksi