Jelang Imlek dan Ramadan, Lia Istifhama Tegaskan Stok Beras Nasional Terkendali

harianmerahputih.id
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Lia Istifhama

MERAHPUTIH I SURABAYA - Menjelang perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Imlek dan Ramadan, isu ketersediaan beras kembali menjadi sorotan publik. Setiap tahun, momentum ini kerap dibayangi kecemasan masyarakat akan potensi kelangkaan dan lonjakan harga bahan pangan pokok. Namun, pemerintah memastikan kondisi saat ini berada dalam situasi yang jauh lebih terkendali.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Lia Istifhama, menegaskan bahwa stok beras nasional berada pada level yang sangat aman. Bahkan, menurut senator asal Jawa Timur yang akrab disapa Ning Lia tersebut, cadangan beras nasional saat ini tercatat sebagai yang terkuat sepanjang sejarah pengelolaan pangan Indonesia.

Baca juga: Lia Istifhama Dorong Negara Hadir Hingga Pascakarier Atlet

“Dengan stok yang begitu besar, pemerintah memiliki ruang kebijakan yang cukup luas untuk menjaga pasokan dan menahan laju harga di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat,” ujar Ning Lia.

Ia mengungkapkan, stok beras nasional kini telah mencapai sekitar 3,3 juta ton. Angka tersebut bukan sekadar capaian statistik, melainkan cerminan kesiapan negara dalam menghadapi lonjakan permintaan yang lazim terjadi menjelang perayaan keagamaan besar.

Menurut Ning Lia, kekuatan cadangan ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Dengan pasokan yang memadai, pemerintah memiliki kemampuan intervensi yang lebih efektif apabila terjadi tekanan pasar, baik akibat faktor musiman maupun gejolak distribusi.

Baca juga: Dorong Paket Wisata Terintegrasi, Lia Istifhama Usulkan Labuan Bajo–Jawa Timur Jadi Satu Poros Pariwisata Nasional

“Cadangan beras yang kuat memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama kelompok rentan yang paling merasakan dampak ketika harga bahan pokok bergejolak,” tuturnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa beras bukan sekadar komoditas pangan, melainkan instrumen strategis yang sangat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional. Pergerakan harga beras memiliki kontribusi signifikan terhadap inflasi sekaligus menentukan daya beli masyarakat secara luas.

Dalam konteks menjelang Imlek dan Ramadan, pengendalian stok dan harga beras menjadi prioritas utama pemerintah. Ning Lia menilai langkah-langkah antisipatif yang telah dilakukan menunjukkan keseriusan negara dalam menjaga ketahanan pangan, sekaligus melindungi masyarakat dari tekanan ekonomi.

Baca juga: Stabilitas Nasional Dipertaruhkan, Ning Lia Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

Ia pun berharap konsistensi kebijakan pangan terus dijaga, mulai dari pengelolaan cadangan hingga pengawasan distribusi di lapangan, agar stabilitas tersebut benar-benar dirasakan hingga ke tingkat akar rumput.

“Dengan stok yang solid dan pengawasan berkelanjutan, masyarakat seharusnya bisa menyambut HBKN dengan lebih tenang, tanpa rasa khawatir akan kelangkaan maupun lonjakan harga beras,” pungkasnya.(dpr)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru