Pasar Murah Digencarkan, Pemkot Surabaya Jaga Harga Jelang Imlek dan Ramadan 2026

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya tancap gas menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang perayaan Imlek dan memasuki awal Ramadan 2026. Melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag), Pemkot memperkuat intervensi pasar dengan meningkatkan intensitas pelaksanaan Pasar Murah di berbagai wilayah kota.

Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau, di tengah potensi lonjakan permintaan yang lazim terjadi pada momen hari besar keagamaan.

Baca juga: Surabaya Semarak Imlek 2577, Pemkot Tegaskan Wajah Kota Toleran dan Ramah Lingkungan

Kepala Dinkopumdag Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, menyampaikan bahwa memasuki bulan Ramadan, frekuensi Pasar Murah akan ditingkatkan secara signifikan. Program ini dirancang menjangkau seluruh lapisan masyarakat dengan pelaksanaan serentak di 31 kecamatan, serta penambahan dua titik Pasar Murah setiap hari.

“Pada bulan Ramadan nanti, Pasar Murah kami laksanakan lebih masif. Setiap kecamatan akan terlibat, dan setiap hari ada dua lokasi agar masyarakat semakin mudah mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Mia, Senin (2/2/2026).

Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Pokok Jawa Timur per 2 Februari 2026, kondisi harga bahan pokok di Surabaya secara umum masih terkendali. Harga beras premium tercatat stabil di angka Rp15.416 per kilogram, sementara beras medium mengalami penyesuaian ringan menjadi Rp12.750 per kilogram.

Harga gula kristal putih juga relatif stabil di kisaran Rp16.833 per kilogram. Untuk komoditas minyak goreng, minyak curah masih berada di angka Rp19.916 per kilogram. Minyak goreng kemasan premium tercatat Rp18.500 per liter, sementara Minyakita justru mengalami penurunan tipis menjadi Rp15.966 per liter.

Pada sektor protein hewani, harga daging sapi paha mengalami kenaikan terbatas menjadi Rp116.666 per kilogram. Sebaliknya, harga daging ayam ras cenderung menurun tipis di angka Rp36.500 per kilogram. Harga ayam kampung tercatat Rp64.166 per ekor, sementara telur ayam ras masih stabil di kisaran Rp28.000 per kilogram.

Mia menuturkan, komoditas yang saat ini menjadi perhatian khusus adalah cabai. Cabai rawit merah tercatat di harga Rp61.166 per kilogram, sementara cabai merah keriting dan cabai merah besar justru mengalami penurunan masing-masing menjadi Rp30.166 per kilogram dan Rp26.500 per kilogram.

Menurutnya, fluktuasi harga cabai masih berada dalam batas wajar. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor cuaca di musim penghujan yang berdampak pada pasokan, serta meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Imlek dan Ramadan. Untuk itu, Pemkot Surabaya terus berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), petani, serta gabungan kelompok tani di daerah penghasil.

Baca juga: Gerindra Surabaya Pilih Jalan Pengabdian di Usia ke-18, Kader Turun Langsung Layani Warga

“Harga cabai memang cenderung fluktuatif. Karena itu, Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah kami fokuskan pada komoditas yang berpotensi mengalami lonjakan harga, agar tetap terkendali di tingkat konsumen,” jelasnya.

Hasil pemantauan di pasar tradisional dan pusat distribusi menunjukkan bahwa stok bahan pokok di Surabaya masih aman. Bahkan, sejumlah komoditas sayuran seperti kol, kentang, tomat, wortel, dan buncis tercatat mengalami penurunan harga dalam beberapa hari terakhir.

Menjelang Ramadan hingga Idul Fitri 2026, Pemkot Surabaya memastikan pengawasan pasar akan diperketat. Dinkopumdag juga mengingatkan distributor dan pelaku usaha ritel agar mematuhi ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) serta tidak melakukan penimbunan barang.

“Pengawasan akan kami tingkatkan, terutama di pasar-pasar yang menjadi indikator inflasi nasional. Penimbunan dan penjualan di atas HET tidak akan kami toleransi,” tegas Mia.

Sebagai upaya menjaga keseimbangan pasokan, Dinkopumdag rutin melaksanakan Operasi Pasar setiap bulan, salah satunya melalui penyaluran Minyakita bekerja sama dengan produsen dan distributor. Intervensi serupa siap dilakukan untuk komoditas lain apabila terjadi gejolak harga.

Baca juga: Pemkot Surabaya Sulap Ruang Publik Jadi Panggung Seni, 14 Titik Resmi Ditetapkan

“Operasi Pasar bertujuan menambah pasokan. Jika ada komoditas lain yang melonjak, kami siap berkolaborasi dengan BULOG, BUMD Pangan, produsen, distributor, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah,” ungkapnya.

Dalam jangka panjang, Pemkot Surabaya juga memperkuat kerja sama antar daerah penghasil melalui skema business to business. BUMD Pangan Surabaya didorong menjalin kontrak langsung dengan daerah seperti Nganjuk, Kediri, Mojokerto, dan Blitar guna menjaga kesinambungan pasokan dan menekan fluktuasi harga.

Di akhir keterangannya, Mia mengimbau masyarakat agar tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying. Ia juga meminta pedagang mematuhi aturan dan tidak menimbun barang.

“Pasokan di Surabaya masih aman. Kami harap masyarakat tetap tenang dan pedagang menjual sesuai ketentuan, karena penimbunan justru merugikan semua pihak dan berdampak pada inflasi,” pungkasnya.(sub)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru