MERAHPUTIH I BANDUNG - Lapangan Pendamping Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin pagi, 2 Februari 2026, menghadirkan suasana yang berbeda. Di tengah rutinitas latihan PERSIB Bandung, dua sosok menyita perhatian. Mereka bukan sekadar hadir, tetapi membawa cerita, harapan, dan semangat baru bagi Maung Bandung.
Dedi Kusnandar dan Dion Markx akhirnya kembali berada dalam satu lingkaran latihan tim Pangeran Biru. Keduanya langsung menyatu dengan intensitas sesi yang dipimpin jajaran pelatih, seolah ingin menegaskan bahwa PERSIB kini memasuki fase penting dalam perburuan prestasi.
Baca juga: Debut Sunyi, Makna Besar di Balik Kemenangan Persija
Bagi publik Bandung, kehadiran Dedi Kusnandar bukanlah nama asing. Gelandang yang akrab disapa Dado itu resmi kembali memperkuat PERSIB setelah setengah musim menjalani masa peminjaman bersama Bhayangkara FC. Kepulangannya terasa spesial, bukan hanya karena statusnya sebagai pemain senior, tetapi juga karena ikatan emosional yang telah terbangun lebih dari satu dekade.
Sejak awal latihan, Dado terlihat antusias. Gerakannya lincah, komunikasinya aktif, dan raut wajahnya menyiratkan rasa lega. Ia seperti menemukan kembali rumah yang sempat ditinggalkan.
“Sangat senang. Apalagi kemarin tidak mudah meninggalkan klub yang sudah saya bela hampir lebih dari 10 tahun. Kembali ke PERSIB pasti sangat terharu, bangga, senang,” ujar Dado usai latihan.
Pernyataan itu bukan sekadar ungkapan basa-basi. Dado memahami betul posisinya kini. Ia kembali bukan untuk bernostalgia, melainkan membawa tanggung jawab besar di tengah persaingan ketat Liga 1 dan ambisi PERSIB di kancah Asia.
Baca juga: iLeague Tunda Jadwal PERSIB Demi Asia, Komitmen Kolektif Jaga Marwah Sepak Bola Nasional
Dado menegaskan tekadnya untuk bekerja lebih keras, membantu tim mempertahankan posisi di papan atas klasemen, sekaligus melangkah jauh di AFC Champions League Two. Baginya, PERSIB bukan hanya klub, tetapi simbol mental juara yang harus terus dijaga.
“Saya ingin membantu tim ini tetap di puncak dan melanjutkan tradisi PERSIB sebagai tim yang punya mental juara,” tegasnya.
Sementara itu, perhatian juga tertuju pada Dion Markx. Pemain muda yang diumumkan bergabung pekan lalu itu menjalani latihan perdananya bersama skuad Maung Bandung. Meski baru pertama kali bergabung secara resmi, Dion tidak terlihat canggung. Ia mengikuti setiap instruksi pelatih dengan penuh konsentrasi, mencoba beradaptasi dengan tempo dan karakter permainan PERSIB.
Baca juga: Persebaya Akan Tampil Lebih Garang Hadapi Dewa United di GBT
Bagi Dion, sesi latihan ini menjadi pintu awal pembuktian. Ia sadar, mengenakan seragam PERSIB berarti siap berada di bawah sorotan besar Bobotoh dan tuntutan prestasi yang tinggi. Namun justru di situlah tantangan yang ingin ia jawab.
Kehadiran Dedi Kusnandar dan Dion Markx memberikan warna tersendiri dalam sesi latihan pagi itu. Yang satu membawa pengalaman dan kepemimpinan, yang lain menghadirkan energi muda dan potensi masa depan. Kombinasi ini menjadi sinyal bahwa PERSIB tengah menata keseimbangan antara pengalaman dan regenerasi.
Dengan musim yang memasuki fase krusial, PERSIB Bandung tampak serius memperkuat fondasi tim. Kembalinya Dado dan dimulainya perjalanan Dion bersama Maung Bandung bukan hanya soal tambahan pemain, tetapi tentang menyatukan semangat lama dan harapan baru demi satu tujuan: menjaga PERSIB tetap berada di jalur juara.(ban)
Editor : Redaksi