Lautan Hijau GBT Membius Jefferson Silva, Persebaya Terhenti di Hadapan Dewa United

harianmerahputih.id
Jefferson Silva saat memberi umpan ke lini serang Persebaya. (Persebaya)

MERAHPUTIH I SURABAYA - Stadion Gelora Bung Tomo kembali menjadi panggung megah bagi sepak bola Surabaya. Minggu (1/2) malam WIB, lautan hijau Bonek dan Bonita memenuhi setiap sudut tribun, menciptakan atmosfer yang bukan sekadar bising, melainkan sarat emosi dan kebanggaan. Di tengah gemuruh chant tanpa henti itu, satu nama mencuri perhatian: Jefferson Silva.

Bek asal Brasil tersebut akhirnya merasakan langsung magisnya laga kandang Persebaya. Sekitar 23 ribu pasang mata hadir memberi nyawa pada Bajul Ijo, menjadikan pertandingan melawan Dewa United sebagai pengalaman tak terlupakan bagi Jefferson, yang baru menjalani debut kandang bersama klub kebanggaan Kota Pahlawan.

Baca juga: Kembalinya Dado, Babak Baru Dion: Aura Segar di Latihan PERSIB

Sejak peluit awal dibunyikan, dukungan suporter tak pernah surut. Nyanyian khas Bonek dan Bonita bergema, seolah menjadi denyut nadi yang mengalirkan energi ke dalam setiap gerakan pemain di lapangan. Bagi Jefferson, pemandangan itu lebih dari sekadar indah—ia adalah bahan bakar motivasi.

“Hari ini stadion cukup penuh dan sangat indah untuk dilihat. Bonek dan Bonita memberikan dukungan kepada kami dan saya merasa sangat senang serta termotivasi dengan dukungan penuh dari mereka,” ungkap bek berusia 29 tahun itu usai pertandingan.

Namun, sepak bola tak selalu berpihak pada atmosfer dan semangat. Di balik megahnya Gelora Bung Tomo, Persebaya harus menerima kenyataan pahit. Tren empat kemenangan beruntun yang dibangun dengan susah payah di BRI Super League 2025/26 akhirnya terhenti pada pekan ke-19. Bajul Ijo harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang Dewa United dengan skor 1-1.

Persebaya sebenarnya memulai laga dengan penuh keyakinan. Gol pembuka tercipta pada menit ke-23 melalui sepakan Francisco Rivera. Gol tersebut lahir dari skema rapi dan kerja sama cerdas dengan Arief Catur Pamungkas yang mengirimkan assist terukur. Stadion pun bergemuruh, seakan kemenangan kembali berada dalam genggaman.

Sayangnya, euforia itu tak bertahan lama. Tujuh menit berselang, Dewa United mampu menyamakan kedudukan. Pemain muda Kafiatur Rizky mencatatkan namanya di papan skor lewat sepakan yang gagal diantisipasi lini belakang Persebaya. Skor kembali imbang, tensi pertandingan pun meningkat.

Baca juga: Debut Sunyi, Makna Besar di Balik Kemenangan Persija

Momentum sebenarnya berpihak pada tuan rumah ketika Dewa United harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37. Nick Kuipers diganjar kartu merah setelah melanggar Malik Risaldi. Dengan keunggulan jumlah pemain dan dukungan penuh publik GBT, harapan tiga poin kian membumbung.

Namun realita berkata lain. Berbagai peluang tercipta, tekanan demi tekanan dilancarkan, tetapi penyelesaian akhir menjadi persoalan. Dewa United bertahan disiplin, sementara Persebaya gagal mengonversi dominasi menjadi gol tambahan.

“Mengenai pertandingan hari ini, saya pikir kami layak untuk meraih kemenangan. Kami bisa saja mengambil keuntungan dengan keunggulan satu pemain,” ujar Jefferson, tak menyembunyikan rasa kecewanya.

Baca juga: iLeague Tunda Jadwal PERSIB Demi Asia, Komitmen Kolektif Jaga Marwah Sepak Bola Nasional

Meski demikian, bek berpaspor Brasil itu menegaskan Persebaya tak ingin berlama-lama meratapi hasil imbang. Menurutnya, kompetisi masih panjang dan konsistensi dalam mengumpulkan poin menjadi kunci untuk tetap bersaing di papan atas.

“Kami harus langsung memikirkan laga berikutnya untuk meraih kemenangan. Penting bagi kami untuk selalu menambah poin. Kami berada di jalur yang tepat,” pungkasnya.

Gelora Bung Tomo malam itu mungkin tak menghadirkan tiga poin, tetapi satu hal tak terbantahkan: loyalitas Bonek dan Bonita kembali menjadi cerita utama. Dan bagi Jefferson Silva, debut kandang ini bukan hanya tentang skor akhir, melainkan tentang ikatan emosional yang mulai terjalin antara pemain, klub, dan ribuan suara yang setia bernyanyi hingga peluit panjang berbunyi.(sub)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru