MERAHPUTIH I SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat proses relokasi warga terdampak bencana tanah gerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal. Langkah ini dilakukan dengan mengkaji sejumlah calon lahan relokasi dari sisi geologi guna menjamin keamanan sebelum pembangunan hunian sementara dimulai.
Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah Agus Sugiharto menyatakan, asesmen geologi tengah dilakukan terhadap empat lokasi, meliputi tiga calon lahan relokasi serta satu lokasi pondok pesantren milik Perhutani yang direncanakan menjadi tempat relokasi warga.
Baca juga: UMKM Jateng Unjuk Gigi di Inacraft 2026
Kajian tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat meninjau lokasi bencana, sekaligus merespons permintaan dukungan Pemerintah Kabupaten Tegal.
Tiga calon lahan berada di Desa Padasari, Lebakwangi, dan Capar, Kecamatan Jatinegara, dengan luasan bervariasi antara 3 hingga 10 hektare. Proses kajian diperkirakan memakan waktu minimal tiga hari untuk memastikan stabilitas tanah.
Baca juga: Jelang Mudik Lebaran 2026, Gubernur Jateng Minta Daerah Prioritaskan Pemantapan Jalan
Sementara itu, Plh Kepala Pelaksana BPBD Jawa Tengah Bergas C Penanggungan menyebut, sebanyak 596 kepala keluarga atau lebih dari 2.000 jiwa masih mengungsi di sembilan titik. Pemerintah menyiapkan empat dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
Relokasi akan dilakukan secara bertahap setelah rekomendasi kelayakan lahan diterbitkan. Koordinasi lintas instansi juga telah dilakukan, termasuk penyiapan alat berat untuk pembersihan dan perataan lahan.
Baca juga: Gubernur Jateng Pastikan Penanganan Banjir-Longsor Pemalang Paripurna
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, relokasi dilakukan demi keselamatan warga. Pemerintah menjamin penyediaan hunian sementara hingga hunian tetap lengkap dengan sertifikat kepemilikan.(sem)
Editor : Redaksi