MERAHPUTIH I SURABAYA – Semangat kepramukaan kembali diteguhkan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Bertempat di Ruang Singosari, Rabu (11/2), Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Budi Waseso melantik Majelis Pembimbing Daerah (Mabida), Kwartir Daerah (Kwarda), serta Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur masa bakti 2025–2030.
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni lima tahunan, melainkan penegasan arah baru gerakan kepramukaan di Jawa Timur untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks, mulai dari disrupsi digital hingga ancaman degradasi moral generasi muda.
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, Arum Sabil, dalam sambutannya mengawali dengan ucapan Selamat Hari Pramuka ke-63. Ia menegaskan bahwa Pramuka merupakan “kawah candradimuka” bagi anak-anak bangsa.
“Pramuka adalah tempat belajar disiplin, belajar bekerja sama, dan belajar mencintai tanah air. Di sinilah karakter ditempa,” ujarnya.
Arum mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidaklah ringan. Digitalisasi yang melaju cepat, maraknya penyalahgunaan narkoba, hingga judi online menjadi ancaman nyata bagi generasi muda.
“Oleh karena itu, Pramuka harus menjadi garda terdepan dalam membentengi generasi muda dari hal-hal negatif tersebut. Kita harus terus berinovasi, menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, tetapi tetap memegang teguh nilai-nilai Dasa Darma,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pembina, pelatih, dan pengurus di semua tingkatan atas dedikasi yang telah diberikan. Menurutnya, kerja kolektif seluruh insan Pramuka menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi tangguh menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Wakil Ketua Mabida Gerakan Pramuka Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan apresiasi kepada para pengurus yang baru dilantik. Dengan gaya khasnya yang hangat, Emil menyebut bahwa di Pramuka, semangat selalu muda meski wajahnya lama.
“Mungkin sebagian besar adalah wajah lama, tapi kalau berada di Pramuka semangatnya selalu muda dan baru,” ujarnya.
Emil juga mengenang kedekatannya secara personal dengan Pramuka sejak bangku sekolah dasar. Ia menilai, keteguhan prinsip yang ia kenal sejak kecil tetap terjaga hingga kini, meski gerakan terus beradaptasi dengan modernisasi.
“Keteguhan prinsipnya masih terjaga, tetapi pengembangan dan modernisasi terus dilakukan agar tetap relevan sepanjang masa,” katanya.
Ia menyoroti berbagai capaian Pramuka Jawa Timur dalam periode sebelumnya, termasuk kontribusi kemanusiaan yang membanggakan. Dengan semangat “Jatim Harmoni”, Kwarda Jatim berhasil menyalurkan bantuan lebih dari Rp1 miliar bagi korban bencana di Sumatera. Selain itu, gerakan penanaman mangrove dan pemugaran rumah tidak layak huni menjadi bukti konkret pengabdian sosial Pramuka.
Emil juga menekankan pentingnya karakter di era kecerdasan buatan (AI). Tanpa karakter yang kuat, generasi muda berisiko tergilas perkembangan zaman.
Baca juga: Bank Jatim Gelar Rapat Kerja Tahunan 2026, Perkuat Langkah untuk Menjadi BPD Nomor 1 di Indonesia
“Insyaallah, yang akan menjadi benteng moral generasi muda adalah insan-insan Pramuka,” ujarnya optimistis.
Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Budi Waseso, dalam arahannya menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat kembali tekad pengabdian.
“Di pundak Kakak-kakak sekalian tersemat harapan besar untuk menjadikan Gerakan Pramuka bukan hanya sebagai wadah pembinaan, tetapi sebagai kawah candradimuka yang melahirkan generasi tangguh dan berkarakter,” katanya.
Budi Waseso juga mengucapkan selamat kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa selaku Ketua Mabida serta kepada Arum Sabil sebagai Ketua Kwarda beserta seluruh jajaran. Ia menekankan bahwa amanah ini bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam mengamalkan Trisatya dan Dasadarma.
Menurutnya, di tengah arus globalisasi dan percepatan teknologi, Pramuka memegang misi besar dalam menjaga jati diri bangsa. Pendidikan kepramukaan tidak hanya membentuk keterampilan, tetapi juga kepemimpinan, empati sosial, kepedulian lingkungan, serta komitmen menjaga keutuhan NKRI.
Ia mengapresiasi langkah cepat Kwarda Jawa Timur dalam membantu korban bencana di Sumatera dan Aceh. Respons tersebut dinilainya sebagai bukti nyata pengamalan Satya dan Darma Pramuka.
Baca juga: Khofifah Tegaskan Sinergi dan Sport Science di Pelantikan KONI Jatim 2025–2029
“Pramuka Jawa Timur hadir bukan hanya sebagai organisasi kepemudaan, tetapi sebagai garda terdepan dalam aksi kemanusiaan nasional,” tegasnya.
Lebih jauh, Budi Waseso menggarisbawahi pentingnya sinergi antara Mabida, Kwarda, Mabicab, hingga Gugus Depan di sekolah-sekolah. Program ke depan, menurutnya, harus memberi dampak nyata bagi pembinaan generasi muda.
Sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, Gerakan Pramuka kini memfokuskan pengabdian pada upaya kemandirian bangsa melalui swasembada pangan. Indonesia, kata dia, memiliki kekayaan alam melimpah, namun perlu dikelola oleh generasi yang terampil dan bertanggung jawab.
Ia mendorong setiap Gugus Depan memiliki lahan pangan terintegrasi. Melalui lahan tersebut, para anggota Pramuka dapat belajar langsung tentang pertanian, perikanan, dan peternakan, sekaligus menanamkan nilai kemandirian.
“Kita harus buktikan bahwa dari Pramuka Jawa Timur akan lahir pahlawan-pahlawan pangan yang menjaga kedaulatan bangsa di masa depan,” tandasnya.
Dengan pelantikan ini, Gerakan Pramuka Jawa Timur diharapkan semakin kokoh sebagai benteng moral generasi muda sekaligus motor penggerak solusi konkret bagi persoalan bangsa. Dari Grahadi, semangat pengabdian itu kembali dinyalakan, untuk Jawa Timur, untuk Indonesia.(dpr)
Editor : Redaksi