PERSIB Tebar Optimisme di Ratchaburi, Misi Curian Gol di Tanah Thailand

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I RATCHABURI – PERSIB Bandung menapaki fase krusial di pentas Asia dengan langkah mantap. Rabu, 11 Februari 2026 malam, Maung Bandung akan memasuki Stadion Ratchaburi, Na Muang, Thailand, untuk melakoni leg pertama babak 16 Besar AFC Champions League Two (ACL Two) menghadapi tuan rumah Ratchaburi FC. Optimisme mengiringi perjalanan tim asuhan Bojan Hodak, yang datang dengan status juara Grup G.

Lolos sebagai pemuncak grup menjadi sinyal kuat bahwa PERSIB bukan sekadar pelengkap di kompetisi level Asia ini. Konsistensi sepanjang fase grup menghadirkan kepercayaan diri tinggi, sekaligus mempertegas ambisi mereka untuk melangkah lebih jauh. Di sisi lain, Ratchaburi FC bukan lawan sembarangan. Wakil Thailand itu melaju sebagai runner-up Grup F, tepat di bawah klub Jepang, Gamba Osaka.

Baca juga: Adam Alis Tegaskan PERSIB Siap Tempur Hadapi Ratchaburi FC di Babak 16 Besar ACL 2

Pertemuan kedua tim bukan kali pertama terjadi. Pada pramusim lalu, PERSIB dan Ratchaburi sempat beruji coba dan bermain imbang 2-2. Namun, situasi kini jelas berbeda. Laga resmi dengan tensi tinggi di fase gugur tentu menghadirkan atmosfer dan tekanan yang tak sama dengan sekadar latih tanding.

Pelatih PERSIB, Bojan Hodak, menegaskan timnya telah berkembang signifikan sejak pertemuan terakhir tersebut. Ia mengakui, saat pramusim, PERSIB sedang dalam fase transisi besar-besaran.

“Kami mengganti hampir lebih dari setengahnya di tim termasuk seluruh pemain asing. Saat itu mereka butuh waktu untuk beradaptasi. Tapi sekarang, kami sudah lebih baik. Mereka (Ratchaburi) juga melakukan perubahan, jadi kita akan lihat saja besok,” ujar Hodak.

Perubahan komposisi pemain, khususnya di sektor legiun asing, sempat membuat PERSIB membutuhkan waktu untuk menemukan chemistry terbaik. Kini, seiring berjalannya kompetisi domestik dan fase grup ACL Two, soliditas tim dinilai semakin terbentuk. Skema permainan makin padu, koordinasi antarlini lebih terorganisasi, dan mental bertanding pun teruji.

Optimisme PERSIB juga mendapat suntikan moral dari kehadiran Bobotoh yang dipastikan memberi dukungan langsung di Stadion Ratchaburi. Di manapun berlaga, dukungan suporter fanatik asal Bandung itu kerap menjadi energi tambahan bagi Marc Klok dan kawan-kawan.

Hodak berharap kehadiran Bobotoh menjadi kekuatan positif, sekaligus menunjukkan wajah sepakbola Indonesia yang penuh semangat.

Baca juga: Kurzawa Siap Unjuk Gigi, PERSIB Bidik Awal Manis di Tanah Gajah Putih

“Saya hanya berharap, tidak akan ada masalah yang timbul karenanya, melainkan bentuk dukungan. Tidak hanya tim kami saja, tapi sepakbola Indonesia punya pendukung yang sangat antusias. Semoga dengan itu kami bisa meraih hasil yang positif,” katanya.

Hasil positif di leg pertama menjadi target realistis sekaligus strategis. Setidaknya, membawa pulang kemenangan atau minimal hasil imbang dengan gol akan menjadi modal berharga sebelum menjamu Ratchaburi pada leg kedua di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 18 Februari 2026 mendatang. Bermain di kandang sendiri, dengan puluhan ribu Bobotoh, tentu menjadi keuntungan tersendiri yang ingin dimaksimalkan PERSIB.

Namun Ratchaburi jelas tak ingin sekadar menjadi batu loncatan. Pelatih mereka, Worrawoot Srimaka, menegaskan kesiapan timnya untuk menghadapi tekanan laga penting ini. Bermain di hadapan publik sendiri menjadi motivasi tambahan bagi klub asal Thailand tersebut.

“Kami tahu, ini pertandingan yang sulit. Namun ini pertandingan kandang, jadi kami akan melakukan segalanya demi meraih kemenangan. Hanya ada dua pertandingan. Jadi kami harus berhati-hati, sebisa mungkin jangan membuat kesalahan,” ujar pelatih berusia 54 tahun itu.

Baca juga: Legenda Tak Pernah Benar-Benar Pergi: Made Wirawan Kembali Berdiri di Bawah Mistar PERSIB

Pernyataan Srimaka mencerminkan pendekatan realistis sekaligus waspada. Format dua leg membuat setiap kesalahan bisa berakibat fatal. Gol tandang, disiplin lini belakang, serta efektivitas penyelesaian akhir akan menjadi faktor penentu.

Bagi PERSIB, laga ini bukan hanya tentang hasil, tetapi juga tentang pembuktian kapasitas di level Asia. Setelah menunjukkan tajinya di fase grup, Maung Bandung kini dihadapkan pada ujian sesungguhnya: konsistensi di fase gugur. Jika mampu melewati hadangan Ratchaburi, jalan menuju babak perempat final akan terbuka, sekaligus mempertegas kebangkitan klub kebanggaan Jawa Barat di kancah internasional.

Rabu malam di Ratchaburi akan menjadi panggung adu taktik, mental, dan determinasi. PERSIB datang dengan kepercayaan diri, Ratchaburi menyimpan ambisi di kandang sendiri. Dari Thailand, langkah Maung Bandung di Asia kembali dipertaruhkan.(ban)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru