Bangun Kepedulian Sosial Pelajar, Dindik Jatim Salurkan Santunan Ramadan di Kediri

harianmerahputih.id
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai

MERAHPUTIH I KEDIRI - Program sosial pendidikan kembali digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur selama bulan suci Ramadan. Melalui gerakan Ramadan Pendidikan Berdampak 1447 Hijriah, Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga menumbuhkan nilai kepedulian sosial di kalangan pelajar.

Kegiatan tersebut diwujudkan melalui penyaluran santunan Ramadan kepada para siswa. Sebanyak 1.250 pelajar dari SMA, SMK, dan SLB di wilayah Kabupaten dan Kota Kediri menerima bantuan dalam kegiatan yang melibatkan dunia pendidikan dan masyarakat secara luas.

Baca juga: Gerindra Jatim Rangkul Mahasiswa Lewat Tadarus Politik Gen Z, Dorong Anak Muda Melek Politik

Acara penyerahan santunan ini dihadiri para kepala sekolah negeri dan swasta jenjang SMA, SMK, dan SLB se-Kediri, ratusan guru, serta masyarakat sekitar. Setiap sekolah mengirimkan sekitar 30 siswa sebagai perwakilan untuk menerima bantuan Ramadan tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, secara langsung menyerahkan santunan secara simbolis kepada sejumlah siswa. Bantuan yang diberikan berupa beras kemasan 3 kilogram serta santunan Ramadan yang diharapkan dapat membantu kebutuhan siswa dan keluarganya selama bulan suci.

Menurut Aries, kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari tema pendidikan Jawa Timur selama Ramadan tahun ini, yakni “Ramadan Pendidikan Berdampak 1447 H.”

Ia menegaskan bahwa momentum Ramadan seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai peningkatan spiritual semata, tetapi juga menjadi ruang bagi dunia pendidikan untuk memperkuat kepedulian sosial.

“Ramadan harus menjadi momentum menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial. Ketika sekolah mampu berbagi dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar, itulah makna pendidikan yang benar-benar berdampak,” ujar Aries, Sabtu (7/3/2026).

Selain menyerahkan santunan kepada para pelajar, Aries juga meninjau pasar murah yang digelar oleh Dharma Wanita Persatuan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat agar dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Berbagai bahan pokok dijual dalam pasar murah tersebut dengan harga yang telah disubsidi. Di antaranya beras kemasan 3 kilogram, telur, minyak goreng, buah nanas, tempe, hingga beragam sayuran segar.

Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Warga sekitar memadati lokasi pasar murah sejak pagi hari. Tidak hanya masyarakat umum, para guru dan siswa yang hadir dalam kegiatan santunan juga turut memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli kebutuhan rumah tangga.

Dalam kesempatan itu, Aries juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan beberapa siswa yang sedang mengantre membeli sembako. Ia menanyakan alasan mereka berbelanja di pasar murah tersebut.

Para siswa mengaku membeli kebutuhan pokok tersebut untuk dibawa pulang dan diberikan kepada orang tua mereka di rumah. Mendengar jawaban tersebut, Aries tampak tersenyum dan mengapresiasi kepedulian para siswa terhadap keluarga.

Baca juga: Kodrat Jatim Bidik Juara Umum Tarung Derajat di PON 2028

Bahkan, dalam beberapa kesempatan, ia terlihat memberikan bantuan uang kepada guru maupun siswa yang sedang mengantre agar mereka dapat membeli sembako di pasar murah tersebut.

Aries juga menyampaikan apresiasi kepada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri yang telah menyelenggarakan kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, program santunan dan pasar murah sangat sejalan dengan semangat Ramadan Pendidikan Berdampak 1447 H yang saat ini digerakkan oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur.

Ia menjelaskan bahwa gerakan tersebut dijalankan melalui empat program utama di lingkungan pendidikan.

Pertama, memperkuat kegiatan spiritual di lingkungan sekolah, khususnya selama bulan Ramadan.

Kedua, mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai inovasi dalam proses pembelajaran.

Ketiga, menumbuhkan budaya berbagi dan kepedulian sosial baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.

Baca juga: Mahasiswa STAI Taruna dan Senator Lia Istifhama Berbagi Takjil di Tengah Gerimis Sidoarjo

Keempat, menjaga lingkungan sekolah melalui gerakan zero sampah plastik sebagai bagian dari upaya membangun budaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

“Melalui empat gerakan ini, kita ingin memastikan bahwa Ramadan di lingkungan pendidikan bukan hanya seremonial, tetapi benar-benar membawa dampak nyata bagi siswa, sekolah, dan masyarakat,” tegas Aries.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan oleh seluruh sekolah di Jawa Timur sehingga nilai-nilai kepedulian sosial semakin tumbuh di kalangan pelajar.

Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya mencetak generasi yang unggul secara akademik, tetapi juga harus melahirkan generasi yang memiliki empati, kepedulian terhadap sesama, serta karakter yang kuat.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadirkan sistem pendidikan yang lebih humanis, inklusif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Melalui berbagai kegiatan sosial yang digelar selama Ramadan, diharapkan dunia pendidikan dapat semakin berperan sebagai ruang pembentukan karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan sesama.(dpr)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru