BPKH Berangkatkan 675 Perantau dari Surabaya, Program Balik Kerja Jadi Energi Baru Usai Lebaran

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SURABAYA - Suasana berbeda tampak menyelimuti Lapangan Parkir Barat Masjid Nasional Al Akbar Surabaya pada Selasa pagi (24/3/2026). Deretan bus executive terparkir rapi, sementara ratusan orang hilir mudik dengan barang bawaan—mulai dari koper hingga kardus berisi bekal perjalanan. Mereka bukan sekadar penumpang, melainkan para perantau yang bersiap kembali ke rutinitas kerja di ibu kota dan sekitarnya.

Sebanyak 675 peserta resmi diberangkatkan dalam program “Balik Kerja Bareng BPKH 2026” yang digagas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Program ini menjadi salah satu upaya nyata menghadirkan kemudahan transportasi bagi masyarakat, khususnya warga Jawa Timur, yang hendak kembali ke wilayah Jabodetabek setelah merayakan Idulfitri di kampung halaman.

Baca juga: Silaturahmi Lebaran, Ning Lia Serap Aspirasi Muslimat NU Wonocolo

Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf, anggota DPR RI Komisi VIII Inna Amania, Plt Asisten III Setdaprov Jatim Akhmad Jazuli, serta Pimpinan Badan Pelaksana BPKH Indra Gunawan.

Dalam sambutannya, Menteri Haji dan Umrah yang akrab disapa Gus Irfan menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat.

“Di sini ada 675 peserta dengan 15 bus yang dikoordinir BPKH untuk kembali bekerja ke Jakarta. Ini adalah bentuk kemudahan bagi warga, khususnya dari Jawa Timur, yang baru saja bersilaturahmi dan merayakan Idulfitri di kampung halaman. Harapannya, mereka kembali dengan semangat baru untuk bekerja,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa program ini bukan sekadar fasilitas mudik/balik gratis, melainkan bentuk pemanfaatan dana umat yang dikelola BPKH. “Ini bagian dari dana kemaslahatan umat yang dikembalikan ke masyarakat. Ke depan, kami berharap manfaatnya bisa semakin luas dengan berbagai skema program lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Indra Gunawan menyebutkan bahwa program ini telah memasuki tahun keempat pelaksanaannya sejak pertama kali digelar pada 2023. Ia memastikan bahwa ke depan jumlah peserta, khususnya dari Jawa Timur, akan terus ditingkatkan.

“Insyaallah tahun berikutnya akan ada penambahan kuota, mengingat jemaah terbesar memang berasal dari Jawa Timur. Kami juga akan memperluas titik keberangkatan agar menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya.

Baca juga: Satpol PP Tertibkan Tempat Hiburan Bandel Selama Ramadan di Surabaya

Sebanyak 15 bus premium diberangkatkan menuju empat titik utama di wilayah Jabodetabek, yakni Terminal Baranangsiang (Bogor), Terminal Kampung Rambutan (Jakarta Timur), Terminal Poris (Tangerang), dan Terminal Pulo Gebang (Bekasi). Selama perjalanan, peserta mendapatkan berbagai fasilitas, mulai dari kaos, makanan ringan, hingga konsumsi utama.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 1.412 orang, jauh melampaui kuota yang tersedia. Tingginya minat tersebut menjadi indikator bahwa program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di Surabaya, pelaksanaan kegiatan turut menggandeng Yayasan LAZ Ummul Quro sebagai mitra pelaksana. Kolaborasi ini memperkuat aspek distribusi dan pelaksanaan teknis di lapangan.

Salah satu peserta, Mohammad Syaiful Reza (35) yang balik bersama istri dan anaknya, warga Galis, Bangkalan, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Ia mengungkapkan bahwa biasanya ia harus merogoh kocek hingga Rp1,5 juta untuk biaya perjalanan bersama keluarga.

Baca juga: Dishub Surabaya Siapkan Skema Parkir dan Shuttle Bus Antisipasi Lonjakan Pengunjung Lebaran di Kebun Binatang Surabaya

“Sekarang bisa gratis, jadi uangnya bisa dipakai untuk kebutuhan di Jakarta. Ini sangat membantu kami,” tuturnya.

Program “Balik Kerja Bareng BPKH 2026” tidak hanya dilaksanakan di Surabaya, tetapi juga secara serentak di Yogyakarta, Lampung, dan Solo. Ribuan perantau dari berbagai daerah kembali bergerak menuju kota-kota tujuan, membawa harapan baru pasca Lebaran.

Di tengah kesibukan keberangkatan, terdengar suara panitia yang melepas rombongan dengan pesan sederhana namun penuh makna, “Selamat jalan, hati-hati di perjalanan.”

Kalimat itu seolah menjadi pengiring langkah para perantau—menuju perjalanan panjang yang bukan hanya soal kembali bekerja, tetapi juga tentang melanjutkan perjuangan hidup dengan semangat yang diperbarui.(pps) 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru