MERAHPUTIH I KEBUMEN - Presiden RI Prabowo Subianto meninjau langsung panen raya udang vannamei di kawasan Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5). Dalam kunjungan tersebut, Presiden juga melihat proses sortir hasil panen udang sebelum dipasarkan.
Kawasan tambak modern seluas 100 hektare itu dikembangkan dengan sistem tata kelola terpadu, mulai dari saluran intake air, kolam tandon, pemisahan jalur inlet dan outlet, kolam produksi, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Baca juga: Prabowo Tegaskan APBN 2027 sebagai Alat Perjuangan Bangsa di Tengah Ketidakpastian Global
Di hadapan para petambak dan jajaran pemerintah, Presiden Prabowo mengungkapkan optimismenya terhadap masa depan industri udang nasional. Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu produsen udang terbesar dunia jika potensi yang ada dimanfaatkan secara maksimal.
“Potensinya sangat besar. Tadi saya mendapat laporan satu hektare bisa menghasilkan sampai 40 ton udang. Ini luar biasa dan nilai ekonominya juga tinggi,” ujar Presiden.
Ia menjelaskan, dengan harga jual sekitar Rp70 ribu per kilogram, produksi udang dari satu hektare tambak dapat menghasilkan nilai ekonomi yang sangat menjanjikan. Karena itu, pemerintah terus mendorong pengembangan tambak modern berbasis teknologi dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
BUBK Kebumen sendiri saat ini memiliki 206 petak kolam dengan estimasi nilai produksi mencapai Rp67,2 miliar setiap siklus panen. Dalam satu tahun, potensi produksinya diperkirakan dapat menembus Rp134,4 miliar.
Baca juga: Penyerahan Rafale hingga Radar Baru, Prabowo Tegaskan Pertahanan Jadi Pilar Kedaulatan
Tak hanya berdampak pada peningkatan produksi perikanan nasional, kawasan tersebut juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Presiden menyebut sedikitnya 650 tenaga kerja lokal telah terserap dalam operasional tambak modern tersebut.
Selain Kebumen, pemerintah juga tengah mengembangkan proyek serupa dengan skala jauh lebih besar di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Kawasan tambak di wilayah tersebut dirancang mencapai 2.000 hektare.
Presiden menegaskan, pengembangan sektor budi daya udang menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan devisa negara melalui ekspor hasil perikanan.
Baca juga: Prabowo Peringatkan Ancaman Krisis Energi, ASEAN Diminta Bergerak Cepat
Menurutnya, model pengelolaan modern seperti di Kebumen dapat menjadi contoh transformasi tambak tradisional menuju sistem yang lebih produktif, efisien, dan ramah lingkungan.
Panen raya ini sekaligus menegaskan perhatian Presiden Prabowo terhadap sektor kelautan dan perikanan yang dinilai memiliki potensi besar sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru nasional.(red)
Editor : Redaksi