MERAHPUTIH I SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerataan pendidikan nasional melalui Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua. Sebanyak 127 siswa lulusan ADEM Papua tahun 2026 secara resmi dilepas untuk kembali ke daerah asal mereka dalam acara Pelepasan Murid Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua di Wilayah Jawa Timur yang digelar di Aula Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Senin (8/6) malam.
Kegiatan tersebut menjadi momen haru sekaligus penuh kebanggaan setelah para siswa menuntaskan pendidikan selama tiga tahun di berbagai sekolah menengah atas dan kejuruan di Jawa Timur. Mereka diharapkan menjadi generasi penerus yang mampu membawa perubahan dan kemajuan bagi Papua maupun Indonesia.
Baca juga: ESDM Jatim Siapkan Platform Digital, Perizinan Tambang Ditarget Lebih Cepat dan Transparan
Mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Imam Hidayat, menyampaikan pesan mendalam kepada para siswa yang akan kembali ke tanah kelahiran mereka.
Ia menegaskan bahwa Gubernur Khofifah selalu menaruh perhatian dan kasih sayang kepada para siswa Papua yang menempuh pendidikan di Jawa Timur. Menurutnya, program tersebut bukan sekadar memberikan akses pendidikan, melainkan juga menyiapkan calon-calon pemimpin masa depan.
“Rasa cinta dan bangga Ibu Gubernur kepada adik-adik dari Papua selalu menyertai. Harapan beliau, setelah kembali ke daerah masing-masing, kalian dapat menjadi pemimpin-pemimpin Papua, bahkan menjadi pemimpin Indonesia di masa depan,” ujar Imam.
Ia menambahkan, pemerintah terus berupaya mewujudkan amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui berbagai program pendidikan afirmasi. Salah satunya adalah ADEM Papua yang memberikan kesempatan setara bagi putra-putri Papua untuk memperoleh pendidikan berkualitas.
Menurut Imam, para siswa yang telah menempuh pendidikan selama tiga tahun di Jawa Timur merupakan bagian dari Generasi Emas Indonesia 2045 yang akan menentukan arah pembangunan bangsa di masa mendatang.
“Ilmu yang diperoleh selama di Jawa Timur harus dimanfaatkan dan dikembangkan dengan baik. Teruslah berprestasi, pertahankan nilai-nilai positif yang telah dipelajari, dan bangun Papua sebagai surga di timur Indonesia,” katanya.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti menempuh pendidikan setelah menyelesaikan jenjang menengah. Berbagai program beasiswa lanjutan telah disiapkan pemerintah, mulai dari Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik), Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN), hingga berbagai jalur pendidikan lainnya.
Dalam sambutannya, Imam turut menyampaikan apresiasi kepada para kepala sekolah, guru, dan pembimbing yang telah mendampingi para siswa selama tiga tahun terakhir.
“Jangan pernah melupakan jasa para guru yang telah membimbing kalian. Terus kabarkan perjalanan dan keberhasilan kalian di masa depan,” pesannya.
Lebih lanjut, Imam mengungkapkan pengalamannya berinteraksi dengan banyak putra-putri Papua yang kini telah berhasil menjadi pejabat, pengusaha, maupun tokoh masyarakat. Menurutnya, salah satu keunggulan yang dimiliki anak-anak Papua adalah kemampuan beradaptasi dan keberanian dalam menyampaikan pendapat.
“Saya melihat anak-anak Papua sangat cepat beradaptasi dengan lingkungan baru. Mereka berani, mudah bergaul, dan memiliki semangat yang luar biasa. Kalau fasilitasnya sama, saya yakin mereka tidak kalah dengan siapa pun,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta para siswa memanfaatkan pengalaman, jejaring pertemanan, dan berbagai pembelajaran yang diperoleh selama berada di Jawa Timur sebagai modal membangun masa depan.
“Semangat itu jangan pernah padam. Terus gelorakan bahwa kalian adalah anak-anak Papua yang mampu berprestasi dan memberi manfaat bagi negeri ini,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Mudianto, memaparkan perkembangan pelaksanaan Program ADEM Papua di Jawa Timur.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini terdapat 440 siswa ADEM Papua yang tersebar di berbagai sekolah di Jawa Timur. Jumlah tersebut terdiri dari 145 siswa kelas X, 160 siswa kelas XI, dan 135 siswa kelas XII yang telah dinyatakan lulus pada 5 Mei 2026.
Baca juga: Pengambilan PIN SPMB Jatim Tinggal Dua Hari, Disdik Buka Simulasi Pendaftaran bagi Calon Murid
Dari total lulusan tersebut, sebanyak tujuh siswa berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), sedangkan sembilan siswa diterima melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Sementara siswa lainnya melanjutkan pendidikan tinggi melalui Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik).
“Dari 135 siswa yang lulus, sebanyak 127 siswa dipulangkan ke daerah asal dengan pendampingan 10 orang pembimbing. Delapan siswa lainnya sudah lebih dahulu kembali karena mengikuti proses rekrutmen TNI, Polri, maupun pendidikan kedinasan,” jelasnya.
Para lulusan tersebut berasal dari berbagai wilayah di Papua dan Papua Barat dengan tujuan pemulangan meliputi Jayapura sebanyak 25 siswa, Biak 12 siswa, Nabire delapan siswa, Timika tiga siswa, Merauke 16 siswa, Wamena 31 siswa, Manokwari enam siswa, dan Sorong 26 siswa.
Khusus untuk tujuan Wamena, sebanyak 25 siswa telah diberangkatkan lebih awal akibat perubahan jadwal penerbangan.
Selain ADEM Papua, Jawa Timur juga mengelola Program ADEM Repatriasi yang diperuntukkan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia dari Sabah, Sarawak, dan Arab Saudi.
Jumlah peserta program tersebut saat ini mencapai 238 siswa yang terdiri atas 90 siswa kelas X, 75 siswa kelas XI, dan 73 siswa kelas XII.
Dari lulusan ADEM Repatriasi, sebanyak 19 siswa berhasil lolos SNBP dan 25 siswa diterima melalui SNBT.
Mudianto menjelaskan, berbeda dengan peserta ADEM Papua, lulusan ADEM Repatriasi tidak dipulangkan ke negara asal karena kendala administrasi dan dokumen. Mereka langsung dikelola oleh Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) untuk melanjutkan pendidikan tinggi maupun memasuki dunia kerja.
Ia juga mengungkapkan bahwa kuota penerimaan siswa untuk tahun ajaran 2026/2027 mengalami peningkatan. Jawa Timur memperoleh kuota 152 siswa ADEM Papua, naik dari 145 siswa pada tahun sebelumnya. Sementara kuota ADEM Repatriasi meningkat dari 90 menjadi 120 siswa.
Baca juga: Khofifah Pastikan SPMB di Ngawi Berjalan Tertib, Tanpa Antrean Menumpuk
Suasana haru mewarnai acara ketika salah satu perwakilan siswa ADEM Papua, Yazinta Kaipman dari SMAN 1 Kejayan, Kabupaten Pasuruan, menyampaikan kesan dan pesannya selama menjalani pendidikan di Jawa Timur.
Yazinta mengaku bersyukur menjadi salah satu penerima beasiswa ADEM karena program tersebut memberinya kesempatan memperoleh pengalaman hidup yang berharga sekaligus mengenal keberagaman budaya Indonesia.
Menurutnya, masyarakat Pasuruan menerima para siswa Papua dengan sangat baik, baik di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.
“Saya sangat bersyukur bisa menjadi penerima Beasiswa ADEM di Jawa Timur. Di Pasuruan, masyarakat sangat terbuka dan menerima kami dengan baik. Kami tidak pernah merasa sendirian karena selalu ada yang mendampingi dan membantu,” ungkapnya.
Ia mengaku sempat merasa takut ketika harus meninggalkan keluarga dan merantau jauh dari Papua. Namun kekhawatiran itu sirna setelah merasakan sambutan hangat dari masyarakat Jawa Timur.
“Awalnya kami takut karena harus jauh dari orang tua. Tetapi ketika datang ke sini, kami disambut dengan penuh kebahagiaan. Saya merasakan sendiri bahwa masyarakat Jawa Timur menerima kami sebagai keluarga,” tuturnya.
Di akhir penyampaiannya, Yazinta berharap Program ADEM Papua dapat terus dilanjutkan dan diperluas karena memberikan manfaat besar bagi generasi muda Papua.
“Saya berharap Program ADEM tetap ada dan semakin berkembang ke depan, karena program ini sangat membantu anak-anak Papua untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan meraih cita-cita mereka,” katanya.
Melalui program afirmasi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak hanya membuka akses pendidikan bagi putra-putri Papua, tetapi juga membangun jembatan persaudaraan antarwilayah di Indonesia. Dari ruang-ruang kelas di Jawa Timur, lahir harapan baru bahwa generasi muda Papua kelak akan tampil sebagai pemimpin, penggerak pembangunan, dan bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.(pps)
Editor : Redaksi