Pemprov Jatim Gandeng Sekolah dan Kampus Swasta Sediakan Puluhan Ribu Beasiswa

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi meluncurkan program beasiswa bagi siswa SMA, SMK, dan mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di seluruh Jawa Timur. Program yang digagas melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah swasta, dan perguruan tinggi swasta ini menjadi langkah nyata untuk memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka putus sekolah.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa program tersebut mencakup lebih dari 81 ribu beasiswa untuk siswa SMA dan SMK swasta serta lebih dari 62 ribu beasiswa bagi mahasiswa perguruan tinggi swasta.

Baca juga: OPOP Jatim dan Unair Dorong Koperasi Pesantren Bertransformasi Jadi Kekuatan Ekonomi Modern

Menurut Khofifah, keterlibatan lembaga pendidikan swasta dalam memberikan beasiswa menunjukkan semangat gotong royong yang kuat dalam membangun sumber daya manusia Jawa Timur.

"Hari ini kita meluncurkan beasiswa untuk SMA, SMK, dan perguruan tinggi swasta se-Jawa Timur. Untuk SMA dan SMK jumlahnya lebih dari 81 ribu, sedangkan perguruan tinggi swasta lebih dari 62 ribu. Ini merupakan bentuk sinergi, kolaborasi, dan kegotongroyongan yang luar biasa dari seluruh lembaga pendidikan swasta di Jawa Timur," ujarnya dalam acara Launching Beasiswa SMA dan SMK Swasta se-Jawa Timur bagi calon Murid Tahun Ajaran 2026/2027 Serta Beasiswa Perguruan Tinggi Swasta bagi Calon Mahasiswa Tahun 2026 Di Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Jumat (19/6).

Khofifah menegaskan bahwa pendidikan merupakan instrumen paling efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, kolaborasi berbagai pihak dalam menyediakan akses pendidikan yang lebih luas dinilai sebagai ikhtiar mulia yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh sekolah swasta, perguruan tinggi swasta, serta berbagai pihak yang turut mendukung program tersebut, termasuk Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur yang juga menyalurkan bantuan biaya hidup bagi sebagian mahasiswa penerima beasiswa.

"Semua teori menyebutkan bahwa cara paling efektif memutus mata rantai kemiskinan adalah melalui pendidikan. Karena itu saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh lembaga pendidikan yang telah bergotong royong memberikan kesempatan bagi anak-anak Jawa Timur untuk terus melanjutkan pendidikan," katanya.

Khofifah berharap program tersebut dapat mewujudkan prinsip no one left behind atau tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh akses pendidikan.

"Kita berharap tidak ada satu pun masyarakat yang tertinggal dalam mengakses pendidikan di Jawa Timur," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa program beasiswa ini merupakan bagian dari implementasi program "Jatim Cerdas" yang mengusung tagline "Pendidikan Berdampak".

Menurutnya, setiap tahun terdapat sejumlah peserta didik yang belum dapat diterima di sekolah negeri karena keterbatasan kuota maupun jumlah sekolah. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah agar tidak berujung pada meningkatnya angka anak tidak sekolah.

"Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama sekolah-sekolah swasta berkolaborasi menghadirkan beasiswa penuh maupun potongan biaya pendidikan. Semua dilakukan secara sukarela oleh sekolah swasta demi menyukseskan program pendidikan dan menekan angka anak tidak sekolah," ujarnya.

Aries menambahkan, kolaborasi serupa juga dilakukan bersama perguruan tinggi swasta untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Jawa Timur. Menurutnya, peningkatan akses pendidikan tinggi menjadi salah satu kunci dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan mendorong kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Khofifah Pimpin Panen dan Tanam Tebu Serentak, Jatim Perkuat Langkah Menuju Swasembada Gula

"Peran swasta sangat luar biasa. Mereka menunjukkan bahwa pendidikan merupakan investasi nyata untuk masa depan masyarakat. Dengan semakin banyak anak yang bisa melanjutkan pendidikan, maka kualitas hidup masyarakat juga akan meningkat," katanya.

Untuk memudahkan masyarakat mengakses program tersebut, seluruh informasi sekolah dan perguruan tinggi swasta yang menyediakan beasiswa telah terintegrasi dalam laman Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur.

Aries menjelaskan, terdapat 2.106 sekolah swasta tingkat SMA dan SMK yang dapat diakses masyarakat melalui sistem tersebut. Orang tua maupun calon peserta didik dapat melihat daftar sekolah, kuota yang tersedia, hingga jenis bantuan pendidikan yang diberikan.

"Semua data sekolah dan perguruan tinggi yang menyediakan beasiswa sudah tersedia di web SPMB. Orang tua bisa mengaksesnya secara langsung, melihat sekolah mana yang masih memiliki kuota, lalu berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk proses selanjutnya," jelasnya.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur. Ketua LLDIKTI Wilayah VII, Prof. Dyah Sawitri, menyebut pihaknya mengelola 304 perguruan tinggi swasta yang selama ini telah menyediakan berbagai skema bantuan pendidikan bagi mahasiswa.

Menurutnya, inisiatif yang dilakukan Pemprov Jatim sejalan dengan upaya meningkatkan Angka Partisipasi Kasar pendidikan tinggi sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia sebagaimana tertuang dalam agenda pembangunan nasional.

"Kami sangat bersyukur dengan inisiasi Ibu Gubernur yang memberikan karya nyata dalam meningkatkan APK pendidikan tinggi. Ini sejalan dengan pengembangan sumber daya manusia sebagai aset strategis pembangunan nasional," ujarnya.

Baca juga: Khofifah Raih Penghargaan KPK, Jatim Lampaui Target Program ASN Berintegritas

Prof. Dyah menjelaskan bahwa selain program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), banyak perguruan tinggi swasta di Jawa Timur yang menyediakan berbagai jenis beasiswa, mulai dari beasiswa yayasan, beasiswa prestasi, program OSC, hingga bantuan pendidikan hasil kemitraan dengan dunia industri.

"Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena banyak perguruan tinggi swasta yang terus membuka akses pendidikan melalui berbagai skema beasiswa. Program ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Jawa Timur dalam mendukung pendidikan tinggi," katanya.

Di tingkat sekolah menengah, berbagai model beasiswa juga telah diterapkan oleh lembaga pendidikan swasta. Kepala SMK Krian 2 Sidoarjo, Indra Wahyu, menjelaskan bahwa sekolahnya menerapkan sistem beasiswa berlapis atau layering agar bantuan dapat diberikan sesuai kebutuhan masing-masing peserta didik.

Menurutnya, skema tersebut mencakup beasiswa prestasi, bantuan saat proses penerimaan peserta didik baru, hingga beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

"Di lembaga kami ada banyak jenis beasiswa yang diberikan. Ada beasiswa prestasi, beasiswa saat masuk sekolah, beasiswa untuk siswa kurang mampu, dan lainnya. Karena bagi kami, adil itu tidak harus sama, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi masyarakat," ungkapnya.

Peluncuran puluhan ribu beasiswa bagi siswa dan mahasiswa swasta ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk memperluas akses pendidikan di Jawa Timur. Dengan keterlibatan aktif sekolah dan kampus swasta, pemerintah optimistis semakin banyak generasi muda yang dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala faktor ekonomi, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Jawa Timur di masa mendatang.(pps)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru