MERAHPUTIH I SURABAYA — Masa libur sekolah tidak hanya menjadi waktu bagi peserta didik untuk beristirahat dan memulihkan energi. Bagi para pendidik, periode tersebut justru dimanfaatkan sebagai momentum penting untuk melakukan penguatan kapasitas, meningkatkan kreativitas, serta mempersiapkan strategi pembelajaran menghadapi Tahun Ajaran 2026/2027.
Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur mendorong seluruh guru di jenjang pendidikan untuk menggunakan masa jeda akademik sebagai ruang pengembangan diri. Upaya ini dilakukan agar ketika sekolah kembali dibuka, peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang lebih berkualitas dari guru yang semakin kompeten dan adaptif.
Baca juga: Kepala BPKP Jatim Resmi Berganti, Khofifah Tekankan Pengawasan Pembangunan yang Akuntabel
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis membuat guru harus terus meningkatkan kemampuan. Menurutnya, libur sekolah merupakan waktu yang tepat bagi pendidik untuk melakukan evaluasi, memperbarui metode mengajar, sekaligus menyiapkan berbagai inovasi pembelajaran.
“Murid berlibur untuk mengisi energi, sedangkan guru memanfaatkan waktu untuk memperkuat kompetensi. Saat murid kembali ke sekolah, mereka bertemu guru yang lebih rapi, lebih kreatif, lebih inovatif, dan lebih menginspirasi. Sebab masa depan Jawa Timur ditentukan oleh guru yang terus bertumbuh dan tidak pernah berhenti belajar,” ujar Aries di Surabaya, Selasa (23/6).
Ia menyebut, terdapat tiga fokus utama yang menjadi perhatian dalam menyongsong tahun ajaran baru, yakni peningkatan kompetensi guru, penguatan kreativitas dalam mengajar, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan pendidikan masa depan.
Menurut Aries, tugas guru saat ini tidak lagi hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga harus mampu menciptakan suasana belajar yang menarik, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini.
“Masa libur bukan sekadar berhenti dari aktivitas belajar mengajar. Ini menjadi waktu untuk menyusun perangkat ajar, melakukan refleksi, memperkuat karakter pendidik, dan mempersiapkan pembelajaran agar lebih efektif,” katanya.
Aries menjelaskan, perubahan teknologi yang sangat cepat menjadi salah satu tantangan besar yang harus dihadapi dunia pendidikan. Kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), perubahan pola belajar siswa, serta kebutuhan metode pembelajaran yang lebih interaktif menuntut guru untuk terus beradaptasi.
Ia menilai, guru perlu memiliki kemampuan baru agar tidak tertinggal dengan perkembangan zaman. Pemanfaatan teknologi harus diarahkan sebagai alat pendukung pembelajaran, bukan sebagai pengganti peran pendidik.
“Dunia pendidikan terus berubah. Tantangan semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi AI, karakter siswa yang berbeda, hingga tuntutan pembelajaran yang harus lebih bermakna. Karena itu, guru harus terus belajar,” jelas Aries.
Sebagai langkah persiapan, Dindik Jatim meminta sekolah melakukan sejumlah kegiatan sebelum tahun ajaran baru dimulai. Di antaranya melakukan pemetaan kemampuan awal peserta didik melalui tes diagnostik, menyusun program adaptasi bagi siswa baru, memperkuat budaya literasi, hingga menentukan target capaian pembelajaran.
Langkah tersebut diharapkan mampu membantu guru memahami kebutuhan masing-masing siswa sejak awal pembelajaran.
Selain persiapan teknis, Dindik Jatim juga mendorong sekolah menggelar pekan refleksi pembelajaran. Kegiatan tersebut bertujuan mengevaluasi berbagai proses belajar yang telah dilakukan, mulai dari keberhasilan metode mengajar, hambatan yang muncul, hingga strategi perbaikan ke depan.
Baca juga: Pemprov Jatim Minta PLN Prioritaskan Sektor Vital Saat Pemadaman Bergilir
“Hasil refleksi kemudian dituangkan dalam lembar refleksi guru, rencana perbaikan pembelajaran, serta target peningkatan kualitas belajar murid,” ungkap Aries.
Dalam menghadapi tahun ajaran baru, guru juga diarahkan untuk memperbarui perangkat pembelajaran. Beberapa hal yang perlu disiapkan antara lain modul ajar, lembar kerja peserta didik (LKPD), bank soal diagnostik, media pembelajaran berbasis digital, video pembelajaran singkat, hingga proyek pembelajaran kontekstual.
Dindik Jatim juga mendorong guru memperdalam berbagai pendekatan pembelajaran modern seperti deep learning, active learning, project based learning, pemanfaatan AI dalam pembelajaran, hingga kemampuan public speaking.
Berbagai keterampilan tersebut dinilai penting agar guru mampu menghadirkan proses belajar yang lebih aktif dan mendorong siswa berpikir kritis.
Sebagai bagian dari penguatan kualitas pendidik, Dindik Jatim juga mengembangkan Gerakan Satu Guru Satu Inovasi. Program tersebut mendorong setiap guru menghasilkan minimal satu karya atau pembaruan dalam proses pembelajaran.
Inovasi tersebut dapat berupa media pembelajaran baru, metode mengajar yang lebih kreatif, video pembelajaran, maupun proyek pembelajaran yang berkaitan dengan kehidupan nyata siswa.
Baca juga: Khofifah Luncurkan Program Kakak Tangguh, Dorong Satu Keluarga Miliki Satu Sarjana
Aries berharap gerakan ini dapat membangun budaya inovasi di lingkungan sekolah. Guru tidak hanya menjadi pelaksana kurikulum, tetapi juga menjadi pencipta berbagai gagasan baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“Guru harus menjadi sumber inspirasi bagi peserta didik. Inovasi kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar terhadap kualitas pembelajaran,” ujarnya.
Di sisi lain, meski dalam suasana libur sekolah, Dindik Jatim tetap menjaga keberlangsungan aktivitas sekolah melalui Program SIKAP. Program tersebut mengatur sistem piket bagi warga sekolah untuk melakukan perawatan lingkungan, termasuk tanaman, perkebunan, dan perikanan sekolah.
Perkembangan kegiatan tersebut juga didokumentasikan secara berkala sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan sekolah yang berkelanjutan.
Melalui rangkaian program tersebut, Dindik Jatim berharap guru dapat kembali menjalankan tugas dengan persiapan yang lebih matang saat tahun ajaran baru dimulai.
Dengan guru yang terus berkembang, Aries optimistis kualitas pendidikan di Jawa Timur akan semakin meningkat dan mampu mencetak generasi yang memiliki kemampuan, karakter, serta daya saing di masa depan.(pps)
Editor : Redaksi