MAKI Jatim Desak Integritas Kejaksaan Tetap Terjaga, Ratusan Massa Gelar Aksi di Depan Kejati

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SURABAYA – Ratusan massa yang tergabung dalam Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (10/7/2026). Aksi tersebut merupakan respons atas mencuatnya penggeledahan yang dilakukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri di rumah dan kafe milik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI.

Sejak sekitar pukul 13.30 WIB, para demonstran mulai memadati jalur frontage Jalan Ahmad Yani. Mereka membawa berbagai spanduk dan poster berisi tuntutan agar institusi penegak hukum menjaga integritas serta membersihkan diri dari praktik-praktik yang berpotensi mencederai kepercayaan publik.

Baca juga: Khofifah Bawa Misi Dagang, Transaksi Jatim-Riau Tembus Rp1 Triliun

Dalam orasinya, massa menyoroti kabar mengenai temuan emas serta uang tunai dalam jumlah besar yang ditemukan tim Kortastipidkor Mabes Polri saat melakukan penggeledahan di Jakarta. Temuan tersebut dinilai menjadi alarm serius bagi upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Suasana aksi berlangsung cukup dinamis. Arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami kepadatan akibat banyaknya peserta aksi yang memadati badan jalan. Aparat dari Satlantas Polrestabes Surabaya bersama personel Polda Jawa Timur diterjunkan untuk mengatur lalu lintas sekaligus mengamankan jalannya demonstrasi agar tetap berlangsung kondusif.

Dari atas mobil komando, orator menyampaikan kritik keras terhadap dugaan penyimpangan yang menyeret aparat penegak hukum.

"Bagaimana kita bisa percaya dengan penegak hukum bila mereka saja seperti itu?" seru orator yang langsung disambut sorakan peserta aksi.

Ketua MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo, mengatakan aksi tersebut bukan sekadar bentuk protes terhadap peristiwa yang terjadi di tingkat pusat, melainkan juga sebagai pengingat agar kejadian serupa tidak terjadi di lingkungan Kejati Jawa Timur.

Menurutnya, integritas aparat penegak hukum merupakan fondasi utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum. Karena itu, MAKI merasa perlu menyampaikan aspirasi secara terbuka agar seluruh jajaran kejaksaan di daerah tetap menjalankan tugas secara profesional dan bebas dari penyimpangan.

"Apa yang menjadi teriakan kita hari ini jangan kemudian perilaku oknum Kejaksaan Agung terjadi di Kejati Jatim dan kami tidak ingin terjadi di Kejati Jatim," tegas Heru di hadapan para peserta aksi.

Baca juga: Khofifah-Pangdam Resmikan Karya Bakti TNI di Madura, Fokus Percepat Pembangunan dan Kesejahteraan

Heru mengungkapkan, kasus yang kini menjadi perhatian publik telah melukai rasa keadilan masyarakat. Di tengah gencarnya upaya pemberantasan korupsi, munculnya dugaan pelanggaran yang melibatkan aparat penegak hukum dinilai berpotensi merusak citra institusi yang selama ini dipercaya masyarakat.

Meski demikian, MAKI Jatim menegaskan bahwa aksi tersebut bukan dimaksudkan untuk menghakimi seluruh institusi kejaksaan. Justru sebaliknya, mereka masih menaruh kepercayaan kepada Kejati Jawa Timur agar tetap menjadi lembaga yang independen, profesional, dan menjunjung tinggi integritas.

"Kami masih sangat percaya pada kantor Kejati Jatim yang kami sayangi dan kami cintai dan kami percaya itu. Dan itu yang perlu kami sampaikan kepada semua masyarakat bahwa hasil pertemuan kami dalam aksi ini, mari bersama-sama menjaga integritas penanganan hukum di Jatim dengan komprehensif, apa adanya, dan tidak ada kriminalisasi," ujar Heru.

Sejumlah peserta aksi juga menyampaikan harapan agar penanganan setiap perkara pidana, khususnya tindak pidana korupsi, dilakukan secara objektif tanpa intervensi maupun kepentingan tertentu. Mereka menilai transparansi dan akuntabilitas menjadi syarat utama untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.

Aksi yang berlangsung sekitar beberapa jam itu akhirnya direspons langsung oleh perwakilan Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jawa Timur. Perwakilan jaksa menemui massa di depan gerbang kantor Kejati untuk mendengarkan aspirasi yang disampaikan.

Baca juga: Jatim Dominasi Kontingen Indonesia di WorldSkills Shanghai 2026, Pendidikan Vokasi Diuji di Panggung Dunia

Dalam keterangannya, pihak Kejati Jawa Timur tidak memberikan komentar mengenai persoalan yang sedang berkembang di tingkat pusat. Namun, mereka meminta dukungan masyarakat agar seluruh jajaran Kejati Jawa Timur tetap mampu menjaga profesionalitas, integritas, dan marwah institusi.

"Bantu dan support kami untuk menjaga marwah institusi kami dan kepercayaan dari teman-teman. Selanjutnya kami juga mohon doa dan dukungan kepada teman-teman bidang Pidsus dalam menangani perkara kami senantiasa diberikan keteguhan iman, penuh profesionalitas dan tentu yang paling penting selalu menjaga integritas sehingga kami dapat melakukan penanganan perkara sebagaimana yang diharapkan oleh masyarakat Jawa Timur," ujar perwakilan Bidang Pidsus Kejati Jawa Timur.

Pernyataan tersebut disambut positif oleh peserta aksi. Meski tetap menyampaikan kritik terhadap perkembangan kasus di tingkat nasional, massa mengaku mengapresiasi kesediaan pihak Kejati Jawa Timur untuk menemui demonstran secara langsung dan mendengarkan aspirasi masyarakat.

Aksi kemudian ditutup dengan seruan agar seluruh elemen masyarakat terus mengawal proses penegakan hukum di Indonesia. MAKI Jatim menegaskan akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap lembaga penegak hukum demi memastikan pemberantasan korupsi berjalan secara konsisten, transparan, dan bebas dari penyalahgunaan kewenangan.(pps)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru